Terjemahan Lengkap Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi – Pustaka Arafah

Matan dan Terjemahan Riyadhus Shalihin Lengkap - Imam Nawawi - Pustaka ArafahNama Buku : Terjemahan Lengkap Riyadhus Shalihin

Ukuran/Hal : 17 x 24 cm / 844 halaman

Berat: 1200 gram

Penulis: Imam An Nawawi

Penerbit: Pustaka Arafah

Harga : Rp 140.000 ,- –> Rp 126.000

Anda Hemat: Rp 14.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777
Pesan Via Line: @Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Matan dan Terjemahan Riyadhus Shalihin Lengkap – Imam Nawawi – Pustaka Arafah

Riyadhus Shalihin merupakan kitab kumpulan hadits tentang tazkiyah, adab, dan akhlak yang telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi kaum muslimin. Kitab yang merupakan karya Imam An-Nawawi ini telah memberikan nilai-nilai tarbiyah yang agung dan nilai spiritual yang tinggi.

Riyadhus Shalihin memang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki kitab-kitab hadits lainnya. Ia benar-benar menjadi ‘taman’ bagi orang-orang shalih. Ia adalah bekal dan rujukan bagi dai, sekaligus pelita bagi awam.

Ditahqiq dan Ditarjih Ulama Terpercaya

Seluruh hadits dalam kitab yang kami terjemahkan ini telah ditahqiq dan ditarjih oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Dua ulama yang telah dikenal keshalihan dan kefaqihannya.

Pencantuman Nomor Hadits

Selain ditahqiq dan ditarjih oleh dua ulama terpercaya, terjemahan ini dilengkapi dengan pencantuman nomor hadits. Sehingga menambah nilai ilmiah buku ini.

Terjemah Lengkap dan Sesuai Dengan Syarahnya

Selain lengkap, terjemah Riyadhus Shalihin yang kami sajikan sesuai dengan syarah dari para ulama. Sehingga mudah untuk dipahami tanpa harus membuka kembali syarah atau penjelasan ulama pada masing-masing hadits

Daftar Isi Matan dan Terjemahan Riyadhus Shalihin Lengkap – Imam Nawawi – Pustaka Arafah

DAFTAR ISI

Pengantar Penerbit 5
Bab 1: Ikhlas dan Menghadirkan Niat Dalam Perbuatan Serta Perkataan di Semua Keadaan, Baik yang Nampak Maupun Tersembunyi 19
Bab 2: Taubat 26
Bab 3: Sabar 44
Bab 4: Jujur 62
Bab 5: Muraqabah (Merasa Senantiasa Diawasi Oleh Allah) 65
Bab 6: Takwa 75
Bab 7: Yakin dan Tawakal 74
Bab 8: Istiqamah 81
Bab 9: Bertafakkur 82
Bab 10: Bersegera dan Memberi Motivasi Kepada Kebaikan 83
Bab 11:Mujahadah (Bersungguh-sungguh Dalam Beribadah) 87
Bab 12: Anjuran untuk Menambah Kebaikan di Penghujung Umur 95
Bab 13: Banyak Jalan Menuju Kebaikan 98
Bab 14: Berlaku Sederhana Dalam Ketaatan 108
Bab 15:Menjaga Amalan 117
Bab 16: Perintah Menjaga Sunnah dan Adab-adabnya 118
Bab 17: Kewajiban Tunduk Kepada Hukum Allah 125
Bab 18: Larangan Berbuat Bid’ah dan Perkara yang Diada-adakan 127
Bab 19: Memberi Contoh Dalam Kebaikan 129
Bab 20: Menyeru Kepada Kebaikan 131
Bab 21: Saling Menolong Dalam Kebaikan dan Ketakwaan 133
Bab 22: Nasihat 135
Bab 23: Memerintahkan Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran 136
Bab 24: Kerasnya Siksaan bagi Orang yang Memerintahkan Kebaikan dan Melarang Kemungkaran Namun Perbuatannya Menyelisihi Perkataannya 143
Bab 25: Perintah Menunaikan Amanah 144
Bab 26: Haram Berbuat Zhalim dan Perintah Mengembalikan Hak-ha Orang yang Dizhalimi 151
Bab 27: Mengagungkan Kehormatan, Hak, dan Kasih Sayang Terhadap Kaum Muslimin 159
Bab 28: Menutup Aib Kaum Muslimin dan Larangan Menyebarkannya Tanpa Adanya Kepentingan 165
Bab 29: Memenuhi Kebutuhan Kaum Muslimin 167
Bab 30: Syafa’at (Menjadi Perantara untuk Menolong Orang Lain) 168
Bab 31: Mendamaikan Perselisihan di Antara Manusia 169
Bab 32: keutamaan Orang-orang yang Lemah, Fakir, dan yang Tidak Dikenal dari Kaum Muslimin 172
Bab 33: Lemah Lembut, Berbuat Baik, dan Tawadhu’ Kepada Anak Yatim, Anak Perempuan, Semua Orang Lemah, Miskin, dan Orang-orang yang Kesusahan 177
Bab 34:Berwasiat Kepada Kaum Wanita 182
Bab 35: Hak Suami Atas Istrinya 186
Bab 36: Nafkah Kepada Keluarga 188
Bab 37: Bernfaq dari Harta yang Paling Dicintai dan yang Terbaik 191
Bab 38: Kewajiban memerintahkan Semua Orang yang Berada di Bawah Pemeliharaan untuk Taat Kepada Allah 192
Bab 39: Hak Tetangga dan Berwasiat Kepadanya 194
Bab 40: Berbakti Kepada Orang Tua dan Menyambung Tali Silaturrahmi 197
Bab 41: Larangan Durhaka Kepada Orang Tua dan Memutus Silaturahmi 207
Bab 42: Berbuat Baik Kepada Sahabat-sahabat Bapak, Ibu, Kerabat Istri, dan Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dimuliakan 210
Bab 43: Memuliakan Ahlul Bait Rasulullah SAW dan Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka 213
Bab 44: Memuliakan Para Ulama, Orang Tua, dan Orang Shalih 215
Bab 45: Mengunjungi Orang Shalih, Duduk-duduk, Menemani, Mencintai, Mengundang, dan Meminta Doa  dari Mereka 219
Bab 46: Keutamaan dan Anjuran Cinta Karena Allah 226
Bab 47: Tanda-tanda Kecintaan Allah Kepada Hamba-Nya untuk Mendapatkannya  230
Bab 48: Peringatan dari Sikap Menyakiti Orang-orang Shalih, Lemah dan Miskin 233
Bab 49: Menghukum Manusia Berdasarkan Fakta Zhahirnya dan Apa Saja yang Tersembunyi Diserahkan Kepada Allah 234
Bab 50: Takut 238
Bab 51: Raja’ (Pengharapan yang Baik Kepada Allah) 245
Bab 52: Keutamaan Raja’ 262
Bab 53: Keutamaan Memadu Rasa Takut dan Berharap 262
Bab 54: Keutamaan Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada Allah 264
Bab 55: Keutamaan Zuhud dan Fakir 268
Bab 56: Hidup Sederhana dan Bekerja Keras 281
Bab 57: Qana’ah, Iffah, Sederhana, dan Tercelanya Meminta-minta 299
Bab 58: Menikmati Harta Pemberian 306
Bab 59: Anjuran Berusaha dan Menjaga Diri dari Meminta-minta 307
Bab 60:Murah Hati dan Berinfak di Jalan Kebaikan Dengan Percaya Sepenuhnya Kepada Allah 308
Bab 61: Melarang dari Sifat Bakhil dan Kikir 315
Bab 61:Mendahulukan Orang Lain dan Memberi pertolongan 316
Bab 63: Berlomba-lomba Dalam Perkara Akhirat Serta Memperbanyak Sarana untuk Meraih Keberkahan 319
Bab 64: Keutamaan Orang Kaya yang Bersyukur 320
Bab 65: Mengingat Kematian dan Memperpendek Angan-angan 322
Bab 66: Sunnahnya Ziarah Kubur BagiLelaki dan Doanya 326
Bab 67: Makruhnya Mengharapkan Kematian Karena Sesuatu yang Menimpanya Kecuali Karena Takut Agamanya Terfitnah 329
Bab 68: Wara’ dan Meninggalkan yang Meragukan 333
Bab 69: Uzlah Karena Takut Agamanya Terfitnah 334
Bab 70: Keutamaan Bergaul Dengan Orang Banyak, Menghadiri Shalat Jum’at dan Jamaah, Menghadiri Tempat-tempat Kebaikan dan Majelis Dzikir, Mengunjungi Orang Sakit 336
Bab 71: Tawadhu’ Terhadap Kaum Muslimin 337
Bab 72: Larangan Bersikap Sombong dan Ujub 340
Bab 73: Akhlak Mulia 340
Bab 74: Lemah Lembut, Kalem, dan Ramah 347
Bab 75: Memaafkan dan Berpaling dari Orang-orang yang Bodoh 350
Bab 76: Tegar Menanggung Gangguan yang Menyakitkan 353
Bab 77: Marah Jika Larangan Syariat Dilanggar 354
Bab 78: Arahan Kepada Para Pemimpin 356
Bab 79: Penguasa Yang Adil 359
Bab 80: Menaati Pemimpin Dalam Hal yang Bukan Kemaksiatan 360
Bab 81: Larangan Meminta Jabatan 364

Bab 82: Mengangkat Bawahan yang Shalih 365
Bab 83: Larangan Menyerahkan Jabatan Kepada yang Berambisi 366

1. KITAB ADAB 367

Bab 84: Keutamaan Malu 367
Bab 85: Menyimpan Rahasia 368
Bab 86: Menepati Janji 371
Bab 87: Menjaga Kebiasaan Amal Baik 373
Bab 88: Sunnah Berwajah Ceria Ketika Berjumpa 373
Bab 89: Sunnah Memperjelas Perkataan dan Mengulanginya Agar Mudah Dipahami 374
Bab 90:Tenang Dalam Bermajelis 375
Bab 91: Memberi Nasihat dan Mempersingkatnya Bila Perlu 375
Bab 92:Berwibawa dan Tenang 377
Bab 93:Anjuran Mendatangi Shalat Jamaah, Majelis Ilmu, dan Lainnya Dengan Tenang 378
Bab 94:Memuliakan Tamu 379
Bab 95: Anjuran Memberi Kabar Gembira dan Ucapan Selamat Kepada Orang yang Mendapatkan Kebahagiaan 380
Bab 96: Melepas Kepergian Teman, Berwasiat, dan Mendoakannya di Saat Berpisah, Serta Minta Didoakan Olehnya 386
Bab 97: Istikharah dan Musyawarah 389
Bab 98: Melewati Jalan yang Berbeda 391
Bab 99: Anjuran Mendahulukan yang Kanan Dalam Segala Kebaikan 391

2. KITAB ADAB MAKAN 394

Bab 100: Membaca Basmalah di Awalnya dan Hamdalah di Akhirnya 394
Bab 101: Larangan Mencela Makanan dan Anjuran Memujinya 397
Bab 102: Sikap Orang yang Berpuasa Ketika Menghadiri Jamuan 397
Bab 103: Menghadiri Jamuan Dengan Teman yang Tidak Diundang 397
Bab 104:Makan dari yang Terdekat dan Menasehati yang Tidak Beretika 398
Bab 105: Larangan Menambah Jatah Makanan Dalam Jamuan Tanpa Izin dari yang Hadir 399
Bab 106: Tuntunan Bagi Orang yang Makan Namun Tidak Merasa Kenyang 399
Bab 107: Anjuran Mengambil dari Pinggir Nampan dan Larangan Mengambil dari   Tengah 400
Bab 108:Makruh Makan Sambil Bersandar 401
Bab 109: Makan Dengan Tiga Jari, Menjilati Sisanya, dan Mengambil yang Jatuh 401
Bab 110: Memperbanyak Peserta Jamuan 403
Bab 111: Adab Minum dan Sunnahnya 404
Bab 112: Makruh Minum dari Mulut Teko 405
Bab 113: Makruh Meniup Dalam Minuman 406
Bab 114: Lebih Utama Minum Dengan Duduk 406
Bab 115: Yang Minum Terakhir Adalah yang Melayani Jamuan 407
Bab 116: Minum dari Bejana yang Tidak Terbuat dari Emas Atau Perak 408

3. KITAB ADAB BERPAKAIAN 410

Bab 117:Anjuran yang Berwarna Putih dan yang Berbahan Selain Sutra 410
Bab 118: Anjuran Memakai Gamis 413
Bab 119: Haramnya Isbal Karena Sombong 413
Bab 120: Tidak Mengenakan Pakaian Mewah 419
Bab 121: Anjuran Berpakaian Dengan Semestinya 420
Bab 122: Larangan Memakai Sutra Bagi Laki-laki 420
Bab 123: Boleh Memakai Sutra Karena Gatal-gatal 421
Bab 124:Larangan Duduk di Atas Kulit Binatang Buas 422
Bab 125: Doa Memakai Pakaian dan Barang Baru 422
Bab 126: Mulai dari yang Kanan 425

4. KITAB ADAB TIDUR, BERBARING, DUDUK, BERMAJELIS,DAN SEPUTAR MIMPI 424

Bab 127: Apa yang Dibaca Saat Hendak Tidur 424
Bab 128:Posisi Tidur yang Diperbolehkan 426
Bab 129: Adab Dalam Majelis427
Bab 130:Seputar Mimpi 432

5. KITAB MENGUCAPKAN SALAM434

Bab 131:Keutamaan Salam dan Anjuran untuk Mnyebarluaskan 434
Bab 132: Tata Cara Memberi Salam437
Bab 133: Adab Memberi Salam 438
Bab 134:Anjuran Mengulangi Salam Dalam Beberapa Perjumpaan 439
Bab 135: Salam Masuk Rumah 440
Bab 136:Salam Kepada Anak-anak 440
Bab 137: Salam Terhadap Para Wanita 440
Bab 138:Seputar Salam Terhadap Orang Kafir 441
Bab 139: Salam Ketika Meninggalkan Majelis 442
Bab 140: Tata Cara Minta Izin 442
Bab 141: Anjuran Menyebut Nama Bila Ditanya: “Siapa Kamu?” 444
Bab 142: Mendoakan Orang Bersin Bila Membaca Hamdalah 445
Bab 143: Berjabat Tangan Dengan Wajah Bersahabat 447

6. KITAB MENJENGUK ORANG SAKIT, MENSHALATKAN MAYIT DAN MENGANTARNYA KE KUBUR 449

Bab 144: Menjenguk Orang Sakit449
Bab 145: Doa untuk Orang Sakit 451
Bab 146: Bertanya Keadaan Si Sakit 454
Bab 147: Doa Orang Kehilangan Gairah Hidup 455
Bab 148: Anjuran Berbuat Baik Terhadap Si Sakit 455
Bab 149: Boleh Mengeluh Kesaktian 456
Bab 150: Mentalkin Orang yang Akan Meninggal 457
Bab 151:Doa Memejamkan Mayit 457
Bab 152: Doa untuk Mayit 458
Bab 153: Boleh Menangisi Mayit Tanpa Meratap 460
Bab 154: Menyembunyikan Aib Si Mayit461
Bab 155: Anjuran Menshalatkan, Mengantar, dan Menghadiri Prosesi Penguburan 462
Bab 156: Memperbanyak Jamaah Dalam Shalat Jenazah 463
Bab 157: Doa Dalam Shalat Jenazah 463
Bab 158: Mempercepat Penguburan Jenazah 467
Bab 159: Segera Melunasi Utang Si Mayit 468
Bab 160: Wejangan di Makam 468
Bab 161: Mendoakan Mayit Setelah Dikuburkan dan Duduk Sejenak di Sisi Kubur untuk Mendoakan, memintakan Ampunan, dan Membaca Al-Qur’an 469
Bab 162: Bersedekah Atas Nama Si Mayit 470
Bab 163: Pujian untuk Si Mayit 470
Bab 164: Keutamaan Bagi Orang Tua yang Anaknya Meninggal Saat Masih Kecil 472
Bab 165: Menangis dan Takut Ketika Melewati Kuburan dan Tempat Meninggal Orang Zhalim, Menampakkan Kefakiran Dirinya Kepada Allah, dan Peringatan dari Melalaikan Hal itu 473

7. KITAB ADAB SAFAR (BEPERGIAN) 474

Bab 166: Anjuran Bepergian Pada Hari Kamis di Awal Siang 474
Bab 167: Anjuran Mencari Teman dan Mengangkat Pemimpin Selama Dalam Perjalanan 475
Bab 168: Adab Dalam Perjalanan Singgah, Bermalam, Tidur Dalam Perjalanan, Sunnah Berjalan Malam, Ramah Kepada Binatang Tunggangan, Memperhatikan Keperluannya, Perintah untuk Memberikan Haknya, serta Boleh Membonceng di Atas Binatang Tunggangan Jika Ia Mampu Menahannya 476
Bab 169: Membantu Kawan 478
Bab 170: Doa Naik Kendaraan 479
Bab 171: Anjuran Bertakbir di Rute Mendaki dan Bertasbih Ketika Menurun, dan Larangan Berlebihan Dalam Meninggikan Suara ketika Bertakbir 481
Bab 172: Berdoa Ketika Safar 483
Bab 173: Doa Menghilangkan Rasa Takut 483
Bab 174: Doa Ketika Singgah 484
Bab 175: Sunnah bagi Musafir Segera Kembali Bila Urusan Selesai 485
Bab 176: Anjuran Bagi Musafir Mendatangi Keluarga di Siang Hari 485
Bab 177: Doa Ketika Kembali dan Melihat Negerinya 486
Bab 178: Anjuran Menuju Masjid Terdekat dan Shalat Dua Rekaat 486
Bab 179: Larangan Pergi Sendirian Bagi Perempuan 486

8. KITAB FADHA’IL (KEUTAMAAN-KEUTAMAAN) 488

Bab 180: Keutamaan Membaca Al-Qur’an 488
Bab 181: Perintah Menjaga Hafalan Al-Qur’an dan Peringatan dari Melalaikannya 491
Bab 182: Anjuran Memperindah Bacaan Al-Qur’an dan meminta Dibacakan Kepada Orang yang Bagus Bacaannya 491
Bab 183: Anjuran Membaca Surat Atau Ayat-ayat Tertentu 493
Bab 184: Anjuran Berkumpul untuk Membaca Al-Qur’an 498
Bab 185: Keutamaan Wudhu 499
Bab 186: Keutamaan Adzan 502
Bab 187: Keutamaan Shalat 505
Bab 188: Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar 507
Bab 189: Keutamaan Berjalan ke Masjid 508
Bab 190: Keutamaan Menanti Shalat Jamaah 511
Bab 191: Keutamaan Shalat Jamaah 511
Bab 192: Anjuran Berjamaah Shalat Subuh dan Isya’ 514
Bab 193: Perintah Menjaga Shalat Fardhu Serta Larangan dan Ancaman Meninggalkannya  515
Bab 194: Keutamaan Shaf Pertama dan Perintah untuk Menyempurnakan Shaf, Meluruskan, dan Merapatkannya 518
Bab 195: Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib, Jumlah Minimalnya, dan yang Paling Sempurna 522
Bab 196:Pentingnya Shalat Sunnah Sebelum Shalat Subuh 523
Bab 197: Meringankan Sunnah Dua Rakaat Fajar, Ayat yang Dibaca, dan Waktunya 524
Bab 198: Anjuran Berbaring Pada Pinggang Kanan Setelah Sunnah Fajar, Baik Setelah Tahajud Maupun Tidak 526
Bab 199: Shalat Sunnah Zhuhur 527
Bab 200: Shalat Sunnah Ashar 529
Bab 201: Shalat Sunnah Sebelum dan Susah Maghrib 529
Bab 202: Shalat Sunnah Sebelum dan Sesudah Isya’ 530
Bab 203: Shalat Sunnah Jum’at 531
Bab 204: Anjuran Mengerjakan Shalat Sunnah di Rumah 531
Bab 205: Shalat Witir 533
Bab 206: Keutamaan Shalat Dhuha, Jumlah Minimalnya, Maksimalnya, Tengah-tengahnya dan Anjuran Menjaganya 534
Bab 207: Boleh Shalat Dhuha dari Meningginya Matahari hingga Tergelincirnya dan Lebih Utama Saat Sedang Sangat Panas dan Meningginya Waktu Dhuha 535
Bab 208: Anjuran Mengerjakan Shalat Tahiyatul Masjid  dan Makruhnya Duduk Sebelum Shalat Dua Rakaat Kapanpun Dia Masuk Masjid, Baik Dia Shalat Dua Rakaat Dengan Niat Tahiyatul Masjid, Shalat Wajib, Shalat Sunnah, Atau yang  Lainnya 536
Bab 209: Shalat Sunnah Sesudah Wudhu 536
Bab 210:Keutamaan Hari Jum’at, Wajib Shalat Jum’at, Mandi, Memakai Wewangian, Bersegera Mendatanginya, Berdoa di Hari Jum’at, Shalawat, Waktu Mustajab, Sunnah Memperbanyak Dzikir Setelah Shalat Jum’at 537
Bab 211: Anjuran Sujud Syukur Atas Satu Nikmat dan Tercegah dari Musibah 540
Bab 212: Keutamaan Shalat Malam 541
Bab 213: Keutamaan Shalat Tarawih 548
Bab 214: Keutamaan Shalat Pada Lailatul Qadr dan Malam-malam yang Diharapkan untuk Mendapatkannya 549
Bab 215: Keutamaan Siwak dan Perkara-perkara Fitrah 551
Bab 216: Wajibnya Zakat dan Penjelasan Keutamaannya 553
Bab 217: Wajibnya Puasa Ramadhan dan Keutamaan Puasa 559
Bab 218: Kedermawanan, Melakukan Kebaikan, Memperbanyak Kebaikan Pada Bulan Ramadhan, dan Memperbanyak Lagi Pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan 563
Bab 219: Larangan Berpuasa Mendahului Ramadhan Sesudah Pertengahan Sya’ban Kecuali Bagi yang Meneruskan Puasa Sebelumnya, Atau Bertepatan Dengan Kebiasaannya, Misalnya Puasa Senin Kamis 564
Bab 220: Doa Melihat Hilal 565
Bab 221: Keutamaan Sahur dan Mengakhirkannya Selama Tidak Khawatir Fajar Telah Menyingsing 565
Bab 222: Keutamaan Segera Berbuka, Makanan Berbuka, dan yang Dibaca Setelah Berbuka 566
Bab 223: Perintah untuk Orang Berpuasa Agar Menjaga Lidah dan Anggota Badannya dari Perselisihan, Saling Memaki, dan Semisalnya 568
Bab 224: Beberapa Hal yang Berkaitan dengan Puasa 568
Bab 225:Keutamaan Puasa Muharram, Sya’ban, dan Bulan-bulan Haram 569
Bab 226: Keutamaan Ibadah Puasa dan Ibadah Lainnya pada Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah 571
Bab 227: Keutamaan Puasa Arafah 571
Bab 228: Anjuran Puasa Enam Hari di Bulan Syawal 572
Bab 229:Anjuran Puasa Senin dan Kamis 572
Bab 230:Anjuran Puasa Tiga Hari Tiap Bulan 573
Bab 231: Keutamaan Memberi Makan untuk Buka Bagi Orang yang Berpuasa dan Keutamaan Orang yang Berpuasa Menjamu Orang Lain dan Doa Orang yang Dijamu untuk Orang yang Menjamu 575

9. KITAB I’TIKAF 576

Bab 232: Keutamaan I’tikaf 576

10. KITAB HAJI 577

Bab 233: Wajibnya Haji dan Keutamaannya 577

11. KITAB JIHAD 581

Bab 234: Keutamaan Jihad 581
Bab 235: Segolongan Syuhada’ yang Mendapat Pahala di Akhirat, Tetapi Dimandikan dan Disholatkan, Berbeda Dengan Orang yang Terbunuh Dalam Perang Melawan Orang Kafir 604
Bab 236: Keutamaan Memerdekakan Budak 605
Bab 237: Keutamaan Berbuat Baik Kepada Budak 606
Bab 238: Keutamaan Budak yang Menunaikan Hal Allah dan Hak Tuannya 607
Bab 239: Keutamaan Beribadah di Zaman Fitnah dan Kekacauan 608
Bab 240: Keutamaan Bermurah Hati dalam Jual Beli, Menerima dan Memberi, Membayar Utang dan Menagihnya Dengan Baik, Memberi Lebih Dalam Takaran dan Timbangan, Larangan Mengurangi, dan Keutamaan Memberi Tempo Kepada Orang yang Kesulitan, Serta Menghapus Utang 609

12. KITAB ILMU 613

Bab 241: Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Ilmu Karena Allah 613

13. KITAB MEMUJI ALLAH DAN BERSYUKUR KEPADA-NYA 618

Bab 242: Keutamaan Pujian dan Bersyukur 618

14. KITAB SHALAWAT KEPADA RASULULLAH SAW 620

Bab 243: Anjuran Bershalawat, Keutamaan, dan Lafalnya 620

15. KITAB DZIKIR 624

Bab 244: Keutamaan dan Anjuran Berdzikir 624
Bab 245: Dzikrullah Dalam Berbagai Keadaan dan Larangannya 638
Bab 246: Doa Ketika Akan Tidur dan Bangun dari Tidur 638
Bab 247: Keutamaan Majelis Dzikir 639
Bab 248:Dzikir Pagi dan Sore 643
Bab 249: Doa Sebelum Tidur 464

16. KITAB DOA 650

Bab 250: Keutamaan Doa 650
Bab 251: Keutamaan Mendoakan Orang Lain di Luar Sepengetahuannya 658
Bab 252:Beberapa Masalah yang Berkaitan Dengan Doa 659
Bab 253: Karamah dan Keutamaan Para Wali 661

17. KITAB PERKARA-PERKARA YANG TERLARANG 672

Bab 254: Haramnya Ghibah dan Menjaga Lisan 672
Bab 255: Sikap Ketika Berlangsung Ghibah 678
Bab 256: Ghibah yang Dibolehkan 679
Bab 257: Haramnya Mengadu Domba 681
Bab 258: Larangan Mengadukan Perkataan Orang 682
Bab 259: Celanya Orang yang Bermuka Dua 682
Bab 260: Haramnya Dusta 683
Bab 261: Dusta yang Diperbolehkan 691
Bab 262: Anjuran Berhati-hati Dalam Berbicara 691
Bab 263: Kerasnya Pengharaman Persaksian Palsu 692
Bab 264: Haram Mengutuk Manusia Tertentu Atau Binatang 693
Bab 265: Boleh Mengutuk Pelaku Maksiat Tanpa Menyebut Nama 695
Bab 266: Haram Mencaci Orang Islam Tanpa Alasan yang Benar 697
Bab 267: Haram Mencaci Orang yang Sudah Mati Tanpa Ada Maslahat Secara Syar’i 698
Bab 268: Larangan Menyakiti 698
Bab 269: Larangan Saling Membenci dan Memutus Persaudaraan 699
Bab 270: Haramnya Dengki (Hasad) 701
Bab 271: Larangan Memata-matai dan Mencuri Dengar 701
Bab 272: Larangan Berburuk Sangka 703
Bab 273: Haram Menghina Kaum Muslimin 704
Bab 274: Larangan Menampakkan Kegembiraan di Atas Kesusahan Orang Lain 705
Bab 275: Haram Menghina Kaum Muslimin 706
Bab 276: Larangan Menipu dan Curang 706
Bab 277: Haram Berkhianat 708
Bab 278: Larangan Mengungkit-Pemberian 709
Bab 279: Larangan Sombong dan Berlagak 710
Bab 280: Larangan Mendiamkan Sesama Muslim Lebih dari Tiga Hari Tanpa Alasan yang Benar 711
Bab 281: Larangan Berbisik Berduaan Tanpa menyertakan Orang Ketiga 713
Bab 282: Larangan Menyiksa 714
Bab 283: Larangan Menyiksa Dengan Api 717
Bab 284: Larangan Menangguhkan Pelunasan Hutang Bagi Orang yang Mampu 718
Bab 285: Makruh Menarik Kembali Pemberian 719
Bab 286: Larangan yang Keras Memakan Harta Anak Yatim 720
Bab 287: Kerasnya Keharaman Riba 721
Bab 288: Larangan Riya’ 722
Bab 289: Perbuatan yang Disangka Riya’ 725
Bab 290: Haram Melihat Wanita Asing dan Amrad 725
Bab 291: Larangan Berduaan Dengan Wanita Asing 727
Bab 292: Larangan Menyerupai Lawan Jenis 729
Bab 293: Larangan Menyerupai Setan dan Orang Kafir 730
Bab 294: Larangan Menyemir Rambut Dengan Warna Hitam 730
Bab 295: Larangan Mencukur Sebagian Rambut Kepala dan Boleh Gundul Bagi Lelaki 731
Bab 296: Larangan Menyambung Rambut, Tato, dan Mengikir Gigi 732
Bab 297: Larangan Mencabut Uban dan Jenggot yang Baru Tumbuh 734
Bab 298: Makruh Cebok dan Memegang Kemaluan Dengan Tangan Kanan 734
Bab 299: Makruh Berjalan Dengan Satu Alas Kaki 734
Bab 300: Larangan Membiarkan Api Tetap Menyala Ketika Akan Tidur 735
Bab 301: Larangan Memaksa Diri Dalam Perbuatan Maupun Ucapan Tanpa Ada  Maslahat 736
Bab 302: Larangan Meratapi Mayat Dengan Berlebihan 737
Bab 303: Larangan Mendatangi Dukun, Ahli Nujum, Tukang Ramal, dan Sejenisnya 740
Bab 304: Larangan Bertathayyur 742
Bab 305: Larangan Menggambar Makhluk Bernyawa 743
Bab 306: Larangan Memelihara Anjing Kecuali untuk Berburu, Menjaga Ternak, Atau Menjaga Ladang 746
Bab 307: Makruhnya Menggantungkan Lonceng Pada Binatang 746
Bab 308: Makruh Mengendarai Jallalah 747
Bab 309: Makruh Meludah di Masjid 747
Bab 310: Makruh Bertengkar, Mencari Barang yang Hilang, dan Bertransaksi di Dalam Masjid 749
Bab 311: Larangan Bagi yang Menyantap Makanan Berbau Tidak Sedap Memasuki Masjid 749
Bab 312: Makruh Mendengarkan Khutbah Sambil Duduk Ihtiba’ 751
Bab 313: Larangan Memotong Rambut Atau Kuku di Sepuluh Hari pertama Bulan Dzulhijjah Bagi yang Hendak Berkurban 751
Bab 314: Larangan Bersumpah Atas Nama Makhluk 751
Bab 315: Larangan Keras Sumpah Palsu Dengan Sengaja 753
Bab 316: Anjuran Membatalkan Sumpah Bila Melihat Ada Sesuatu yang Lebih Baik 754
Bab 317: Dimaafkan Sumpah yang Tidak Sungguh-sungguh 755
Bab 318: Makruhnya Sumpah Dalam Jual Beli 756
Bab 319: Makruh Meminta dan Menolak Permintaan Jika Disebut Nama Allah 756
Bab 320: Haram Menggelari Penguasa Dengan Sebutan Syahansyah (Raja Diraja) 757
Bab 321: Larangan Memanggil Orang Fasik dan Pelaku Bid’ah Dengan Sebutan Sayyid 758
Bab 322: Makruh Memaki Demam 758
Bab 323: Makruh Memaki Angin 758
Bab 324: Makruh Memaki Ayam Jantan 759
Bab 325: Larangan Berkata: “Kita diberi hujan karena bintang ini” 760
Bab 326: Haram Memanggil Orang Islam: “Hai Kafir!” 760
Bab 327: Larangan Berkata Keji dan Jorok 761
Bab 328: Makruh Berbicara Secara Tidak Wajar 762
Bab 329: Makruh Mengucapkan: “Jiwaku busuk” 762
Bab 330: Makruh Menyebut Anggur Dengan Sebutan “Karm” 763
Bab 331: Larangan Menceritakan Keindahan Wanita Kepada pria 763
Bab 332: Makruh Berdoa: “Ya Allah, Ampunilah aku jika Engkau menghendaki” 764
Bab 333: Makruh Mengucapkan: “Jika Allah menghendaki dan fulan menghendaki” 764
Bab 334: Makruh Mengobrol Setelah Shalat Isya’ 765
Bab 335: Larangan Bagi Istri Menolak Ajakan Bersetubuh Suaminya Tanpa Udzur 766
Bab 336: Larangan Istri Berpuasa Sunnah Tanpa Seizin Suami Jika Dia Sedang di Rumah 766
Bab 337: Larangan Bagi Makmum Mendahului Gerakan Imam 766
Bab 338: Makruh Berkacak Pinggang Ketika Shalat 766
Bab 339: Makruh Shalat di Dekat Makanan, Sambil Manahan Kentut, Atau Menahan Buang Air Besar 767
Bab 340: Larangan Mengangkat Pandangan ke Langit Saat Shalat 767
Bab 341: Larangan Menoleh Sewaktu Shalat Tanpa Udzur 767
Bab 342: Larangan Shalat Menghadap ke Kuburan768
Bab 343: Larangan Berjalan di Depan Orang yang Sedang Mengerjakan Shalat 768
Bab 344: Makruh Melanjutkan Shalat Sunnah Setelah Iqamat Dikumandangkan 769
Bab 345: Makruh Mengkhususkan Hari Jum’at Dengan Shalat Ataupun Puasa769
Bab 346: Larangan Melakukan Wishal (Menyamnbung Puasa Sehari Semalam) 770
Bab 347: Larangan Duduk di Atas Kubur 770
Bab 348: Larangan Mendirikan Bangunan di Atas Kuburan 771
Bab 349: Larangan Budak Melarikan Diri dari Pemiliknya 771
Bab 350: Larangan Mengusahakan Keringanan Dalam Perkara Hudud 772
Bab 351: Larangan Berak di Tempat Umum 773
Bab 352: Larangan Kencing di Air yang Tergenang 773
Bab 353: Makruh Membeda-bedakan Pemberian di Antara Semua Anak 774
Bab 354: Larangan Bagi Wanita Berkabung Melebihi Tiga Hari 775
Bab 355: Larangan Mencegat Pedagang Desa Sebelum Sampai di Pasar 776
Bab 356: Larangan Menyia-nyiakan Harta 778
Bab 357: Larangan Menghunus Senjata Tajam Kepada Sesama Muslim 779
Bab 358: Makruh Keluar dari Masjid Setelah Adzan 779
Bab 359: Makruh Menolak Pemberian Harum-haruman 780
Bab 360: Makruh Memuji Orang Lain Secara Langsung 780
Bab 361: Makruh Keluar Atau Memasuki Daerah yang Sedang Tertimpa Wabah 782
Bab 362: Haramnya Sihir 784
Bab 363: Larangan Membawa Mushaf Al-Qur’an ke Negeri Kafir 785
Bab 364: Larangan memakai Perabot dari Emas dan Perak 785
Bab 365: Larangan Bagi Lelaki Memakai Pakaian yang Dicelup Dengan Warna Kuning 786
Bab 366: Larangan Membisu Sehari Semalam 787
Bab 367: Larangan Menyambung Nasab Bukan Kepada Bapaknya 787
Bab 368: Ancaman Bagi yang Melanggar Larangan Allah dan Rasul-Nya 789
Bab 369: Apa yang Harus Diucapkan dan Dilakukan Ketika Terlanjur Melanggar Larangan Allah 790

18. KITAB BUNGA RAMPAI DAN KISAH JENAKA 792

Bab 370:Berita Tentang Dajjal dan Pertanda Kiamat 792

19. KITAB ISTIGHFAR 831

Bab 371: Perintah Beristighfar dan Keutamaannya 831
Bab 372: Apa yang Dijanjikan Oleh Allah Bagi Orang-orang Beriman di Surga 835
Penutup 844

Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

baca referensi lain di wikipedia 

39741 Total Views 3 Views Today
Print Friendly, PDF & Email

Incoming search terms:

  • kitab riyadhus shalihin
  • isi kitab riyadhus shalihin
  • kitab riyadusholihin
  • kitab riyadussholihin
  • kitab riyadussolihin
  • terjemah kitab riyadhus shalihin jilid 1
  • kitab riyadus sholihin
  • kitab riyadhus shalihin jilid 1
  • kitab riyadhus shalihin lengkap
  • isi kitab riyadhus shalihin jilid 1
About Wisata Buku

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.