Pengantar Studi Syariah – Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan – Penerbit Robbani Press

Pengantar Studi Syariah - Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan - Penerbit Robbani PressNama Buku : Pengantar Studi Syariah

Ukuran/Hal : 15 x 23 cm /   halaman

Berat: 600 gram

Penulis: Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan

Penerbit: Penerbit Robbani Press

Harga : Rp  87.000 ,- –> Rp  79.000

Anda Hemat: Rp 8.000,-

Pemesanan: 0858 6766 8777 (SMS/Whatsapp/Line)

Line: Line Wisatabuku @smt6500o <- Cukup Klik Untuk Pengguna Line

Sinopsis Buku Pengantar Studi Syariah – Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan – Penerbit Robbani Press

Di antara keunggulan syariat Islam adalah penerapannya yang dinamis, fleksibel dan universal. Berlaku bagi semua manusia di semua tempat dan zaman serta mampu memenuhi semua kebutuhan umat manusia. Ini diakui para pakar hukum Barat sebagaimana ditetapkan oleh mereka dalam suatu konferensi undang-undang internasional di Lahai tahun 1938, “bahwa syari’at Islam dinilai sebagai salah satu sumber legislasi umum, dan bahwa syari’at Islam merupakan aturan yang dinamis dan fleksibel, mampu berkembang, dan berdiri sendiri tanpa diambil dari sumber lain.” Sedemikian rinci dan mendalam syariat Islam mengatur kehidupan manusia sehingga tidak ada satu pun aspek kehidupan yang luput dari perhatiannya.

Maka, memahami syariat Islam lebih detail merupakan suatu tuntutan. Buku ini merupakan referensi utama dari tuntutan tersebut. Pembaca akan terbelalak matanya setelah mengetahui keluasan dan keluwesan syariat Islam melalui buku ini. Selamat membaca!

Daftar Isi Buku Pengantar Studi Syariah – Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan – Penerbit Robbani Press

DAFTAR ISI

PENGANTAR PENERBIT   v
PENGANTAR PENULIS   vii
DAFTAR ISI   ix
PENDAHULUAN   1

BAGIAN I
MENGENAL SYARIAT ISLAM DAN KARAKTERISTIKNYA, FIQIH ISLAM, SEJARAHNYA, MADZHAB, DAN SUMBERNYA

BAB I

MENGENAL SYARIAT DAN FIQIH

Pasal Pertama
ARAB PRA-ISLAM: KONDISI SOSIOLOGIS
DAN PERUNDANG-UNDANGAN

PENDAHULUAN   12
Bahasan Pertama: Kondisi Sosiologis Bangsa Arab   14
• Asas Sistem Sosial Bangsa Arab dan Beberapa Gambarannya   15
• Pengaruh Islam terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Arab   18

Bahasan Kedua: Kondisi Perundang-undangan Masyarakat     Arab   26
• Pendahuluan   26
 Pertama: Undang-undang keluarga   27
1. Pernikahan dan Hukum yang Terkait Dengannya   27
2. Putusnya Ikatan Perkawinan   31
3. Wasiat dan Warisan   35
 Kedua: Mu’amalah   37
 Ketiga: Qishash dan Diyat   42
 Keempat: Bukti-bukti   43

Pasal Kedua
SYARIAT ISLAM
DEFINISI DAN KARAKTERISTIKNYA
Karakteristik Syariat Islam   45
• Pertama: Syariat Berasal dari Sisi Allah   45
• Kedua: Sanksi Dunia dan Akhirat dalam Syariat   50
• Ketiga: Syariat Berlaku Universal dan Abadi   53
 Bukti Pertama: Syariat tegak di atas prinsip “Jalbul Mashalih wa Dar’ul Mafasid” (Mendatangkan Maslahat dan Menolak Kerusakan)   54
 Bukti Kedua: Dasar-dasar Syariat dan Watak Hukum-hukumnya   59
 Bukti Ketiga: Sumber-sumber Hukum   69
 Bukti Keempat: Syariat Bersifat Menyeluruh   70

Pasal Ketiga
DEFINISI FIQH ISLAM DAN KARAKTERISTIKNYA
• Hubungan Fiqh dan Syariat   79
• Karakteristik Fiqh Islam   81

Pasal Keempat
HUBUNGAN ISLAM
DENGAN SYARIAT-SYARIAT TERDAHULU
• PENDAHULUAN   84
Bahasan Pertama: Hubungan Syariat Islam dengan Syariat-syariat Samawi   85
Bahasan Kedua: Hubungan Syariat Islam dengan Hukum Romawi   89
• Pendahuluan   89
• Argumentasi Terpengaruhnya Syariat Islam oleh Hukum Romawi   90
• Kritik dan Sanggahan   92
 Kritik dan Sanggahan Argumen Pertama   92
 Kritik Argumen Kedua   93
 Kritik Argumen Ketiga   95
 Kritik Argumen Keempat   98
 Kritik Argumen Kelima   101
• Kesimpulan   106

Pasal Kelima
PENJELASAN BEBERAPA KAIDAH
KULLIYAH DALAM FIQIH ISLAM
• PENDAHULUAN   108
Kaidah Pertama: Segala Perkara Tergantung Pada Tujuannya   110
Kaidah Kedua: Yang teranggap dalam Akad adalah Tujuan dan Makna Bukan Lafazh dan Kalimat   111
Kaidah Ketiga: Pada Dasarnya Ucapan itu Bermakna Hakiki   113
Kaidah Keempat: Memberlakukan Pembicaraan Itu Lebih Baik daripada Mengabaikannya   114
Kaidah Kelima: Perkataan tidak Dinisbatkan kepada Orang yang diam, tetapi Diam pada Saat Diperlukan Berarti Penjelasan  115
Kaidah Keenam: Tidak Boleh Melakukan Ijtihad saat Ada Nash   116
Kaidah Ketujuh: Keyakinan tidak Hilang oleh Keraguan   116
Kaidah Kedelapan: Pada Dasarnya Bebas Tanggung Jawab   117
Kaidah Kesembilan: Bukti Wajib atas Penggugat dan Sumpah Wajib atas orang yang Mengingkari   118
Kaidah Kesepuluh: Sesuatu yang Haram Diambil, Haram Pula Diberikan   119
Kaidah Kesebelas: Kebijakan Menyangkut Rakyat Terikat dengan Kemaslahatan   120
Kaidah Kedua Belas: Tidak Boleh Berbuat Madharat dan Tidak Boleh Membalas dengan Madharat   121
Kaidah Ketiga Belas: Madharat Harus Dihilangkan   122
Kaidah Keempat Belas: Mudharat yang Khusus Ditanggung (Boleh Dilakukan) untuk Mencegah Mudharat yang Umum   123
Kaidah Kelima Belas: Mudharat yang Lebih Berat Boleh Dihilangkan Dengan Mudharat yang Lebih Ringan   123
Kaidah Keenam Belas: Keadaan darurat Membolehkan Hal-hal yang Dilarang   124
Kaidah Ketujuh Belas; Hajat Menduduki Keadaan Darurat secara Umum atau Khusus   125
Kaidah Kedelapan Belas: Menolak Kerusakan Lebih Utama daripada Menarik Manfaat   125
Kaidah Kesembilan Belas: Adat Kebiasaan Bisa Dijadikan Acuan Hukum   126
Kaidah Kedua Puluh: Tidak Diingkari Adanya Perubahan Hukum dengan Sebab Perubahan Zaman   128
Kaidah Kedua Puluh Satu: Yang Teranggap Adalah yang Dominan dan Tersebarnya Luas, Bukan yang Jarang Terjadi  129
Kaidah Kedua Puluh Dua: Kerugian dengan Keuntungan   130
Kaidah Kedua Puluh Tiga: Kejahatan Hewan merupakan Kasus Force Majeure   130
Kaidah Kedua Puluh Empat: Seseorang tidak Boleh Bertindak terhadap Milik Orang Lain Tanpa Izinnya   131
Kaidah Kedua Puluh Lima: Upah dan Jaminan tidak Bisa Berkumpul   132
Kaidah Kedua Puluh Enam: Siapa yang Terburu-buru Mendapatkan Sesuatu sebelum Waktunya maka Dia Dihukum dengan tidak Memberikannya   132

BAB II

PERIODE-PERIODE FIQIH

PENDAHULUAN   135

Pasal Pertama
PERIODE PERTAMA MASA NABI
• Penetapan Syariat di Makkah   137
• Penetapan Syariat setelah Hijrah, atau Tasyri’ Madani   138
• Cara menetapkan Syariat   139
• Karakteristik Penetapan Syariat pada Periode Ini   140
– Pertama: Penetapan Syariat secara bertahap   141
– Kedua: Menghilangkan kesulitan   143
– Ketiga: Nasakh   145
• Ijtihad di Masa Nabi dan Pengaruhnya dalam Penetapan Syariat   146
• Tidak Ada Ikhtilaf d Masa Nabi   150
• Kodifikasi di Masa Nabi   150

Pasal Kedua
PERIODE KEDUA: MASA KHULAFA’ AR-RASYIDIN
PENDAHULUAN   151
• Cara Khulafa’ ar-Rasyidin dalam Mengenali Hukum   152
• Bukti Kebenaran Metode Sahabat dalam Mengenali Hukum-hukum   155
• Makna Ra’yu   156
• Memperhatikan Alasan Hukum dan Menjaga Kemaslahatan   157
• Hukum yang Diistinbathkan Berdasarkan Prinsip “Mendatangkan Kemaslahatan dan Menghindarkan Kerusakan”   162
• Penilaian Sahabat terhadap Pendapat Mereka   163
• Memperbanyak dan Mempersedikit Pendapat   164
• Perbedaan Pendapat   163
– Sebab-sebab perbedaan Pendapat Fuqaha’ di Masa Khulafa’ ar-Rasyidin   166
– Tidak Banyak Terjadi Perbedaan Pendapat   169
• Sahabat yang Paling Banyak Memberikan Fatwa   169
• Kodifikasi di Masa Khulafa’ ar-Rasyidin   170

Pasal Ketiga
PERIODE KETIGA
PENDAHULUAN   170
• Meluasnya Ruang Lingkup Fiqih dan Banyaknya Ikhtilaf dalam Berbagai Masalah   171
• Tersebarnya Periwayatan Hadits, Sebab dan Pengaruhnya   173
• Lahirnya Madrasah Ahli Hadits dan Ahli Ra’yu   176
• Pangkal Perbedaan antara Dua Madrasah   176
• Pertama: Penggunaan Ra’yu   177
• Kedua: percabangan atau Pengembangan Masalah   178
• Sebab-sebab Munculnya Madrasah Hadits di Madinah dan Madrasah Ra’yu di Kufah   178
• Kodifikasi Pada Periode ini   181

Pasal Keempat
PERIODE KEEMPAT
PENDAHULUAN   181
• Kecemerlangan Fiqih dan Sebab-sebabnya   182
• Lahirnya Madzhab-Madzhab   185

Pasal Kelima
PERIODE KELIMA
PENDAHULUAN   186
• Kecenderungan Bertaklid di Kalangan Fuqaha’   187
• Penutupan Pintu Ijtihad   189
• Karya Ulama Fiqih pada Periode ini   190

Pasal Keenam
PERIODE KEENAM
PENDAHULUAN   191
• Matan, Syarah dan Hasyiyah   192
• Buku-buku Fatwa   193
• Legislasi   193
• Kebangkitan Fiqih Kontemporer   196

Pasal Ketujuh
MENGENAL SEBAGIAN MUJTAHID
DAN MADZHAB FIQIH MEREKA
PENDAHULUAN   196
Pembahasan Pertama: Imam Abu Hanifah   197
• Abu Hanifah, Pemimpin Ahli Ra’yu   198
• Abu Hanifah dan Hadits   198
Metode Pengajaran Abu Hanifah   199
• Prinsip-prinsip Istinbath Abu Hanifah   200
• Murid-murid Abu Hanifah dan Kodifikasi Fiqihnya   201
Batasan Kedua: Imam Malik bin Anas   205
• Ushul Madzhab Imam Malik   207
• Murid-murid Imam Malik   209
• Kodifikasi dan Periwayatan Fiqih Imam Malik   210
• Al-Muwaththa’   210
• Al-Mudawwanah   210
Bahasan Ketiga: Imam Syafi’i   212
• Fiqh Imam Syafi’i   213
• Ushul Madzhab Imam Syafi’i   214
• Kodifikasi dan Periwayatan Fiwih Imam Syafi’i   215
Bahasan Keempat: Ahmad bin Hanbal   216
• Ushul Fiqih Ahmad bin Hanbal   217
• Kodifikasi dan Periwayatan Fiqihnya   218
Bahasan Kelima: Zaid bin Ali   219
• Kodifikasi dan Periwayatan Fiqih az-Zaidi   219
• Ushul madzhab az-Zaidi   221

Bahasan Keenam: Ja’far ash-Shadiq   222
• Dalil-dalil Fiqih al-Ja’fari   223
• Periwayatan dan Penyebaran Fiqih al-Ja’fari   223

Bahasan Ketujuh: Madzhab-Madzhab yang Punah   224
• Al-Auzai   225
• Sufyan ats-Tsauri al-Auzai   225
• Laits bin Sa’d   225
• Daud azh-Zhahiri   226
• Ibnu Jarir ath-Thabari   227

BAB III

SUMBER-SUMBER FIQIH

PENDAHULUAN DAN SISTEM PEMBAHASAN   229

Pasal Pertama
SUMBER-SUMBER POKOK AL-QUR’AN
DAN AS-SUNNAH
Bahasan Pertama: Al-Qur’an   230
• Karakteristik al-Qur’an   231
• Macam-macam Hukum al-Qur’an   233
• Cara Al-Qur’an Menjelaskan Hukum   233
• Mengaitkan Hukum dengan Akidah   236
• Uslub (Ungkapan) al-Qur’an dalam Menjelaskan Hukum   238

Bahasan Kedua: As-Sunnah   239
• Dalil Kedudukan Sunnah sebagai Hujjah dan Sumber Penetapan Hukum   239
• Macam-macam Sunnah dari Segi Sanadnya   241
• Macam-macam Sunnah dari Sisi Isinya   242
• Sunnah Tasyri’ dan Non-Tasyri’   243
• Macam-macam Hukum yang Tercantum dalam Sunnah   245
• Tingkatan Sunnah dalam Penggunaan Sebagai Hujjah   246

Pasal Kedua
SUMBER-SUMBER SEKUNDER
Bahasan Pertama: Ijma’   247
• Sandaran Ijma’   248
• Macam-macam Ijma’   248
• Apakah Ijma’ bisa Terjadi   249
• Urgensi Ijma’ di Masa Kini   249

Bahasan Kedua: Qiyas   250
• Contoh-contoh Qiyas   251
• Kekuatan Argumentasi Qiyas   252

Bahasan Ketiga: Istihsan   252
• Bentuk Pertama: Mengunggulkan Qiyas Khafi atas Qiyas     Jali   252
• Bentuk Kedua: Mengecualikan Juz’iyah dari Pokok atau Kaidah Umum   253
• Kekuatan Hujjah Istihsan   254

Bahasan Keempat: Al-Mashalih Al-Mursalah   255
PENDAHULUAN   255
• Definisi Al-Mashalih Al-Mursalah   255
• Kekuatan Hujjah Al-Mashalih Al-Mursalah   256

Bahasan Kelima: Sadd adz-Dzara’i’   257
• Kekuatan Hujjah Sadd adz-Dzara’i’   257

Bahasan Keenam: ‘Urf   258
• Macam-macam ‘Urf   259
• ‘Urf yang Mu’tabar (Diakui)   260
• Perubahan Hukum Karena Perubahan ‘Urf   261

Bahasan Ketujuh: Madzhab Sahabat   261
PENDAHULUAN   262
• Verifikasi Letak Perbedaan Pendapat Ulama   262

Bahasan Kedelapan: Syari’at Umat Sebelum Kita   263

Bahasan Kesembilan: Istishhab   268

BAGIAN 2
STUDI SISTEM PERUNDANG-UNDANGAN DALAM ISLAM

BAB I

SISTEM KEPEMILIKAN

Pasal Pertama
HARTA DAN MACAM-MACAMNYA
PENDAHULUAN   273
• Definisi Harta (Mal)   273
– Hak dan Manfaat   275
– Macam-macam Harta   278
– Harta Berharga dan Tidak Berharga   278
– Harta bergerak dan Harta Tidak Bergerak   280
– Mitsli dan Qimi   281

Pasal Kedua
MILIK ATAU KEPEMILIKAN
• Pengertian Milik   282
• Kepemilikan dan Harta   283
• Harta yang Dapat Dimiliki dan yang Tidak Dapat Dimiliki   283
• Macam-macam Kepemilikan   283
Bahasan Pertama: kepemilikan tak Sempurna   284
PENDAHULUAN   284
• Kepemilikan Benda Saja   285
• Kepemilikan Manfaat atau Hak Manfaat Personal   286
– Perbedaan antara Milik dan Ibahah (Pemberian Izin)   287
– Sebab-sebab Kepemilikan Manfaat   288
– Hukum-hukum Kepemilikan Manfaat   289
– Berakhirnya Hak Manfaat Personal   291
• Hak Manfaat material   292
– Pendahuluan   292
– Pertama: Hak Irigasi (Haq asy-Syirbi)   292
– Kedua: Hak Aliran   295
– Ketiga: Hak Mengalirkan   296
– Hak Melewati   296
– Hak Ta’alli (Meninggikan Bangunan)   297
– Hak Jiwar ( Tetangga)   298
• Sebab-sebab Tetapnya Kepemilikan Hak Irtifaq   300
– Syirkah ‘Aammah (Persekutuan Umum)   300
– Disyariatkannya Hak Ini dalam Akad Tukar Menukar   300
– Waktu yang Sudah Lama   301
• Perbedaan antara Hak Irtifaq (Hak Manfaat Umum) dan Hak Manfaat Personal   301

Bahasan Kedua: Kepemilikan Sempurna   303
PENDAHULUAN   303
• Beberapa Karakteristik Kepemilikan Sempurna   303
• Watak Hak Kepemilikan   304
• Syarat-syarat Hak Kepemilikan   307

Pasal Ketiga
SEBAB-SEBAB KEPEMILIKAN SEMPURNA
Bahasan Pertama: Penguasaan atas Harta tak Bertuan   313
• Sub Bahasan Pertama: Buruan   314
– Pertama: Penguasaan Hakiki   315
– Kedua: Penguasaan Secara Hukum   316
• Sub Bahasan Kedua: Rumput dan Belukar   318
• Sub Bahasan Ketiga: Tambang dan Barang Temuan di Dalam Tanah (Kunuz)   319
– Hukum-hukum Benda Tambang   320
– Kunuz (Harta Terpendam) dan Hukumnya   323
• Sub Bahasan Keempat: Menghidupkan Tanah Mati   324
– Pemagaran   326
– Izin Imam untuk Menghidupkan Tanah   328
– Hukum Tanah Setelah Ditinggalkan atau Diabaikan   330

Bahasan Kedua: Akad-Akad yang Mengalihkan Kepemilikan   331
Bahasan Ketiga: Waris   332
Bahasan Keempat: Syuf’ah   332
• Pada Masalah Apa Saja Syuf’ah Diterapkan?   335
• Sebab-sebab mendapatkan Hak Syuf’ah   338
• Urutan Syafi’ Menurut Madzhab Hanafi   340
• Perebutan Syafi’   340
• Syarat-syarat Syuf’ah   343
– Pertama: Masyfu’ fih dan Masyfu’ bih Harus Berupa Harta tak Bergerak   343
– Kedua: Keluarnya Masyfu’ fih dari Kepemilikan Pemiliknya secara Final dan dengan Ganti Hartanya   344
– Ketiga: Kepemilikan Masyfu’ bih Tetap pada Syafi’ hingga Syufi’ah Terlaksana   347
– Keempat: Tidak Adanya kerelaan Syafi’ Terhadap Penjualan   348
– Cara Melaksanakan Syuf’ah atau Proses Menuntut   Syuf’ah   349
– Menuntut untuk Menguasai Masyfu’ fih Seluruhnya   349
 Tahapan-tahapan Tuntutan   351
a. Tuntutan Segera (Thalab a-Mawatsabah)   351
b. Tuntutan Peneguhan (Thalab at-Taqrir)   352
c. Tuntutan Perkara (Thalab al-Khushumah)   353
– Kewajiban Syafi’   354
 Pertama: Pembayaran Tempo   354
 Kedua: Pengurangan dan Penambahan Harga   355

 Tindakan Pembeli pada Masyfu’fih   356
 Hal-hal yang Menggugurkan Syuf’ah   358

BAB II

TEORI AKAD
PENDAHULUAN   361
• ‘Aqd dan Tasharruf   361
• Tasharruf (Tindakan)   361
• Iltizam (Komitmen atau mengikat)   363
• Metode Kajian   364

Pasal Pertama
PENGADAAN AKAD
PENDAHULUAN   364
Bahasan Pertama: IJAB DAN QABUL   365
PENDAHULUAN   364
• Pertama: Setiap pelaku Akad Mengungkapkan Keinginannya yang Sah untuk Mewujudkan Akad   365
• Kedua: Kesesuaian Ijab dengan Qabul   366
• Ketiga: Setiap Pelaku Akad Mengetahui Hak yang Keluar dari Pihak Lain   367
• Keempat: Bersambungnya Qabul dengan Ijab dalam Majelis Akad   367
• Khiyar ar-Ruju’ (Pilihan untuk Menarik Kembali)   369
• Penyampai Ijab Kehilangan Kelayakannya   370
• Satu Ungkapan dan Dampaknya dalam Mewujudkan Akad   370
Bahasan Kedua: Shighat Akad   372
• Pengertian Shighat Akad   372
• Mengungkapkan Keinginan dengan Lafazh, atau Shighat Lafzhiyah   372
• Mengungkapkan Keinginan Tidak dengan Lafazh   375
– Tulisan   375
– Isyarat   375
– Perbuatan   376
– Diam   378
Bahasan Ketiga: Keinginan Lahiriah dan Keinginan Batiniah   379
• Kondisi Pertama   380
• Kondisi Kedua   380
• Kondisi Ketiga   381
• Kondisi Keempat   381
• Kondisi Kelima   381
• Kondisi Keenam   383
• Kondisi Ketujuh   383
• Kondisi Kedelapan   384
• Pendapat yang Rajih   385

Pasal Kedua
OBYEK AKAD
• Obyek Akad (Mahallul ‘aqdi)   387
• Syarat-syarat Obyek Akad   387
– Pertama: Bisa Dikenal Hukum Akad Secara Syarat   387
– Kedua: Keberadaan Obyek Akad pada Waktu Akad   387
– Ketiga: Diketahui   390
– Keempat: Bisa Diserahkan   391

Pasal Ketiga
PELAKU AKAD
PENDAHULUAN   392
Bahasan Pertama: AHALLIYAH   393
• Kecakapan Mengemban Kewajiban (Ahaliyatul Wujub)   393
• Kecakapan Bertindak (Ahaliyatul Ada’)   394
• Kecakapan Sempurna dan Tak Sempurna   394
– Periode Pertama: Periode Janin   395
– Periode Kedua: Periode Kelahiran Hingga Umur Tamyiz   395
– Periode Ketiga: Periode Tamyiz Hingga Baligh   396
– Periode Keempat: Baligh Disertai Dewasa (Rusyd)   397
Bahasan Kedua: Penghalang Kecakapan   398
PENDAHULUAN   398
• Sub Bahasan Pertama: Faktor-faktor Penghalang dari Langit (Samawi)   399
– Pertama: GILA   399
 ‘Penahanan’ (Hijr) orang gila   399
– Kedua: Lemah Akal (al-‘Atah)   400
 Orang lemah Akal dan Undang-Undang Hukum Perdata Irak dan Mesir   401
– Ketiga: tidur dan Pingsan   402
– Keempat: Sakit   402
 Pernikahan Orang Sakit   404
 Perceraian Orang Sakit   404
 Perceraian Orang Sakit dalam Undang-Undang Hukum Perdata Irak dan Mesir   405
• Sub Bahasan Kedua: Faktor Penghalang Akibat Tindakan Manusia (Muktasab)   406
– Pertama: Kelemahan Akal (Safah)   406
 Menyerahkan Harta kepada Orang yang Baligh dalam Keadaan Lemah Akal   406
 Apakah Rusyd (Dewasa) yang Dimaksudkan Secara Hakiki atau Perkiraan   408
 Pendapat yang Rajih   410
 Penahanan (Harta) Orang yang lemah Akal   410
 Dalil-dalil   411
 Pendapat yang Rajih   414
 Kapan Penahanan Harta Orang Lemah Akal Berakhir?   414
 Hukum Tasharruf Orang Lemah Akal yang Ditahan (Hartanya)   415
 Orang Lemah Akal dalam Undang-Undang Hukum Perdata Mesir   410
– Kedua: MABUK   417
 Pendahuluan   417
 Mabuk dengan Cara Mubah   417
 Mabuk dengan Cara Haram   417
o Pendapat Pertama   417
o Pendapat Kedua   418
o Dalil-dalil Pendapat Pertama   418
o Dalil-dalil Pendapat Kedua   419
o Pendapat yang Rajih   419
 Hukum Orang Mabuk dalam Hukum Positif   420
Bahasa Ketiga: WALAYAH   421
• Macam-macam Walayah   421
– Pertama: Walayah Dzatiyah   421
– Kedua: Walayah Muta’addiyah   422
• Wilayah atas Diri dan Harta   422
– Pertama: Walayah atas diri   423
– Kedua: Walayah atas harta   423
• Syarat-syarat Perwalian Harta atas Anak Kecil dan yang Memiliki Kesamaan Hukum   425
• Tasharruf Wali   425
Bahasan Keempat: Wakalah   426
• Rukun Wakalah   427
• Syarat-syarat Wakalah   428
– Pertama: Syarat Mukakkil (Orang yang mewakilkan)   428
– Kedua: Syarat Wakil   429
– Ketiga: Syarat Sesuatu yang Diwakilkan (Muwakkal Fih)   429
• Macam-macam Wakalah   431
• Wakil Mewakilkan Apa yang Diwakilkan itu kepada Orang Lain   433
• Banyak Wakil   433
• Hukum dan Hak Akad, dan Kepada Siapa Hak Kembali?   434
– Pertama: Hukum Akad   435
– Hak-hak Akad   435
• Hubungan Wakil dengan Muwakkil   437
• Berakhirnya Wakalah   437
Bahasan Kelima: Fudhuli   438
• Hukum Akad Fudhuli   439
• Pendapat yang Rajih dan Syarat-syarat Pemberlakuannya   440

• Dampak Perizinan   441
• Syarat Sah Perizinan   442
• Faskh (membatalkan) Akad Sebelum Perizinan   443

Pasal Keempat
CACAT-CACAT AKAD
PENDAHULUAN   444
Bahasan Pertama: Kekeliruan   444
• Kekeliruan yang Jelas dan Tidak Jelas   445
• Pengaruh Kekeliruan dalam Akad   445
Bahasan Kedua: Penipuan dan Manipulasi   447
• Ghabn   447
• Macam-macam Ghabn   447
• Taghrir (Manipulasi)   448
• Macam-macam Taghrir   448
– Pertama: Dampak Ghabn dan Taghrir terhadap Akad   449
– Kedua: Pengaruh Taghrir Saja   451
– Ketiga: Pengaruh Ghabn dan Taghrir Bersamaan   451
Bahasan Ketiga: Pemaksaan   452
• Pengertian dan Syarat-syarat Pemaksaan   452
• Macam-macam Pemaksaan   453
• Dampak Pemaksaan Pada Akad dan Tasharruf Orang yang Dipaksa   454
• Pendapat yang Rajih   457

Pasal Kelima
MACAM-MACAM AKAD
PENDAHULUAN   459
Bahasan Pertama: Macam-macam Akad Menurut Sifatnya   459
• Pendahuluan   459
• Pertama: Akad yang Sah dan Tidak Sah   460
– Akad yang Sah dan Tidak Sah Menurut Mayoritas Fuqaha’   462
• Kedua: Terlaksananya (Nafidz) dan Tertangguhkan (Mawquf)   462
• Ketiga: Akad yang Mengikat (Lazim) dan Akad Tak-Mengikat (Ghair Lazim)   463

Bahasan Kedua: Akad Menurut Kebersambungan Hukumnya dengan Shighat-nya atau Kebersambungan Dampak-dampaknya dengan Shighat-nya   464
• Pertama: Akad yang Terlaksana Seketika (Munjiz)   465
• Kedua: Akad yang Disandarkan kepada Waktu Mendatang   466
• Akad-akad yang Tergantung (Mu’allaq)   468
Bahasan Ketiga: Macam-macam Akad Menurut Jenis Dampaknya   471

Pasal Keenam
KHIYAR (HAK MENENTUKAN PILIHAN)
PENDAHULUAN   473
Bahasan Pertama: Khiyar Syarat   474
• Pengertian Khiyar Syarat   474
• Jangka Waktu Khiyar Syarat   474
• Akad-akad yang Dapat Dikenakan Khiyar Syarat   475
• Pengaruh Khiyar Pada Akad   476
• Berakhirnya Khiyar Syarat   476
Bahasan Kedua: Khiyar Ta’yin   477
• Syarat-syarat Sah Khiyar Ta’yin   478
• Hal-hal yang Menggugurkan Khiyar Ta’yin   479
• Ahli Waris Khiyar Ta’yin   479
Bahasan Ketiga: Khiyar Ru’yah   480
• Pengertian   480
• Makna Melihat (Ru’yah) dan Hal yang Terwujud Karenanya   480

• Akad yang Dapat Dikenakan Khiyar Ru’yah   481
• Persyaratan Khiyar Ru’yah   482
• Waktu Terjadinya Khiyar dan Batas Waktunya   482
• Pengaruh Khiyar Ru’yah pada Akad   483
• Hal-hal yang Membatalkan Khiyar Ru’yah   484
Bahasan Keempat: Khiyar Aib   486
• Pengertian dan Akad-akad yang Dapat Diberlakukan Khiyar Aib   486
• Aib yang Dapat Dikenai Khiyar   486
• Sebab Khiyar Aib   487
• Syarat-syarat Ditetapkannya Khiyar Aib   487
• Dampak Khiyar Aib pada Akad   488
• Gugurnya Khiyar Aib   489
• Pengembalian dengan Sebab Penyusutan   490
• Pewarisan Khiyar Aib   491

Pasal Ketujuh
SEJAUH MANA KEKUATAN KEINGINAN DALAM
MENGADAKAN AKAD DAN SYARAT-SYARAT
PENDAHULUAN   492
• Pertama: Pendapat yang Mempersempit   493
– Dalil-dalil Pendapat Ini   493
• Kedua: Pendapat yang Memperluas   494
– Dalil-dalil Pendapat yang Memperluas   496
• Ketiga: Pendapat Moderat   500
– Pertama: Syarat Sah   500
– Kedua: Syarat Fasid   501
– Ketiga: Syarat Batil   501

BAB III

TINDAK KEJAHATAN DAN SANKSI
PENDAHULUAN   503
• Pengertian Tindak Kejahatan (Jarimah)   504
• Dasar Penilaian Tindak Kejahatan   505
• Asas dan Tujuan Pensyari’atan Sanksi   506
• Macam-macam Tindak Kejahatan   509
– Pertama: Tindak Kejahatan yang Dikenai Hukuman Hadd   509
a. Zina   510
b. Qadzaf   512
c. Minum Khamer   513
d. Pencurian   513
e. Perampokan di Jalan   514
f. Murtad   515
– Kedua: Kejahatan yang Diberi Sanksi Qishas dan Diyat   515
– Ketiga: kejahatan yang Dikenai Hukuman Ta’zir   517
• Berlakunya Undang-Undang Pidana Islam dari Segi Tempat   518
• Berlakunya Undang-Undang Pidana Islam di Luar Negara Islam   520
PENUTUP   522
BIOGRAFI   523

*****

Review Buku Pengantar Studi Syariah – Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan – Penerbit Robbani Press


Author: by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

baca referensi lain di id.wikipedia

768 Total Views 6 Views Today
Print Friendly

Incoming search terms:

  • abdul karim zaidan
  • terjemah kitab syariah islamiyah doktor abd karim zaidan
  • buku karya dr abdul karim zaidan
  • buku pengantar studi islam pdf
  • dalil dalil hukum bab 2 abdul karim zaidan pdf
About Wisata Buku

Wisatabuku.com adalah tempat Share daftar isi buku islam, resensi, sinopsis, review, dan tempat belanja buku online. Anda juga dapat mendownload majalah maupun buletin di blog ini. Pemesanan: 0857 2510 6570

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.