Hambatan Hambatan Dakwah – Muhammad Ahmad Ar Rasyid – Penerbit Robbani Press

Hambatan Hambatan Dakwah - Muhammad Ahmad Ar Rasyid - Penerbit Robbani PressNama Buku : Hambatan Hambatan Dakwah

Ukuran/Hal : 15 x 23 cm / 362  halaman

Berat: 00 gram

Penulis: Muhammad Ahmad Ar Rasyid

Penerbit: Penerbit Robbani Press

Harga : Rp  55.000 ,- –> Rp  50.000

Anda Hemat: Rp 5.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan Via Line: Line Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Buku Hambatan Hambatan Dakwah – Muhammad Ahmad Ar Rasyid – Penerbit Robbani Press

Bila anda ingin tetap berada di jalan dakwah hingga nafas terakhir maka Anda harus bisa melewati berbagi hambatan yang menghadang di jalan dakwah ini, khususnya berbagai ambatan internal. Tetapi sayang banyak diantara para aktivis dakwah yang kurang memahami berbagai hambatann internal ini, karena untuk mengetahui hal ini memang memerlukan kajian mendalam yang mampu mengungkapkan berbagai pengalaman para pelopor dakwah dikalangan para Nabi dan Ulama’ pewaris Nabi dalam meniti jalan dakwah ini.

Berdasarkan pengamatan, pengalaman dan interaksi dakwahnya yang sangat dalam dan panjang bersama gerakan Islam terbesar abad ini, penulis buku ini berhasil membukukan berbagai pengalaman para ulama’ dakwah –dahulu maupun sekarang- dalam meniti dakwah ini, sehingga buku ini lebih merupakan rangkuman pengalaman ketimbang kumpulan teori. Disinilah letak keistimewaan buku ini, disbanding buku-buku dakwah yang bisa Anda baca selama ini.

Disamping keistimewaan lainnya yang menjadi ciri khas penulis buku ini: Melakukan kajian fiqh dakwah dengan bahasa yang sarat ruhiyah. Sehingga Anda akan mendapatkan dua hal dalam buku ini, wawasann dakwah yang luas dan sekaligus pengatan spiritual yang tangguh, Insya Allah.

Daftar Isi Buku Hambatan Hambatan Dakwah – Muhammad Ahmad Ar Rasyid – Penerbit Robbani Press

Daftar Isi

SEKAPUR SIRIH  vii
KANDUNGAN BUKU  ix
PENDAHULUAN : BUNGA MAWAR INI  1

I. JAMA’AH SATU HATI  5
• Keletihan Spiritual (Futuh) dan Dosa  7
• Kasih Sayang dan Jalinan Hubungan  9
• Pemimpin harus Menjadi Pelopor  11
• Hasutan yang Tersembunyi  13
• Tidak Ada Gunanya Ketaatan yang Bermuatan Hawa Nafsu  14

II. MENUJU TARBIYAH ISLAMIYAH  18
• Keasyikan yang Membuat Ifrath (sikap Berlebihan)  20
• Sikap ati-hati yang Memberi Inspirasi  21
• Para Pewaris Nabi tidak Bersikap Ceroboh  23
• Metode Kaum Salafi dalam Mengajarkan Kesetiaan  24

III. TA’WIL YANG MENYESATKAN  27
• Persaudaraan Amal Karena Allah  28
• Awal Fitnah adalah Ta’wil (Interpretasi)  30
• Ketika Noda Hitam telah Menyebar di Hati  32
• Da’wah ini Terpelihara  34
• Berbagai Faktor Penghancur  35

IV. MATA RANTAI AIB  39
• Pemilik Aib Memerlukan Propaganda  40
• Sempurna dalam Diam  40
• Peneguhan dan Pelemahan  42
• Aib Mempunyai Titik Tolak  45

V. ANAK PANAH SYETAN  50
• Jauhilah walaupun anya Dosa Kecil  50
• Meneladani Kebersihan Moral Umar r.a  53
• Jangan Merasa Tinggi Diri (anak Panah Pertama: Sifat ‘Ujub)  54
• Lima Tempat Jatunya Orang yang Suka Pujian  57
• Cukuplah Allah yang Akan Membersihkan Diri Kita  60

VI. MENGEKANG HAWA NAFSU UNTUK DENYUT NADI PERTAMA  63
• Bersama Allah dalam Segala Keadaan  65
1. Bersama Allah dalam Berpikir  65
2. Bersama Alla dalam Melihat  65
3. Bersama Allah ketika Terjadi Bahaya  65
4. Bersama Allah dalam Berjamaah  65
5. Bersama Allah dalam Mencintai Hamba-hamba yang Bertaqwa  66
6. Bersama Allah dalam Membenci Hamba-hamba yang Durhaka  66
• Bersama Hakikat Manusia dan Nasib Akhirnya  67
• Seorang Pendaki yang Takut Jatuh  69
• Sebab Hawa Nafsu  70
• Hawa Nafsu adalah Tawanan dan Belenggu  70
• Pertikaian Menyebabkan Terhentinya Amal  72
• Keharusan Memberi Terapi kepada Hawa Nafsu  74

VII. MENYATUKAN HATI  80
• Kelompok yang Tegar Tetap Eksis  81
• Teori “Keragaman yang Disatukan”  84
• Bersama Kawanan Burung dalam Satu Irama Nyanyian  87
• Tau Kerusakan Diri adalah Maslahat  88
• Pembersihan dan Penjernihan  91
• Akhir Dirimu Busuk Wahai Manusia  91

VIII. KEPRAJURITAN, JALAN MENUJU KEPEMIMPINAN  95
• Kepemimpinan adalah Beban yang Berat  96
• Umar Mengembangkan Teori Penyatuan Hati  97
• Madrasah Ats-Tsauri Melanjutkan Tarbiyah  99
• Pengujian dan Berangsur-angsur  102
• Tidak….Wahai Abdul Rahman  104
• Penjelasan Sayyid Quthb  105
• Pengecualian Tidak Boleh Dijadikan Prinsip Utama  111
• Yusuf dan Perbendaharaan Negara  112
• Berpikir Panjang, Pangkal Keselamatan  115
• Lebih Beik Kita Serahkan kepada Pemimpin  117

IX. CAHAYA KECERDASAN MENGHAPUS KEGELAPAN  119
• Menghisab Diri pada Masa-masa Berpikir Panjang  120
• Satu Hati yang Menunda  121
• Kesulitan, Ia tidak Mempunyai Sikap Diam  123
• Mengapa Kering Wahai Mata  126
• Jangan Kau Zalimi Dirimu dengan Memilih Kegelapan  128
• Senyum karena Malu adalah Kunci segala Cahaya  130
• Cahaya Pertama : Isti’adhah kepada Allah dari Berbagai Fitnah   132

X. SALING MENASEHATI DAN SALING MEMOHONKAN AMPUN  135
• Cahaya Kedua : Pemurnian Niat dari Segala Noda  138
• Cahaya Ketiga : Rela Menerima Nasehat dan Memintanya dari Para Ahli  142
• Bahkan, Mintalah Nasehat itu  145
• Cahaya Keempat : Mensosialisasikan Mentalitas Saling Memaafkan  147

XI. SYARAT DENGAN SYARAT  151
• Teguran Bijaksana Diawali dengan Penjelasan dan Diakhiri dengan Senyuman  152
• Cahaya Kelima : Tetap Memegang Sikap Walaupun Kemarahan sedang Memuncak  154
• Cahaya Keenam : Menilai Seorang Muslim dengan Berbagai Kebaikan dan Kesalahannya secara Adil  158
Aisyah Menerapkan Timbangan ini  159
• Berharap tanpa Mau Meminta Syarat  164

XII. IA ADALAH DARAH DA’WAH  167
• Cahaya Ketujuh : Memperhatikan Aib Diri  169
• Sebab-sebab Penyakit Suka Mencela Orang Lain dan Berbagai Gejalanya  171
• Obat Penyakit Suka Mencela adalah dengan Merasakan Muroqobatullah  174
• Cahaya Kedelapan : Menjaga Telinga dari Mendengar Celaan  177
• Cahaya Kesembilan : Menasehati Para Pemimpin secara Tertutup  178
• Janganlah Kamu Membantu si Penumpah Darah  180

XIII. DA’WAH PERKATAAN YANG BAIK  183
• Keraguan yang Muncul  185
• Cahaya Kesepuluh : Mengurangi Bicara  189
• Ucapan yang Baik akan Mengangkat Derajat Seorang Hamba  191
• Ucapan yang Benar termasuk Perbuatan yang Benar  194
• Sifat Diam telah Menjadi Budaya  196

XIV. KEBAIKAN YANG MENJAUHI ORANG-ORANG YANG BERGADUH  200
• Kafilah Ketenangan Saling Memberi Petunjuk  202
• Bagaikan Diamnya Landasan Tukang Besi  207
• Cahaya Kesebelas, yang Memancarkan Sifat Mulia : Menahan Diri dari Perbantahan  209
• Cahaya Keduabelas : Berpegang kepada Kejujuran di Masa Fitnah  211

XV. MAJELIS RAHASIA DI LUAR JAMA’AH, JALAN KEBATILAN  215
• Fitnah adalah Sisa Akhlaq Jahiliyah  216
• Kesadaran yang Menyingkap Kepalsuan  219
• Cahaya Ketigabelas : Meninggalkan Najwa’ (Majelis Rahasia di Luar Jama’ah)  221
• Ijtihad tidak akan Tumbuh di dalam Kantong-kantong  223
• Cahaya Keempatbelas : Ajaklah Hatimu Membenci Fitnah  227

XVI. GEJOLAK API YANG DINGIN  231
• Menghidupkan Majelis-majelis Dzikir  232
• Tinggalkanlah Perkataan yang Buruk  234
• Cahaya Kelimabelas : Mengetahui Bahwa Allah tidak akan Memperbaiki Perbuatan Para Perusak  236
• Cahaya Keenambelas : Menuduh Keburukan yang Jelas  239
• Kepemimpinan Da’wah ini Seperti Kepemimpinan Sholat  242
• Tanda Keburukan Sangat Jelas  244
• Hati dapat Melihat apa yang tidak dapat Dilihat Mata  244

XVII. MEREKA YANG SUDAH BERHIJRAH ENGGAN MENJADI BADUI LAGI  248
• Sebuah Pelita yang Minyaknya adalah Taubat   249
• Cahaya Ketujuhbelas : Menghindari Pengkhianatan Bai’at  252
• Tetap Mentaati Allah dalam Menyikapi Orang yang Bermaksiat  254
• Cahaya Kedelapanbelas : Kesalahan Berdalih dengan Berbagai Kekeliruan Kaum Salaf  256
• Cahaya Kesembilanbelas : Larangan Syari’at kepada Kaum Muhajirin untuk Menjalani Kehidupan Badui  258

XVIII. DIA BENAR TETAPI PENDUSTA  263
• Alat Penjernihan Para Kader  264
• Cahaya Kedua Puluh : Ia Menggambarkan Indahnya Pengorbanan yang Didasarkan pada Perintah Pemimpin  266
• Cahaya Keduapuluh Satu : Ia Mengungkapkan bahwa Panglima Kebatilan Tetap Tercela, sedang Prajurit Kebenaran tetap Terpuji  270
• Cahaya Keduapuluh Dua : Perkataan yang Benar belum Cukup untuk Menyatakan Kebaikan secara Mutlak  271
• Cahaya Keduapuluh Tiga, yang Mengingatkan Kita bahwa : Buruknya Para Pemimpin adalah Tanda Bahaya bagi Jama’ah  273

XIX. RUNTUHNYA PUSAT BUDAYA  276
• Cahaya Keduapuluh Empat : Berusaha Keras Menyelamatkan Diri  280
• Cahaya Keduapuluh Lima, yang akan Membantu : Memahami : Tujuan Penghancuran Masjid Dirar  284
• Cahaya Keduapuluh Enam : Meningkatkan Kewaspadaan Fitnah Akhir Zaman  287

XX. DARAH DI ATAS MUSHAF  293
• Menara Cahaya Keduapuluh Tujuh : Belajar dari Sejarah  297
• Cahaya Keduapuluh Delapan, yang Dinyalakan dengan Keindahan : Berpaling dari Orang-orang Bodoh  302
• Cahaya Keduapuluh Sembilan : Meredam Rumor  303
• Cahaya Ketiga Puluh : Yaitu Cahaya Peringatan Berwarna Merah sebagai Tanda Bahaya Besar  305

XXI. BANGKITNYA SEORANG YANG BERSALAH  312
• Apabila Akal Dikalahkan oleh Syahwat  315
• Dua Pucuk Surat antara Amir dan Da’i   316
• Persekutuan Orang-orang yang Beristirahat  324
• Fatwa-fatwa Fuqoha tentang Pembersian Barisan  328
• Ghurur Seorang Faqih Menjadi Penghalang Pengangkatannya sebagai Amir  331

XXII. BUKAN SOMBONG … MEMILIH ORANG PILIHAN  334
• Harapan yang Menggerakkan dan Rahmat yang Menggiurkan  335
• Penggusuran yang Sulit  337
• Kebaikan yang Terus Mengalami Penurunan  340
• Ahli Sejarah Islam Mengabadikan Berbagai Fadhilah Kaum Salaf, karena Keindahan Berbagai Fadhilah Itu  341
• Kemunduran yang Melemahkan Semangat  343
• Mempersiapkan Diri Tanpa Sombong  345
• Baasa Kiasan Para Penyampai Nasehat, tidak boleh Difahami secara Jumud  346
• Jangan Samakan antara Dosa Kecil dan Dosa Besar  348
• Bersikap Adillah dalam Menilai Kami, Wahai Pengkritik  355
• Pintu yang Selalu Terbuka kepada Para Pengetuk  357
• Kami tetap Introspeksi tetapi tidak Mau menyiarkannya  358
• Kami tidak Ridha kepada Bid’ah  358
• Semua Kebijakan adalah Mempertimbangkan Kemaslahatan  359

XXIII. KALIMAT AKHIR  362

Review Buku Hambatan Hambatan Dakwah – Muhammad Ahmad Ar Rasyid – Penerbit Robbani Press

Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

410 Total Views 1 Views Today
Print Friendly

Incoming search terms:

  • hambatan dakwah
  • download buku hambatan dakwah?
  • hambatan di jalan dakwah
About Wisata Buku

Wisatabuku.com adalah tempat Share daftar isi buku islam, resensi, sinopsis, review, dan tempat belanja buku online. Anda juga dapat mendownload majalah maupun buletin di blog ini. Pemesanan: 0857 2510 6570

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.