Umar bin Abdul Aziz – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Darul Haq

Umar bin Abdul Aziz - Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi - Penerbit Darul HaqNama Buku : Umar bin Abdul Aziz

Ukuran/Hal : 16 x 24.5 cm / 625  halaman

Berat: 1000 gram

Penulis: Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi

Penerbit: Penerbit Darul Haq

Harga : Rp  99.000 ,- –> Rp  89.000

Anda Hemat: Rp 10.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan Via Line: Line Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Buku Umar bin Abdul Aziz – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Darul Haq

Hebatnya pencapaian Umar bin Abdul Aziz dalam mengelola negara berawal dari kesungguhannya menuntut ilmu, ditopang oleh orientasi yang lurus kepada Allah, dan jerih payah tiada kenal lelah. Dari pengabdian yang penuh dedikasi inilah, lahir negara yang adil yang terwujud dalam bentuk: Menegakkan prinsip syura (musyawarah), menegakkan keadilan, mengikis segala bentuk kezhaliman, bahkan memakzulkan para gubernur yang diketahui bertindak zhalim, menghapuskan tindak semena-mena terhadap masyarakat kecil bahkan terhadap kafir dzimmi sekalipun.

Reformasi Umar menyeluruh segala bidang: kehidupan keagamaan, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Perekonomian misalnya, tegak di atas nilai-nilai kebenaran, keadilan dan penghapusan kezhaliman dalam segala sektor, meletakkan target-target ekonomi yang lriil, pembagian harta kekayaan yang masuk ke dalam kas negara secara adil, meningkatkan taraf ekonomi dan kemakmuran masyarakat, berikut langkah-langkah yang riil, seperti: Menyediakan iklim yang kondusif yang menunjang pertumbuhan ekonomi, membuka kebebasan ekonomi dalam skala luas, menetapkan regulasi perdagangan, kebijakan pertanian, dan menyediakan infrastruktur yang baik, sehingga semua orang dengan suka cita ikut terlibat dalam aktifitas ekonomi, bahkan lahan-lahan yang mati menjadi hidup. Hasilnya, masyarakat luas, Muslim dan non Muslim, hidup berkecukupan sampai tak ada orang yang mau menerima zakat dan sedekah.

Tonggak penting dalam negara yang dibangun Umar adalah: Pertama, berdirinya pusat-pusat kajian ilmiah dan pendidikan, dan Kedua, orang-orang yang menjadi penasehat, Gubernur dan jabatannya adalah orang-orang yang jujur, amanah, shalih dan berilmu.

Kekhalifahan Umar ini adalah fakta sejarah di depan mata orang-orang yang senantiasa meneriakkan, “Negara yang berdiri di atas Syariat Islam sangat rentan didera berbagai masalah dan krisis, sangat beresiko hancur setiap saat, negara model begini hanyalah mimpi.” Padahal sejarah itu terus menantang dengan mengatakan, “Tunjukanlah bukti kebenaranmu, jika kamu adalah orang yang benar.” (Al-Baqarah: 111). Dan kekhalifahan Umar ini adalah bantahannya, dimana dengan dasar Syariat, keadilan menjadi tegak, hingga tidak ada tirani minoritas dan tidak ada minoritas yang tertindas.

Semua ini bermuara dari kepribadian Umar yang agung: Memiliki akidah yang lurus, rasa takutnya yang sangat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, jujur, amanah, zuhud, wara’, tawadhu’, pribadi yang tenang, sifat pemaaf, lapang dada, sabar, tegas, adil, rendah hati, ulet dalam bekerja, dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa pamrih.

Umar bin Abdul Aziz adalah contoh “Pemimpin yang Adil, Jujur, Amanah, dan Shalih”, “Ulama Pembaru Agama”, dan “Reformis Sosial” sejati.

Daftar Isi Buku Umar bin Abdul Aziz – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Darul Haq

DAFTAR ISI

Daftar Isi  V
Mukadimah   1

Pembahasan Pertama: Dari Kelahiran Sampai Kekhilafahannya   11

Pertama: Nama, Gelar, Kunyah dan Keluarganya   13

Kedua: Faktor-faktor yang Berpengaruh dan Membentuk Kepribadian Umar bin Abdul Aziz   21

1. Kondisi Keluarga   21
2. Kecintaannya Terhadap Ilmu Sejak Dini dan Hafalannya Terhadap al-Qur’an al-Karim   22
3. Kondisi dan Realita Masyarakat   27
4. Umar bin Abdul Aziz Dididik di Bawah Asuhan Para Fuqaha’ dan Ulama Besar Madinah   27

Ketiga: Kedudukan Umar bin Abdul Aziz dari Sisi Keilmuan   31

Keempat: Umar bin Abdul Aziz di Zaman al-Walid bin Abdul Malik   33

1. Umar bin Abdul Aziz Sebagai Gubernur Madinah   35
2. Majelis Syura Umar bin Abdul Aziz adalah Majelis Fuqaha’ (Ulama-ulama Fikih) Madinah yang Berjumlah Sepuluh   36
3. Peristiwa yang Disayangkan Terjadi Selama Umar bin Abdul Aziz Menjadi Gubernur   38
4. Nasihat Muzahim, Mantan Sahaya Umar, Kepadanya   40
5. Antara Umar bin Abdul Aziz dengan al-Hajjaj di Zaman al-Walid   41
6. Umar bin Abdul Aziz Kembali ke Damaskus   42
7. Nasihat Umar Kepada al-Walid Agar Membatasi Wewenang Gubernurnya dalam Menetapkan Hukuman Mati   43
8. Pandangan Umar bin Abdul Aziz dalam Bermu’amalah dengan Sekte Khawarij   46
9. Nasihat Umar bin Abdul Aziz Kepada al-Walid Manakala Hendak Menyingkirkan Sulaiman bin Abdul Malik dan Mengangkat Anaknya Sebagai Putra Mahkota   47

Kelima: Umar bin Abdul Aziz di Zaman Sulaiman bin Abdul Malik   47

1. Sebab-sebab Sulaiman Mendekatkan Umar Kepadanya   48
2. Pengaruh Umar Terhadap Sulaiman dalam Mengeluarkan Keputusan-keputusan Perbaikan   48
3. Umar Mengingkari Sulaiman bin Abdul Malik Ketika Hendak Menjadikan Surat Bapaknya Sebagai Keputusan Hukum   49
4. Umar Mengingkari Sulaiman dalam Perkara Infak   50
5. Dorongan Umar Kepada Sulaiman untuk Mengembalikan Hak-hak Kepada Para Pemiliknya   51
6. Aku Melihat Dunia Memakan Dunia   51
7. Mereka adalah Orang-orang yang Akan Menuntutmu di Hari Kiamat   52
8. Kisah Zaid bin al-Hasan bin Ali dengan Sulaiman   52

Keenam: Khilafah Umar bin Abdul Aziz   54

1. Manhaj Umar bin Abdul Aziz dalam Menata Negara Sejak Pidato Pertamanya   58
2. Berusaha Keras untuk Beramal (Bekerja) dengan Berpedoman Pada al-Qur’an dan as-Sunnah   62
3. Prinsip Musyawarah dalam Negara (yang Ditegakkan) Umar bin Abdul Aziz   64
4. Keadilan di Zaman Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz   68
A. Kebijakan Umar dalam Mengembalikan Hak-hak kepada Para Pemiliknya   70
B. Pengembalian Hak-hak kepada Pemiliknya   83
C. Umar Memakzulkan Semua Gubernur dan Penguasa (daerah) yang Zhalim   85
D. Menghapus Kezhaliman yang Menimpa Para Mantan Hamba Sahaya   87
E. Menghapus Kezhaliman Terhadap Ahli Dzimmah   90
F. Penegakan Keadilan untuk Penduduk Samarkand   94
G. Cukup dengan Mendapatkan Sedikit Bukti untuk Mengembalikan Hak kepada Pemiliknya   96
H. Menghapus Pungutan Liar   97
I. Mengembalikan Hak yang Terampas dan Mengeluarkan Zakatnya   98
5. Persamaan   102
6. Kebebasan dalam Negara Umar bin Abdul Aziz   107
A. Kebebasan Berpikir dan Berakidah   107
B. Kebebasan Secara Politik   108
C. Kebebasan Pribadi   109
D. Kebebasan Berniaga dan Berusaha   110

Pembahasan Kedua: Sifat-sifat Umar bin Abdul Aziz yang Menonjol dan Bukti-bukti Nyata Pembaruan yang Dilakukannya   113

Pertama: Sifat-sifatnya yang Menonjol   115

1. Ketakutannya yang Besar kepada Allah Ta’ala   116
2. Sifat Zuhud Umar bin Abdul Aziz   119
3. Tawadhu’ Umar bin Abdul Aziz   124
4. Sikap Wara’ Umar bin Abdul Aziz   127
5. Sifat Arif, Lapang Dada dan Pemaaf Umar bin Abdul Aziz   130
6. Kesabaran Umar bin Abdul Aziz   132
7. Ketegasan Umar bin Abdul Aziz   134
8. Keadilan Umar bin Abdul Aziz   136
9. Kerendahan Hati Umar bin Abdul Aziz di Hadapan Allah dan Doanya yang Diijabah (Dikabulkan) Allah   137

Kedua: Bukti-bukti Nyata Pembaruan yang Dilakukan Umar bin Abdul Aziz   139

1. Di Antara Perbaikan-perbaikan Umar bin Abdul Aziz dan Pembaruan yang Dilakukannya   141
A. Syura (Musyawarah)   141
B. Amanah dalam Memimpin dan Menyerahkan Tugas-tugas Negara kepada Orang-orang yang Amanah   142
C. Keadilan   144
D. Umar Menghidupkan Dasar Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar   145
2. Di Antara Sifat-sifat dan Syarat-syarat Seorang Mujaddid (Pembaru)   147
A. Hendaknya Seorang Mujaddid Berakidah Bersih dan Ber-manhaj Lurus   147
B. Hendaknya Seorang Mujaddid adalah Seorang Ulama Ahli Ijtihad   148
C. Pembaruan yang Dilakukannya Menjangkau Medan Pemikiran dan Tingkah Laku di Masyarakat   149
D. Manfaat Pembaruannya Menjangkau Orang-orang di Zamannya   150
3. Menggali Pelajaran, Hikmah dan Faidah dari Sabda Nabi SAW, (Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini di penghujung setiap abad seseorang yang memperbarui agamanya)   150
A. Sabda Nabi SAW, (Sesungguhnya Allah akan membangkitkan untuk umat ini)   152
B. Sabda Nabi SAW, (Di setiap penghujung satu abad)   153
C. Apakah untuk Menjadi Mujaddid Seseorang Harus Wafat di Ujung Abad?   153
D. Apakah Mujaddid dalam Satu Abad Itu Harus Satu Orang atau Boleh Lebih?   154
E. Obyek Tajdid (pembaruan) adalah (kondisi) Agama Umat Bukan Agama Itu Sendiri   155

Pembahasan Ketiga: Perhatian Umar bin Abdul Aziz Terhadap Akidah Ahlus Sunnah   157

Pertama: Tauhid Uluhiyah   159
1. Doa   159
2. Syukur   164
3. Tawakal   165
4. Takut dan Harapan   166

Kedua: Akidah Umar bin Abdul Aziz dalam Tauhid Asma’ wash-Shifat   169
1. Ar-Rabb   172
2. Al-Hayyu (Yang Mahahidup)   172
3. Dua Nama Allah: Al-Wahid (Yang Esa) dan Al-Qahhar (Yang Mengalahkan)   173
4. Dua Nama Allah: Al-Aliy (Yang Mahatinggi) dan Al-Azhim (Yang Mahaagung)   173

Ketiga: Akidah Umar bin Abdul Aziz dalam Sifat-sifat Allah   174
1. Sifat an-Nafs (Diri) bagi Allah Ta’ala   176
2. Sifat al-Wajhu (Wajah) bagi Allah Ta’ala   177
3. Sifat al-Qudrah (Kuasa) bagi Allah Ta’ala   177

Keempat: Larangan Umar bin Abdul Aziz Menjadikan Kuburan Sebagai Tempat Ibadah   178

Kelima: Iman Menurut Umar bin Abdul Aziz   181

Keenam: Iman Kepada Hari Akhir   184
1. Siksa dan Nikmat Kubur   184
2. Iman Kepada Hari Berbangkit dan Turunnya Allah untuk Menetapkan Keputusan   185
3. Mizan (Timbangan Amal)   189
4. Telaga Haudh   190
5. Titian Shirath (di atas Neraka)   191
6. Tentang Surga dan Neraka   194
7. Orang-orang Mukmin Akan Melihat Kepada Rabb Mereka di Surga   196

Ketujuh: Berpegang Kepada al-Qur’an, Sunnah Rasulullah SAW dan Sunnah Khulafa’ Rasyidin   198
1. Berpegang Kepada al-Qur’an dan Sunnah   198
2. Berpegang kepada Sunnah Khulafa’ Rasyidin   200
3. Berpegang Kepada Petunjuk Fitrah   203

Kedelapan: Sikap Umar bin Abdul Aziz Terhadap Pa ra Sahabat dan Perselisihan yang Terjadi di Antara Mereka   205

Kesembilan: Sikap Umar bin Abdul Aziz Terhadap Ahlul Bait (Keluarga) Rasulullah SAW   206

Pembahasan Keempat: Sikap Umar bin Abdul Aziz Terhadap Golongan-golongan Khawarij, Syi’ah dan Qadariyah, Murji’ah dan Jahmiyah   215

Pertama: Golongan Khawarij   215
1. Sikap Umar bin Abdul Aziz Terhadap Pembangkangan Khawarij Terhadapnya   217
2. Dialog Umar bin Abdul Aziz dengan Khawarij   219
3. Sebab yang Menuntut untuk Memerangi Khawarij   230
4. Mengembalikan Harta Orang-orang Khawarij Kepada Keluarga Mereka   230
5. Memenjarakan Tawanan Golongan Khawarij Hingga Sikap Mereka Menunjukkan Kebaikan   231

Kedua: Golongan Syi’ah   231

Ketiga: Wadariyah di Zaman Umar bin Abdul Aziz   234
1. Definisi Qadariyah Secara Istilah   234
2. Asal-usul Akidah Qadariyah dalam Islam   234
A. Di Zaman Rasulullah SAW   234
B. Bermunculannya Aliran-aliran dan Pendapat-pendapat (Doktrin-doktrin) di Abad Pertama Sampai Lahirnya Qadariyah   235
C. Lahirnya Qadariyah Generasi Awal   235
D. Tokoh-tokoh Qadariyah Generasi Awal   237
3. Sikap Umar bin Abdul Aziz Terhadap Ghailan Ad-Dimasyqi   239
4. Penjelasan Tentang Tingkatan Takdir   243
5. Perbedaan Antara Qadha’ dan Qadar Secara Istilah   249
6. Ridha Menerima Qadha’ dan Qadar   250

Keempat: Golongan Murji’ah   251

Kelima: Golongan Jahmiyah   255

Keenam: Golongan Mu’tazilah   255
1. Kelahiran Mu’tazilah dan Sebab Penamaannya   261
2. Sekte-sekte Mu’tazilah   263
3. Peran Mu’tazilah dalam Menghidupkan Keyakinan-keyakinan Berbagai Aliran yang Mendahuluinya   263
A. Apa yang Diambil Mu’tazilah dari Khawarij   264
B. Qadariyah   265
C. Jahmiyah   266
4. Lima Prinsip Dasar Mu’tazilah   268

Pembahasan Kelima: Kehidupan Sosial, Ilmiah, dan Dakwah Umar bin Abdul Aziz   271

Pertama: Kehidupan Sosialnya   271
A. Perhatian Umar bin Abdul Aziz Kepada Putra-Putri dan Keluarganya  271
1. Mengikat Mereka dengan al-Qur’an al-Karim   271
2. Nasihat Secara Rutin untuk Mereka   271
3. Mendorong Mereka untuk Berlapang Dada dan Berbaik Sangka   272
4. Metode Lemah-Lembut dan Diskusi yang Terarah   272
5. Upaya Keras untuk Bersikap Adil di Antara Mereka   274
6. Menumbuhkan Akhlak Mulia Pada Putra-Putrinya   275
7. Mendidik Anak-anaknya di Atas Sikap Zuhud dan Kesederhanaan Hidup   275
B. Perhatian Umar bin Abdul Aziz Terhadap Pengajaran Putra-Putrinya   278
1. Memilih Pendidik dan Pengajar yang Shalih   279
2. Meletakkan Manhaj Pengajaran   280
3. Menetapkan Cara Mendidik dan Mengajar   281
4. Menentukan Waktu dan Skala Prioritas Pengajaran   281
5. Memperhatikan hal-hal yang Memberi Pengaruh Pengajaran   282
C. Di Antara Hasil Nyata Pendidikan Umar bin Abdul Aziz Terhadap Anak-anaknya, adalah Putranya, Abdul Malik   283
1. Ibadah dan Tangisannya (karena Takut kepada Allah)   283
2. Ilmu, Fikih, dan Pemahamannya   284
3. Mengingatkan Kematian kepada Bapaknya   285
4. Keteguhannya di Atas Agama dan Kekuatannya dalam Menerap-kan Kebenaran   285
5. Sakit dan Wafatnya   286
D. Kehidupan Umar bin Abdul Aziz dengan Masyarakat   289
1. Perhatiannya Terhadap Upaya Perbaikan Kondisi Masyarakat   289
2. Umar Senantiasa Mengingatkan Akhirat kepada Ma syarakat   293
3. Meluruskan Pemahaman yang Salah   294
4. Umar Mengingkari Fanatisme Kesukuan   297
5. Umar Menolak Orang-orang Berdiri di Depan Beliau (Sebagai Penghormatan)   300
6. Menghormati Orang yang Memiliki Keutamaan   301
7. Seseorang Dilihat dari Dua Anggota Kecilnya: Hati dan Lisannya   303
8. Seorang Wanita Mesir Mengadu kepada Umar   305
9. Perhatian Umar terhadap Pembebasan Tawanan   306
10. Umar Melunasi Hutang Orang-orang yang Terlilit Hutang   307
11. Kisah Tawanan Buta di Tangan Romawi   307
12. Kisah Wanita Irak yang Anak-anak Perempuannya Diberikan Harta oleh Umar dari Baitul Mal   309
13. Menghidupkan Sunnah Memberi (Berinfak)   311
14. Mencukupi Kebutuhan Orang-orang yang Membutuhkan Sehingga Mereka Tidak Meminta-minta   312
15. Membayar Maskawin dari Baitul Mal   312
16. Usaha Umar untuk Mempersempit Kesenjangan di Antara Level Masyarakat   313
17. Perasaan Tanggung Jawab terhadap Individu-individu Umat   314
18. Menafkahi Kafir Dzimmi yang Berusia Lanjut dan Tidak Berharta   316
19. Umar Pernah Makan Bersama Ahli Kitab   316
20. Umar dan Para Penyair   317
21. Pengaruh Syair Zuhud terhadap Umar dan Hubungannya dengan Sabiq al-Barbari   320
22. Antara Umar bin Abdul Aziz dengan Penyair Dukain bin Raja’   327
E. Di Antara Rambu-Rambu Perubahan Sosial Umar bin Abdul Aziz   329
1. Keteladanan   329
2. Melaksanakan Segala Sesuatu Secara Bertahap dan Fase Demi Fase   329
3. Memahami Jiwa Manusia   329
4. Bekerja dengan Skala Prioritas   329
5. Meihat Secara Jelas Langkah-langkah dalam Program Perbaikan-nya   330
6. Berpegang kepada al-Qur’an al-Karim dan Sunnah Nabi SAW   330

Kedua: Umar bin Abdul Aziz dan Para Ulama   330
1. Kedekatan Para Ulama Kepada Khalifah dan Dukungan Mereka bagi Beliau untuk Berjalan di Atas Manhaj Perbaikannya   332
2. Para Ulama Secara Rutin Memberi Nasihat dan Peringatan kepada Umar bin Abdul Aziz tentang Tanggung Jawab   335
3. Peran Para Ulama dalam Mengemban Beberapa Tugas dan Tanggung Jawab Negara   338

Ketiga: Madrasah Ilmiyah (Lembaga Pendidikan) di Zaman Umar bin Abdul Aziz dan Daulah Umawiyah   339
1. Madrasah Syam   340
A. Imam Faqih (Ahli Fikih), Abu Idris, A’Idz bin Abdullah al-Khaulani  340
B. Al-Faqih Qabishah bin Dzu’aib ad-Dimasyqi   341
C. Raja’ bin Haiwah al-Filisthini   342
D. Makhul asy-Syami ad-Dimasyqi   342
E. Umar bin Abdul Aziz   343
F. Bilal bin Sa’ad as-Sukuni   343
2. Madrasah Madinah   344
3. Madrasah Makkah   344
A. Mujahid bin Jabr al-Makki   345
B. Ikrimah Mantan Sahaya Ibnu Abbas   346
C. Atha’ bin Abu Rabah   347
4. Madrasah Bashrah   348
A. Muhammad bin Sirin al-Bashri   348
B. Qatadah bin Di’amah as-Sadusi   350
5. Madrasah Kufah   351
A. Amir bin Syurahbil asy-Sya’bi   351
B. Hammad bin Abu Salamah   352
6. Madrasah Yaman   352
A. Thawus bin Kaisan   353
B. Wahab bin Munabbih   354
7. Madrasah Mesir   356
Yazid bin Abu Habib   357
8. Madrasah Afrika Utara   357

Keempat: Manhaj Tabi’in dalam Tafsir al-Qur’an   358
1. Menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an   358
A. Nazha’ir al-Qur’an al-Karim   358
B. Al-Asybah   360
C. Menyimpulkan Petunjuk Penafsiran dengan Rangkaian Kalimat   361
D. Menjelaskan yang Global   362
E. Menafsirkan Ayat yang Umum dengan Ayat yang Khusus   362
F. Penafsiran dengan Makna yang Lazim   364
G. Menjelaskan yang Mubham (yang belum jelas)   364
H. Menjelaskan Makna Kata atau Menjelaskan yang Musykil   365
2. Menafsirkan al-Qur’an dengan as-Sunnah   366
3. Menafsirkan al-Qur’an dengan Perkataan Sahabat   370
4. Bahasa Arab   374
5. Ijtihad   375

Kelima: Usaha-usaha Serius Umar bin Abdul Aziz dan Para Tabi’in dalam Berkhidmah kepada as-Sunnah   376
1. Manhaj Umar bin Abdul Aziz dan Metodenya dalam Membukukan as-Sunnah   380
A. Melakukan Pemilihan yang Baik Terhadap Orang-orang yang Kapabel untuk Mengemban Tugas Ini   380
B. Umar Meminta Siapa yang Membukukan as-Sunnah Agar Mengumpulkan Hadits-hadits Secara Mutlak, dan Membukukannya   381
C. Menugaskan Siapa yang Membukukan as-Sunnah Agar Membedakan Antara yang Shalih dengan yang Dhaif   382
D. Melakukan Cek & Ricek untuk Memastikan Keshahihan Hadits dan Menyampaikan Hadits   382
2. Buah dan Hasil Nyata dari Pembukuan Ini   383
3. Usaha-usaha Besar Para Tabi’in dalam Berkhidmat Kepada Sunnah Nabi SAW yang Mulia   384
A. Berpegang Kepada Sanad dan Menuntut Siapa yang Menyampaikan Hadits untuk Menyebut Sanadnya   385
B. Membuat Halaqah-halaqah Ilmiah   385
C. Kesungguhan dalam Menunaikan Hadits Sebagaimana Mestinya   385
D. Meletakkan Kaidah-kaidah Ilmiah untuk Mengetahui Keadaan Rawi dan Sisi al-Jarh wa at-Ta’dil   386
E. Memberikan Fatwa dan Memutuskan Hukum di Antara Manusia   387
F. Menjelaskan Keadaan Rawi untuk Mengetahui Siapa yang Riwayat Haditsnya dapat Dijadikan Hujjah dan Siapa yang Riwayat Haditsnya Tidak Bisa Dijadikan Hujjah   388

Keenam: Manhaj at-Tazkiyah wa as-Suluk (Penyucian Jiwa dan Penggemblengan Etika dan Tingkah Laku) di Kalangan Tabi’in Seperti Madrasah al-Hasan al-Bashri   389
1. Sebab-sebab Pengaruh al-Hasan al-Bashri di Hati Masyarakat   390
2. Pancaran-pancaran Tasawwuf Sunni dalam Pandangan al-Hasan al-Bashri   394
A. Keras dan Matinya Hati dan Bagaimana Menghidupkannya   394
B. Mendorong Kepada Keikhlasan, Ketaatan Kepada Allah, Memperbaiki Hubungan dengan Sesama, dan Tafakur   403
C. Larangan Berangan-angan Jauh dan Celaan Terhadap Kesombongan   411
3. Di Antara Murid-murid al-Hasan al-Bashri yang Terkenal dengan Ilmu Suluk (Etika)   412
A. Ayyub as-Sikhtiyani   412
B. Malik bin Dinar   415
C. Muhammad bin Wasi’   417
4. Al-Hasan al-Bashri Bebas dari (Tuduhan) Mengikuti Paham Mu’tazilah   418
5. Pemimpin yang Adil Menurut al-Hasan al-Bashri   423
6. Al-Hasan al-Bashri Menjelaskan Tentang Dunia Kepada Umar bin Abdul Aziz   428
7. Sikap al-Hasan al-Bashri Terhadap Pemberontakan yang Terjadi di Zamannya   430
8. Bagaimana Suatu Kaum Bisa Tersesat Sementara Orang Seperti Itu Ada di Antara Mereka   434
9. Al-Hasan al-Bashri Wafat   435

Ketujuh: Umar bin Abdul Aziz dan Penaklukan-penaklukan, Menarik Pasukan yang Menyepung Konstantinopel   437

Kedelapan: perhatian Umar bin Abdul Aziz Terhadap Dakwah yang Menyeluruh   441
1. Meletakkan Undang-Undang Kafalah (Tanggungan) Bagi Para Da’i yang Berkonsentrasi (untuk Dakwah)   442
2. Mendorong Para Ulama untuk Menyebarkan dan Memasyarakatkan Ilmu   444
3. Mengenalkan Umat Akan Pentingnya Ilmu   444
4. Mengutus Para Ulama Rabbani ke Daerah Utara Afrika   445
A. Ismail bin Ubaidullah bin Abu al-Muhajir   446
B. Bakar bin Sawadah al-Judzami, Abu Tsumamah (Wafat th. 128 di Afrika)   447
C. Ju’tsal bin ‘Ahan ar-Ru’aini al-Qutbani, Abu Sa’id (Wafat Sekitar th. 115 H)   448
D. Hibban bin Jabalah al-Qurasyi   448
E. Sa’ad bin Mas’ud at-Tujaibi Abu Mas’ud, Wafat di Qairuwan   448
F. Thalq bin Ju’ban al-Farisi   449
G. Abdurrahman bin Rafi’at at-Tanukhi, Abu al-Jahm, Wafat th. 113 H di Qairuwan    449
H. Abdullah bin al-Mughirah bin Abu Burdah al-Kinani   450
I. Abdullah bin Yazid al-Ma’arifi al-Hubuli (Abu Abdurrahman), Wafat th. 100 H di Qairuwan   450
J. Wahab bin Hay al-Ma’afiri   451
5. Surat-Surat Dakwah Umar bin Abdul Aziz Kepada Raja-raja India dan Lainnya   452
6. Umar bin Abdul Aziz Mendorong Non Muslim untuk Masuk Islam   453
7. Membenahi Kondisi Ahli Dzimmah Secara Khusus   453

Pembahasan Keenam : Reformasi Dalam Bidang Moneter di Zaman Umar bin Abdul Aziz   459

Pertama: Target Kebijakan Perekonomian Umar bin Abdul Aziz   460
1. Menata Ulang Pembagian Kekayaan dan Pemasukan dengan Cara yang Adil   460
2. Mewujudkan Pengembangan Ekonomi dan Kemakmuran Sosial   462

Kedua: Sarana-sarana yang Digunakan Umar bin Abdul Aziz dalam Merealisasikan Target-target Ekonomi Bagi Negaranya   464
1. Menyiapkan Iklim yang Kondusif untuk Pertumbuhan   464
2. Menetapkan Kebijakan Pertanian yang Baru   466
A. Melarang Menjual Tanah Kharaj   466
B. Memperhatikan Para Petani dan Meringankan Pajak Mereka   467
C. Perbaikan-perbaikan, Penggalakan Pertanian dan Upaya Menghidupkan Lahan-lahan Mati   469
D. Sikap Umar Terhadap Tanah Terlindung (al-Hima)   471
E. Pemenuhan Proyek-proyek Dasar (Infrastruktur) Penunjang   471

Ketiga: Kebijakan Moneter Umar bin Abdul Aziz Terkait dengan Pendapatan Negara   472
1. Zakat   473
2. Jizyah   476
3. Kharaj   478
4. Pabean   479
5. Seperlima Hasil Rampasan Perang (Ghanimah) dan Fai   482

Keempat: Kebijakan Belanja Umum Bagi Umar bin Abdul Aziz   485
1. Belanja untuk Jaminan Sosial   485
A. Belanja untuk Fakir dan Miskin   486
B. Belanja untuk Gharim (Orang yang Menanggung Hutang)   488
C. Belanja untuk Para Tawanan (Kaum Muslimin)   489
D. Belanja untuk Para Musafir dan Ibnu Sabil   490
E. Belanja untuk Memerdekakan Hamba Sahaya   491
F. Belanja di Sektor-sektor Lainnya   491
2. Mengarahkan Belanja Kepada Kemaslahatan Umat   492
A. Memangkas Hak-hak Khusus Khalifah dan Para Pembesar Bani Umayyah   492
B. Mengarahkan Belanja Birokrasi   493
C. Mengarahkan Belanja Militer   494

Pembahasan Ketujuh: Departemen Kehakiman di Zaman Umar bin Abdul Aziz dan Sebagian Ijtihad Fikihnya   495

Pertama: Peradilan dan Kesaksian   497
1. Sifat-sifat Hakim   497
2. Keputusan Hakim adalah dalam Perkara yang Dia  Ketahui Secara Jelas dan yang Belum Jelas Baginya Harus Dia Laporkan Kepada Siapa yang di Atasnya   498
3. Bersikap Lembut Kepada Orang-orang yang Lemah Akal dan Larangan Menghukum Pada Saat Marah   500
4. Kekeliruan Penguasa dalam Memaafkan Lebih Baik daripada Melampaui Batas dalam Menghukum   501
5. Tidak (Menatapkan Vonis dengan) Berpijak Kepada Praduga   501
6. Masalah Hadiah untuk Pemimpin   503
7. Menganulir Putusan Hukum Apabila Menyelisihi Dalil Syar’i   503
8. Siapa yang Menghilangkan Titipan maka Dia Harus Bersumpah Bahwa Dia Tidak Teledor Menjaganya   504
9. Dampak dari Bukti yang Belum Hadir Terhadap Penundaan Keputusan   504
10. Biaya Perawatan Unta yang Hilang   504
11. Kebebasan (Kemerdekaan) Anak yang Dipungut   505
12. Kesaksian Seorang Laki-laki untuk Membela Bapaknya atau Saudaranya   505

Kedua: Tentang Darah dan Qishash   505
1. Pemberian Pilihan Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Secara Sengaja Antara; Memaafkan, atau Menerima Diyat, atau Menuntut Qishash   505
2. Menunggu Sampai Keluarga Korban Dewasa   505
3. Maaf dari Sebagian Keluarga Korban Menggugurkan Tuntutan Qishash   506
4. Membunuh Setelah Menerima Diyat   506
5. Korban Pembunuhan Ditemukan di Pasar   506
6. Korban Mati Karena Berdesak-Desakan   507

Ketiga: Tentang Diyat   507
1. Jumlah Diyat   507
2. Diyat Lidah   507
3. Diyat Suara dan Kerongkongan   508
4. Diyat kelamin   508
5. Diyat Merusak (Kehormatan) Wanita   508
6. Diyat Hidung   508
7. Diyat Telinga   509
8. Diyat Kaki   509
9. Diyat di Antara Dua Alis   509
10. Diyat Kening Jika Ia Rusak   510
11. Diyat Dagu   510
12. Diyat Jari-jari   510
13. Diyat Kuku   510

Keempat: Tentang Hukuman Had   511

1. Pentingnya Menegakkan Hukuman Had   511
2. Menolak Pencabutan Tuntutan Had Jika Ia Sudah Sampai Kepada Pemimpin   511
3. Dalam Kasus Seseorang Harus Memikul Lebih dari Satu Hukuman Had   511
4. Tidak Memotong Tangan Atau Menyalib Kecuali Atas Persetujuan Khalifah   512
5. Di Antara Syarat Pelaksanaan Had Qadzaf (Menuduh Zina) adalah Hendaknya yang Tertuduh Berzina adalah Seorang Muslim   512
6. Hukuman Had Tidak Gugur Atas Seseorang yang Mengqadzaf Anaknya   513
7. Had Qadzaf (Tuduhan Zina) Terhadap Wanita Nasrani yang Bersuamikan Seorang Muslim   513
8. Qadzaf Seorang Wanita Terhadap Seorang Laki-laki Bahwa Dia Telah Melakukan (Zina) dengan Dirinya   514
9. Memotong Tangan Pencuri Sebelum Sempat Membawa Keluar Barang Curiannya   514
10. Pembongkar Kubur adalah Pencuri yang Berhak Dihukum Potong Tangan   514
11. Hukuman Bagi Peminum Khamar untuk Kedua Kalinya   515
12. Hukuman atas Orang yang Memberi Minum Khamar   515
13. Menghancurkan Bejana Khamar Bersama Khamar   515
14. Orang-orang Kafir Memasukkan Khamar ke Negeri Kaum Muslimin   516
15. Hukuman bagi Tukang Sihir   516
16. Memberi Kesempatan Bertaubat bagi Orang Murtad   516
17. Cara Meminta Orang Murtad untuk Bertaubat   517
18. Hukuman bagi Wanita Murtad   517

Kelima: Dalam Perkara Ta’zir   518
1. Batas Maksimal Hukuman Cambuk dan Ta’zir   518
2. Larangan Menghukum Manusia atas Dasar Dugaan dan Larangan Mencambuk Mereka karena Tuduhan   519
3. Larangan Mutilasi   521

Keenam : Hukum-hukum yang Berkaitan dengan Narapidana   521
1. Segera Mengkaji Masalah Orang-orang yang Tertuduh   521
2. Perhatian Terhadap Urusan Para Napi   522
3. Penjara Khusus Wanita   523

Ketujuh: Hukum-Hukum yang Berkaitan dengan Jihad   524
1. Usia Minimal untuk Berpartisipasi dalam Jihad   524
2. Bagaimana Memulai Perang Melawan Musuh   524
3. Masa Berjaga-jaga di Jalan Allah   525
4. Hukum Prajurit Bertindak Terhadap Hartanya Sendiri   525
5. Menjual Kuda Kepada Musuh   525
6. Menebus Tawanan Kaum Muslimin Semahal Apapun   525
7. Menebus Laki-laki, Wanita, Hamba Sahaya, dan Ahli Dzimmah   526
8. Tidak Membunuh Tawanan   526

Kedelapan: Tentang Pernikahan dan Talak   527
1. Pernikahan Wanita Tanpa Wali   527
2. Dua Wali Menikahkan Seorang Wanita Kepada Dua Laki-laki   527
3. Pernikahan Seorang Laki-laki dengan Wanita Setelah Keduanya Berbuat Zina   527
4. Menikahi Wanita dari Suami yang Tertawan   528
5. Menikahi Istri dari Suami yang Hilang   528
6. Mahar Wanita yang Ditalak Ketika Suaminya Sakit dan Sebelum Digauli   529
7. Wali Meletakkan Syarat Tertentu untuk Dirinya Manakala Putrinya Menikah   529
8. Main-main dalam Talak adalah Serius   529
9. Talak Orang Dipaksa   530
10. Suami Mentalak Istrinya dengan Setengah Talak   530
11. Istri Mentalak Dirinya Ketika Suaminya Menyerahkan Keputusan Kepada Dirinya   530
12. Wanita Masuk Islam Sementara Suaminya Tetap Kafir   530
13. Batas Waktu Menunggu bagi Istri yang Ditinggal Jauh Suaminya   531

Pembahasan Kedelapan: Fikih Birokrasi Umar bin Abdul Aziz, Hari-hari Terakhir Hingga Hari Beliau Wafat   535

Pertama: Para Gubernr Umar bin Abdul Aziz yang Paling Terkenal   535
1. Al-Jarrah bin Abdullah al-Hakami, Gubernur Khurasan dan Sijistan   535
2. Adi bin Artha’ah al-Fazari, Gubernur Bashrah   536
3. Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin Al-Khaththab, Gubernur Kufah   537
4. Umar bin Hubairah, Gubernur al-Jazirah   537
5. Abu Bakar Muhammad bin Amr bin Hazm, Gubernur Madinah   538
6. Abdul Aziz bin Abdullah bin Usaid Al-Amawi, Gubernur Makkah   538
7. Rifa’ah bin Khalid bin Tsabit Al-Fahmi, Gubernur Mesir   538
8. Ismail bin Ubaidullah bin Abu al-Muhajir al-Makhzumi, Gubernur al-Maghrib   539
9. As-Samh bin Malik, Gubernur Andalus   539

Kedua: Kesungguhan Umar bin Abdul Aziz dalam Memilih Para Gubernurnya dari Kalangan Orang-orang Shalih Lagi Baik   540

Ketiga: Pengawasan Langsung Terhadap Penataan Segala Urusan Negara   542

Keempat: Perencanaan Dalam Birokrasi Umar bin Abdul Aziz   547

Kelima: Penataan dalam Birokrasi Umar bin Abdul Aziz   549

Keenam: Tindakan Preventif untuk Mengantisipasi Kerusakan Birokrasi di Zaman Umar bin Abdul Aziz   553
1. Menaikkah Gaji Pegawai   553
2. Berusaha Secara Sungguh-Sungguh Membentengi Diri dari Dusta   554
3. Menolak Menerima Hadiah dan Hibah   554
4. Larangan Boros dan Foya-foya   555
5. Melarang Para Gubernur dan Para Pejabat untuk Ikut Terjun dalam Perdagangan (Bisnis)   556
6. Membuka Jembatan Penghubung di Antara Pemimpin dengan Rakyat   557
7. Mengevaluasi Tanggung Jawab Kepada Para Gubernur (Para Khalifah) Sebelumnya   558

Ketujuh: Sentralisasi dan Desentralisasi dalam Birokrasi Umar bin Abdul Aziz   559

Kedelapan: Prinsip Fleksibelitas dalam Birokrasi Umar bin Abdul Aziz   563
1. Permintaan Kami Kepadamu untuk Bersegera, Janganlah Membuatmu Menunda Shalat dari Waktunya   566
2. Mengapa Kamu Tidak Menunggu Habis Bulan Ramadhan, Baru Kamu Berangkat   567
3. Jangan Membuat Rakyat Lelah, Jangan Menyulitkan Mereka dan Jangan Memberatkan Mereka   567
4. Fleksibelitas dalam Dialog dan Kesepahaman   568
5. Fleksibelitas Pemikiran   568

Kesembilan: Pentingnya Waktu dalam Birokrasi Umar bin Abdul Aziz   570

Kesepuluh: Dasar Pembagian Tugas dalam Birokrasi Umar bin Abdul Aziz   574
1. Di Antara Sebab-sebab Keberhasilan Proyek Perbaikan (Reformasi) Umar bin Abdul Aziz   576
2. Dampak Berpegang Teguh Kepada al-Qur’an dan as-Sunnah yang Mulia Terhadap Negara Umar bin Abdul Aziz   577
A. Di Antara Ciri Khas Sunnah Ilahiyah   579
B. Berhukum dengan Apa yang Diturunkan oleh Allah Memberikan Dampak-dampak Positif Dunia dan Akhirat   582
C. Hari-hari Terakhir dalam Kehidupan Umar bin Abdul Aziz dan Wafat Beliau   592
Daftar Pustaka   611
Autobiografi   625



Review Buku Umar bin Abdul Aziz – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Darul Haq


Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

341 Total Views 1 Views Today
Print Friendly

Incoming search terms:

  • download takdir gram rabbani
About Wisata Buku

Wisatabuku.com adalah tempat Share daftar isi buku islam, resensi, sinopsis, review, dan tempat belanja buku online. Anda juga dapat mendownload majalah maupun buletin di blog ini. Pemesanan: 0857 2510 6570

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.