PANDUAN BERIBADAH KHUSUS PRIA – Syaikh Hasan Muhammad Ayyub – almahira

Panduan Beribadah Khusus Pria - Syaikh Hasan Muhammad Ayyub - almahiraNama Buku : PANDUAN BERIBADAH KHUSUS PRIA

Ukuran/Hal :  cm /   halaman

Berat: 1200 gram

Penulis: Syaikh Hasan Muhammad Ayyub

Penerbit:  almahira

Harga : Rp115,000 ,- –> Rp105.000

Anda Hemat: Rp10.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777
Pesan Via Line: @Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Buku  PANDUAN BERIBADAH KHUSUS PRIA – Syaikh Hasan Muhammad Ayyub –  almahira

Sudahkah Kita Beribadah dengan Benar?

Sudahkah amal ibadah yang kita jalankan selama ini benar, seperti yang diajarkan oleh al-Qur’an dan Sunah Rasulullah? Ataukah mungkin selama ini kita dalam beribadah hanya ikut-ikutan, mentaqlid orangtua, guru, atau kiai yang kita jadikan idola? Pernahkah terpikirkan dalam benak kita: maukah Allah Ta’ala menerima ibadah yang selama ini kita jalankan dengan hanya berdasar pada “KATANYA” tanpa tahu sumber dan dalil yang pasti, dari al-Qur’an maupun as-Sunnah?

Sudah benarkah wudhu, tayammum, atau bahkan mandi jinabah yang selama ini kita lakukan? Apa saja syarat dan rukun mandi jinabah? Mungkinkah sepasang suami-istri mandi dalam satu kamar mandi? Apa yang dimaksud dengan air musta’mal, air musyammas, dan air mutlak?
Apa bacaan saat ruku’, sujud, iftitah, duduk di antara dua sujud, atau saat tahiyatul akhir yang selama ini kita baca sudah tepat, tidak ditambah dan dikurangi? Di mana kita seharusnya meletakkan tangan setelah takbiratul ihram, di bagian atas atau bawah dada? Apa saja yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar shalatnya benar dan khusyu’?

Bagaimana seorang muslim seharusnya berpuasa, menyantap sahur, dan berbuka? Syarat, rukun, sunat, atau wajib apa saja harus dipenuhi olehnya jika dia ingin agar puasanya benar-benar diterima oleh Allah Ta’ala? Apakah boleh seorang muslim berpuasa pada hari Sabtu? Dan bolehkan dia memuasai orang yang sudah meninggal? Apa juga yang dimaksud dengan puasa dahr, puasa wishal, dan puasa dawud?

Kekayaan kita apa saja yang seharusnya kita keluarkan zakatnya? Apakah memang seharusnya gaji yang kita dapatkan harus dikeluarkan zakatnya? Bagaimana dengan rumus atau bangunan yang kita kontrakkan, apakah sebagian dari hasilnya juga harus disisihkan sebagai zakat? Siapa saja yang berhak menerima zakat? Apakah anak yatim atau janda harus mendapatkan bagian zakat?

Apa yang harus dilakukan seorang muslim agar haji yang ditunaikannya menjadi haji mabrur? Apa saja syarat dan rukun haji? Apakah orang yang sudah menunaikan ibadah haji perlu mengerjakan umrah? Haruskan seorang muslim menunaikan haji lebih dari satu kali, sementara orang di sekelilingnya terdapat banyak orang miskin dan terlantar?

Demikian itulah bagian kecil dari kandungan buku ini, yang sengaja ditulis untuk memandu pria muslim dalam menjalani ibadah sehari-hari. Sehingga ibadahnya tidak sekedar menjadi rutinitas harian, tapi sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala sekaligus sarana yang akan mengantarkannya menuju keridhaan, rahmat, dan maghfirah-Nya. Semoga buku ini bisa memandu kita dalam beribadah kepada-Nya

Daftar Isi Buku  PANDUAN BERIBADAH KHUSUS PRIA – Syaikh Hasan Muhammad Ayyub –  almahira

ISI BUKU

Pengantar Penerbit   v
Pendahuluan   1

Bagian 1:   3
THAHARAH (BERSUCI)
A. Kesucian dan Kebersihan dalam Islam   5
a. Menyucikan Hati dari Penyakit   10
b. Menyucikan Anggota Tubuh dari Maksiat   13
c. Perhatian Islam Terhadap Kebersihan Semua Hal yang Bersifat Inderawi   14
d. Beberapa Fitrah yang Ada pada Manusia   20
e. Hukum Khitan   25
f. Hukum Mencukur Kumis   28
g. Kebersihan Rumah   30
h. Kebersihan dan Kesucian Masjid   32
i. Kebersihan Lingkungan   33
B. Bersuci untuk Shalat dan Ibadah Lainnya   42
a. Najis   42
b. Bersuci dari Najis   44
c. Tata Cara Bersuci dari Najis   48
d. Etika Buang Hajat   52

C. Wudhu   57
a. Hukum Wudhu   57
b. Fadhilah dan Pahala Wudhu   57
c. Tata Cara Wudhu yang Sempurna   59
d. Yang Wajib dan Sunat dalam Wudhu   61
e. Beberapa Dalil yang Berkenaan dengan Wudhu   63
f. Mengusap Khuf dan Kaos Kaki   71
g. Gip, Kain Perban, dan Anggota Tubuh yang Berbahaya Jika Dibasuh   73
h. Kenapa Kita Harus Berwudhu?   74
i. Yang Membatalkan Wudhu   75
D. Tayammum   81
a. Rahmat Allah kepada Para Hamba-Nya dalam Beribadah   81
b. Beberapa Perkara yang Membolehkan Tayammum   82
c. Tata Cara Tayammum   83
d. Yang Membatalkan Tayammum   84
E. Mandi Jinabah   90
a. Kapan Seseorang Harus Menjadi Jinabah?   92
b. Yang Diharaman, Dianjurkan, dan Dibolehkan Bagi Orang yang Junub   93
c. Dalil Seputar Tata Cara Mandi Jinabah   93
d. Yang Diharamkan bagi Orang Junub   95
e. Yang Dianjurkan dan Dibolehkan bagi Orang Junub   100
f. Mandi bagi Orang yang Memandikan Mayat   102
g. Mandi bagi Orang yang Masuk Islam   102

Bagian 2:   103
SHALAT
A. Masjid
a. Keutamaan Membangun Masjid dan Larangan Mengiasinya   110

b. Keutamaan Pergi ke Masjid untuk Shalat dan Berdiam di Dalamnya   113
c. Keutamaan Shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha, dan Masjid Quba   117
d. Etika Masuk Masjid dan Berdiam di Dalamnya   119
e. Memelihara Masjid   121
f. Yang Boleh Dilakukan di Dalam Masjid   128
B. Adzan dan Iqamah   130
a. Hikmah Adzan   131
b. Keutamaan Adzan   132
c. Keutamaan Menjawab Adzan serta Doa antara Adzan dan Iqamah   135
d. Hukum Adzan dan Iqamah   137
e. Tata Cara Adzan dan Sunat-sunatnya   138
f. Tata Cara Iqamah   141
g. Dalil-dalil Seputar Adzan   146
C. Shalat   155
a. Meninggalkan Shalat   157
b. Keutamaan Shalat   166
c. Dalil-dalil Seputar Fadhilah dan Kedudukan Shalat   170
d. Waktu Shalat   171
e. Dalil dan Pendapat Para Ulama Mengenai Waktu Shalat   173
f. Tata Cara Mengqadha Shalat yang Terlewat   176
g. Beberapa Waktu yang Dilarang Mengerjakan Shalat   178
h. Sejumlah Dalil dan Komentar Seputar Waktu yang Dilarang untuk Shalat   181
i. Tempat-tempat yang Kita Dilarang Mengerjakan Shalat Padanya  185
j. Mendirikan Shalat di Dalam Ka’bah   190
k. Beberapa Wajib Shalat   191
l. Tata Cara Shalat   197
m. Rukun Shalat   213
n. Sunat Shalat   217
o. Dalil Seputar Rukun dan Sunat Shalat   221
p. Yang Membatalkan Shalat   242
q. Dalil Seputar Hal-hal yang Membatalkan Shalat   244
r. Yang Makruh Dikerjakan dalam Shalat   247
s. Yang Boleh Dikerjakan dalam Shalat   251
t. Bacaan Selepas Shalat   254
u. Qunut dalam Shalat   256
v. Dalil Para Ulama yang Mengatakan Adanya Qunut dalam Shalat Witir   259
w. Takbir dan Mengangkat Tangan dalam Qunut   262
x. Dalil Berkenaan dengan Dzikir yang Dibaca setelah Shalat Fardhu   264
y. Membuat Sekat untuk Shalat   269
z. Dalil Anjuran Membuat Sekat dan Penerapannya   270
D. Shalat Jamaah   274
a. Keutamaan Masjid yang Paling Jauh dab Banyak Jamaahnya   288
b. Etika Pergi ke Masjid untuk Menunaikan Shalat Jamaah   289
c. Imam Harus Memerhatikan Kondisi Makmum   291
d. Kewajiban Mengikuti Imam   293
e. Shalat Berjamaah dengan Anak-anak atau Wanita   294
f. Makmum yang Memisahkan Diri dari Imam   295
g. Orang yang Shalat Sendirian kemudian Pindah Menjadi Imam   297
h. Hukum Shalat Berjamaah setelah Shalat Berjamaah dengan Imam Lain   297
i. Anjuran Shalat Berjamaah untuk Orang yang Sudah Shalat   298
j. Beberapa Alasan yang Membolehkan Seseorang Tidak Shalat Berjamaah di Masjid   299
k. Orang yang Berhak Menjadi Imam   300
l. Hukum Orang Tunanetra dan Budak Menjadi Imam   303
m. Hukum Wanita yang Menjadi Imam   304
n. Hukum Orang Fasik yang Menjadi Imam   305
o. Hukum Anak Kecil yang Menjadi Imam   306
p. Orang Mukim Boleh Bermakmum pada Musafir, atau Sebaliknya   308
q. Hukum Makmum yang Mendirikan Shalat Fardhu di Belakang Imam yang Mendirikan Shalat Sunat   308
r. Hukum Makmum yang Berwudhu dengan Imam yang Bertayamum   309
s. Hukum Makmum yang Shalat Sambil Berdiri dengan Imam yang Shalat Sambil Duduk   309
t. Menggantikan Imam saat Shalat Berjamaah   311
u. Jika di Antara Makmum dan Imam Ada Sekat   312
v. Merapikan Shaf di Belakang Imam   313
w. Meluruskan Shaf   315
x. Orang yang Shalat Sendirian di Belakang Shaf   316
y. Hukum Shalat di Antara Dua Tiang   318
z. Hukum Imam yang Berdiri Lebih Tinggi daripada Makmum atau Sebaliknya   319
E. Beberapa Macam Sujud   321
a. Sujud Tilawah   321
b. Sujud Sahwi   324
c. Sujud Syukur   330
F. Beberapa Macam Shalat Khusus   332
a. Shalat Jenazah   332
b. Shalat Jum’at   335
c. Shalat dalam Perjalanan (Safar)   367
d. Shalat Orang Sakit   387
G. Beberapa Macam Shalat Sunat   390
a. Shalat Rawatib   392
b. Shalat Sunat Ghairu Rawatib   401
c. Shalat Istisqa’   429
d. Shalat Ied (Hari Raya)   433

Bagian 3:   461
ZAKAT
A. Zakat Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah   463
a. Definisi Zakat   463
b. Hukum Zakat   464
c. Hikmah dan Manfaat Zakat   465
d. Sanksi bagi Orang yang Tidak Mau Mengeluarkan Zakat   471
e. Memerangi Orang yang Menolak Membayar Zakat   473
f. Pertama Kali Zakat Diwajibkan   474
g. Kapan Seorang Muslim Wajib Menunaikan Zakat?   474
h. Beberapa Masalah Seputar Orang yang Wajib Zakat   474
i. Nilai Zakat   478
j. Waktu Membayar Zakat   478
k. Hal-hal yang Terkait dengan Penyaluran dan Golongan Penerima Zakat   479
l. Membayar Zakat dengan Piutang   485
B. Harta yang Wajib Dizakati   485
a. Zakat Emas   485
b. Zakat perhiasan   487
c. Zakat Dagangan   490
d. Zakat Tanam-tanaman dan Buah-buahan   493
e. Zakat Binatang   501
f. Zakat Tambang, Harta Karun, dan Harta Simpanan   509
g. Fitrah   513
C. Golongan yang Berhak Menerima Zakat   521
1. Orang Fakir dan Orang Miskin   521
2. Amil Zakat   523
3. Para Mualaf yang Dibujuk Hatinya   524
4. Untuk Memerdekakan Budak   526
5. Orang-orang yang Berutang   527
6. Orang yang Berjuang di Jalan Allah   527
7. Ibnu Sabil   529
D. Apakah pada Harta Ada Kewajiban Selain Zakat   530
1. Sedekah  Sunat   531
2. Hukum Seorang Istri yang Bersedekah dengan Harta Suaminya   533
3. Sedekah Secara Sembunyi-sembunyi dan Secara Terang-terangan   535
4. Hukum Menyedekahkan Seluruh Harta   536
5. Ragam Sedekah   538
6. Yang Menghapus Pahala Sedekah   546

Bagian 4:   549
PUASA
A. Puasa Menurut al-Qur’an dan As-Sunnah   551
a. Definisi Puasa   551
b. Puasa: Rukun Islam yang Keempat   551
c. Fadhilah: Berpuasa   552
d. Fadhilah Puasa Ramadhan   553
e. Ancaman bagi Orang yang Tidak Berpuasa Ramadhan   554
f. Kewajiban Melihat Hilal Bulan Ramadhan   555
g. Kesaksian Melihat Hilal yang Bisa Diterima   556
h. Hukum Melihat Hilal dari Seseorang yang Kesaksiannya Tidak Diterima Pengadilan   558
i. Hukum Berpuasa hanya Dua Puluh Delapan Hari Saja   559
j. Perbedaan Mathali’   560
k. Golongan yang Wajib Berpuasa   561
l. Puasa Orang Kafir dan Orang Gila   562
m. Puasa Anak Kecil   563
n. Puasa Orang yang Tidak Mampu Secara Permanen   563
o. Hukum Wanita yang Mengandung dan Wanita yang Menyusui  563
p. Rukun Puasa   564
q. Tata Cara Niat Puasa   565
r. Waktu Niat   566
B. Macam-macam Puasa   567
a. Puasa Fardhu yang Tidak Ditentukan   568
b. Puasa yang Dilarang   569
c. Puasa Sunat   575
C. Hal-hal yang Dianjurkan bagi Orang yang Berpuasa   580
D. Hal-hal yang Dibolehkan bagi Orang yang Berpuasa   583
E. Hal-hal yang Makruh bagi Orang yang Berpuasa   587
F. Hal-hal yang Tidak Membatalkan Puasa   590
G. Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan yang Wajib Diqadha Saja   591
H. Hal-hal yang Mewajibkan Mengqadha Puasa dan Membayar Kafarat   595
I. Hal-hal yang Bisa Menggugurkan Kafarat   599
J. Beberapa Alasan yang Membolehkan Tidak Berpuasa   600
a. Sakit   601
b. Bepergian   602
c. Hamil dan Menyusui   604
d. Usia Lanjut   605
e. Tidak Berpuasa karena Dipaksa   606
f. Takut Mati atau Kurang Akal   606
g. Berperang di Jalan Allah   606
h. Puasa Sunah   606
i. Orang yang Meninggal Dunia dan Masih Memiliki Tanggungan Puasa   607

Bagian 5:   611
I’TIKAF
A. Makna I’tikaf   613
B. Anjuran Beri’tikaf   614
C. Hikmah I’tikaf   614
D. Hukum I’tikaf   615
E. Lama Waktu I’tikaf   615
F. Rukun I’tikaf   615
G. Syarat-syarat I’tikaf   615
H. Puasa bagi Orang yang Beri’tikaf   617
I. Waktu Masuk Masjid bagi Orang yang I’tikaf   617

J. Hal-hal yang Dianjurkan untuk Orang yang Beri’tikaf   617
K. Hal-hal yang Diperbolehkan untuk Orang yang I’tikaf   617
L. I’tikaf Bersyarat   619
M. Mengqadha I’tikaf   619
N. Hal-hal yang Membatalkan I’tikaf   620
O. Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan   620
P. Lailatul Qadar (Malam al-Qadar)   621
Q. Beribadah dan Berdoa pada Lailatul Qadar   622
R. Orang-orang yang Mengambil Manfaat dari Bulan Ramadhan   622

Bagian 6:   629
HAJI DAN UMRAH
A. Haji dan Umrah Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah   631
a. Definisi Haji dan Umrah   631
b. Haji dan Umrah yang Dikerjakan Nabi   631
c. Keutamaan Haji dan Umrah   632
d. Kedudukan Haji dalam Islam   635
e. Menangguhkan Pelaksanaan Haji   635
f. Hukum Umrah   636
g. Yang Terkena Kewajiban Haji   637
h. Haji Orang Kafir, Gila, atau Anak Kecil   637
i. Hukum Orang yang Tidak Tahu Kewajiban Haji karena Masuk Islam di Negara Non-Muslim   640
j. Maksud dari “Mampu” Menurut Agama   641
k. Lebih Utama Mana: Haji dengan Berjalan Kaki atau Berkendaraan?   643
l. Waktu Haji   644
m. Dalam Ibadah Haji Ada Empat Khutbah   644
n. Tertinggal Haji Karena Tertinggal Mengerjakan Wukuf   646
o. Tata Cara Persiapan Safar ke Baitullah   646

p. Tata Cara Pelaksanaan Haji  647
q. Tata Cara Haji Rasulullah   651
r. Tertib dalam Amalan Haji pada Hari Nahar   657
B. Menghajikan Orang Lain   658
a. Hukum Meminta Upah Haji, Adzan, Mengajarkan Al-Qur’an, dan Lainnya   660
b. Laki-laki Menghajikan Wanita dan Sebaliknya   663
c. Menghajikan Orang Lain Tanpa Izin   663
d. Bolehkah Orang yang Belum Haji Menghajikan Orang Lain?   663
e. Hukum Orang yang Mampu Berhaji tapi Tidak Berhaji Sampai Meninggal   664
f. Tempat untuk Memulai Menghajikan Orang yang Sudah Meninggal   664
g. Hukum Haji Sunat bagi Orang yang Harus Berhaji Wajib   665
h. Hukum Menyalahi Keinginan Haji Orang yang Diwakili   666
C. Rukun dan Wajib Haji   667
a. Rukun Haji   667
b. Perbedaan Pendapat Mengenai Rukun Haji   668
c. Wajib Haji   669
D. Ihram   670
a. Yang Diharuskan dalam Ihram   671
b. Tempat-tempat Melakukan Ihram   674
c. Hukum Orang yang Melewati Jalan di Antara Dua Miqat   676
d. Ihram Haji atau Umrah Penduduk Mekah dan Orang yang Berada di Miqat   676
e. Hukum Orang yang Melewati Miqat atau Memasuki Mekah Bukan untuk Haji dan Umrah   676
f. Batas-batas Tanah Haram   677
g. Beberapa Bentuk Ihram dan Jenisnya   678
E. Hukum Talbiyah   680
a. Hukum Mengeraskan Suara Talbiyah   682
b. Keutamaan dan Waktu Talbiyah   683
c. Masa Bertalbiyah   684
F. Tata Cara Ihram   684
a. Persyaratan dan Tata Cara Ihram   687
b. Menyebut dan Menentukan Ihram   688
c. Ihram dengan Mengikuti Orang Lain, Lupa Apa yang Diihram-kan , dan Ihram dengan Dua Haji atau dengan Dua Umrah   689
d. Hal yang Dibolehkan bagi Orang Berihram   690
e. Hal yang Diharamkan dengan Sebab Ihram   694
G. Memasuki Mekah   707
a. Amalan Sunat saat Memasuki Mekah   707
b. Memasuki Ka’bah   711
c. Bangunan Ka’bah   712
d. Bangunan Masjidil Haram   712
H. Thawaf di Baitullah   715
a. Syarat-syarat Thawaf   715
b. Sunat-sunat Thawaf   718
c. Hal-hal yang Makruh dalam Thawaf   725
d. Macam-macam Thawaf   725
e. Amalan yang Dianjurkan setelah Selesai Thawaf   727
f. Penutup Ibadah Haji adalah Thawaf Ziarah   728
g. Thawaf Wada’   729
I. Sa’i Antara Shafa dan Marwah   730
a. Syarat Sa’i antara Shafa dan Marwah   732
b. Hal-hal yang Sunat dalam Sa’i   733
c. Hal-hal yang Makruh dalam Sa’i   735
J. Beberapa Tempat Suci   736
a. Hajar Aswad   736
b. Multazam   736
c. Al-Hathim   737
d. Maqam Ibrahim   737
e. Hijr Ismail   737
f. Sumur Zam-zam, Shafa dan Marwah   738

K. Wukuf di Arafah   738
a. Keutamaan Hari Arafah   739
b. Waktu Wukuf di Arafah   740
c. Permasalahan yang Berkaitan dengan Wukuf di Arafah   741
d. Aktivitas yang Harus Dilakukan Mulai Berangkat dari Mekah sampai di Arafah   742
e. Nama-nama Hari dalam Haji   743
L. Hukum, Ukuran, Tata Cara, dan Manfaat Mencukur Rambut   743
M. Ibadah Yang Harus Dilakukan di Muzdalifah   746
a. Mengenal Mudzdalifah   746
b. Hukum Mabit (Menginap) di Muzdalifah   747
c. Wukuf di Muzdalifah   747
N. Melempar Jumrah   748
a. Hukum Melempar Jumrah   748
b. Waktu Melempar Jumrah   748
c. Tempat Melempar Jumrah   750
d. Dari Mana Mengambil Batu Kerikil?   751
e. Ukuran dan Jumlah Batu Kerikil   751
f. Jenis Batu Kerikil   752
g. Tata Cara Melempar Jumrah   752
h. Mewakilkan dalam Melempar Jumrah   754
i. Tidak Melempar Jumrah dan Menangguhkannya   754
j. Nafar Setelah Melempar   755
k. Hukum Menginap di Mina pada Malam Melempar   756
O. Hukum Berkurban bagi yang Berhaji Qiran dan Tamattu’   757
P. Tahalul dan Ihram Haji   757
Q. Menjama’ dan Mengqashar Shalat Saat Haji   758
a. Menjama’ Shalat di Arafah   759
b. Menjama’ Shalat di Mudzdalifah   760
c. Singgah di Muhashshab   760

R. Radyu dan Hewan Kurban   761
a. Hukum Hadyu   761
b. Dam dan yang wajib dalam Ihram   761
c. Yang Harus Membayar Hewan Sembelihan   762
d. Menandai dan Mengalungi Hewan Sembelihan   762
e. Hal yang Diharuskan pada Binatang Hadyu   763
f. Waktu Menyembelih Binatang Hadyu   764
g. Tempat Menyembelih   764
h. Berjama’ah dalam Berkurban   765
i. Menukar Hewan Kurban   765
j. Pemanfaatan Hewan Kurban   766
k. Pengaturan Kulit Hadyu dan Sejenisnya   767
l. Hukum Berkurban   767
m. Keutamaan Berkurban   768
n. Hewan yang Boleh Dijadikan Kurban   768
o. Hewan yang Tidak Diperbolehkan untuk Dikurban   769
p. Satu Hewan Kurban Mencukupi Satu Keluarga   770
q. Berjamaah dalam Hewan Kurban   771
r. Pembagian Daging Hewan Kurban   771
s. Waktu Menyembelih Hewan Kurban   773
S. Umrah   774
a. Waktu Umrah   774
b. Mengulangi Umrah   775
c. Rukun, Wajib, dan Sunat Umrah   775
T. Jinayat (Pelanggaran) Saat Ihram   776
a. Jinayat pada Ihram   776
b. Pelanggaran Selain Bercampur (Berjima’)   776
c. Pelanggaran Karena Bercampur (Berjima’)   779
d. Berjima’ saat Umrah   781
e. Hukum Berjima’ saat Haji Qiran   781
f. Berjima’ Berulang-ulang   782
g. Pengantar kepada Jima’   782
h. Pelanggaran terhadap Thawaf, Sa’i dan Lainnya   783
i. Pelanggaran terhadap Hewan Buruan dan yang Sejenisnya   783
j. Orang Miskin yang Berhak Menerima Bagian Denda dari Hewan Buruan   785
k. Hukum Susu atau Telur Binatang Buruan   785
l. Ihshar   786
m. Hal yang Harus Dilakukan oleh Orang yang Ihshar   786
n. Beberapa Hukum Tanah Haram Mekah yang Berbeda dengan Negara atau Daerah Lain   788

U. Sejarah Beberapa Tempat di Kota Mekah dan Madinah   790
a. Keutamaan Kota Mekah dan Kota Madinah   790
b. Sumur Zamzam   792
c. Gunung Hira’   793
d. Darul Arqam   794
e. Mina   794
f. Gunung Tsur (Jabal Tsur)   794
g. Arafah   795
h. Pemakaman Ma’lah   795
i. Masjid Nabawi   796
j. Ziarah ke Makam Nabi   798
k. Adab Menziarahi Makam Rasulullah   799
l. Ziarah ke Baqi’   803
m. Beberapa Masjid di Madinah yang Pernah Dishalati Rasulullah   804
n. Sumur-sumur di Madinah yang Boleh Dikunjungi   805
o. Tempat-tempat Ziarah Lain di Madinah   806
V. Doa dalam Perjalanan dan Adab Kembali   807
a. Menyambut Jama’ah Haji   809
b. Walimah Haji   810

Penutup   811

***

Review Buku  PANDUAN BERIBADAH KHUSUS PRIA – Syaikh Hasan Muhammad Ayyub –  almahira


Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

baca referensi lain di wikipedia

574 Total Views 1 Views Today
Print Friendly, PDF & Email
About Wisata Buku

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.