Kisah Hidup Ulama Rabbani – Abdul Fattah bin Muhammad – Penerbit Zamzam

Kisah Hidup Ulama Rabbani - Abdul Fattah bin Muhammad - Penerbit ZamzamNama Buku : Kisah Hidup Ulama Rabbani

Ukuran/Hal : 15 x 23 cm / 464  halaman

Berat: 600 gram

Penulis: Abdul Fattah bin Muhammad

Penerbit: Penerbit Zamzam

Harga : Rp  95.000 ,- –> Rp  86.000

Anda Hemat: Rp 9.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan Via Line: Line Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Buku Kisah Hidup Ulama Rabbani – Abdul Fattah bin Muhammad – Penerbit Zamzam

Kisah Hidup Ulama Rabbani
Bagaimana para ulama mengatur waktu mereka?
Bagaimana mereka menghadapi pahit-getirnya kehidupan?
Mengapa ada beberapa ulama yang memilih hidup tidak menikah sepanjang hayatnya?

Para ulama adalah potret manusia luar biasa dalam memenej hidupnya. Setiap detik waktu yang ia miliki akan berbuah selaksa manfaat. Setiap relung-relung hidup mereka senantiasa memancarkan sejuta kebaikan. Betapa kemuliaan itu tidak akan bisa tergenggam dengan hidup santai-santai dan meninggalkan kerja keras. Bahkan, sebagian ulama memilih hidup membujang demi meraih kemuliaan itu. Sungguh sebuah potret menakjubkan tentang semangat membara para ulama dalam menggeluti ;ilmu-ilmu dien.

Dalam buku ini, Anda akan menemukan mutiara berharga dari kisah hidup para ulama, di antaranya:
• Potret mengagumkan kesuksesan para ulama dalam memenej waktu.
• Kisah-kisah kesabaran para ulama yang selalu tegar dan istiqamah dalam menjalani hidup.
• Semangat membara para ulama dalam menggeluti ilmu.
Bergurulah kepada para ulama. Dan, semoga kita mampu meneladani gaya hidup mereka. Selamat membaca!

Daftar Isi Buku Kisah Hidup Ulama Rabbani – Abdul Fattah bin Muhammad – Penerbit Zamzam

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR   5
DAFTAR ISI   7
MUKADIMAH   9

Sungguh Mengagumkan Manajemen Waktu Para Ulama

PENGANTAR CETAKAN KELIMA   17

PENGANTAR CETAKAN KEEMPAT   21

PENGANTAR CETAKAN PERTAMA   25

BETAPA PENTINGNYA WAKTU   27
Pokok-pokok Nikmat dan Cabang-cabangnya   28
Pokok Nikmat yang Teragung   29
Beberapa Ayat yang Menyebutkan tentang Nikmat Waktu   30
Allah Mencela Orang-orang Kafir, Karena Telah Menyia-nyiakan Umur Mereka   32
Allah Memberi Udzur Bagi orang yang Telah Berusia 60 Tahun   33
Allah Ta’ala Bersumpah dengan Waktu untuk Menjelaskan Keagungan dan Urgensinya   34
Penjelasan Fakhrurrazi tentang Urgensi dan Keagungan Waktu   36
Penjelasan As-Sunnah tentang Urgensi Waktu   37
Kecemburuan yang Destruktif terhadap Waktu Bagi Ahli Ibadah dan Orang Berakal   38
Semua Kebaikan Berpangkal dari Waktu, Siapa yang Menyia-nyiakan Waktu, Maka Ia Tak Akan Dapat Mengejarnya Lagi Selamanya   41

BEGINILAH PARA ULAMA MENGATUR WAKTUNYA   43
Tahanlah Matahari, Baru Aku Akan Ngobrol denganmu   43
Penyesalan Ibnu Mas’ud Atas berlalunya Satu Hari dari Usianya   44
Siang dan Malam Selalu Bekerja untuk Anda, Maka Bekerjalah Anda Saat Keduanya Ada   44
Wahai Anak Adam, Engkau Kumpulkan Hari-hari   44
Hammad bin Salamah Kegiatannya Hanya Meriwayatkan Hadits, Membaca, Bertasbih atau Shalat   45
Waktu Terberat Bagi Khalil bin Ahmad adalah Waktu Makan   46
Abu Yusuf Mencintai Ilmu Sampai Waktu Meninggalnya   46
Muhammad bin Hasan Tidak Tidur Malam Kecuali Sangat Sedikit Sekali   49
Isham Al-Balkhi Biasa Membeli Pena Seharga Satu Dinar untuk Menulis Apa Saja yang Baru Didengarnya   49
Ungkapan Muhammad bin Salam A-Bikandi, “Siapa yang Mau Menjual Penanya Satu Dinar?”|   50
Ubaid bin Ya’isy Disuapi Makan Malam oleh Saudara Perempuan-nya Selama 30 Tahun Demi Menulis Hadits   51
Beginilah Ibnu Ma’in Mengisi Waktunya dengan Menggeluti Hadits   51
Kegigihan Al-Jahizh, Fathn bin Khaqan, dan Isma’il bin Al-Qadhi dalam Menuntut Ilmu   58
Ibnu Sahnun Makan Malamnya Disuapi oleh Budak Wanitanya, Namun Ia Tidak Sadar Karena Sibuk Menyusun Buku   60
Waktu Tsa’lab An-Nahwi Dipenuhi dengan Aktivitas Membaca   61
Manajemen Waktu Ibnu Jarir Ath-Thabari   62
Ibnul Khayyath An-Nahwi Belajar di Tengah Jalan, Lalu Terjatuh ke dalam Sekolan!   66
Al-Hakim Asy-Syahid Tidak Sempat Berbicara dengan Orang-orang yang Mengunjunginya   67
Ibnu Syahin Sangat Menghargai Waktunya   68
Mundzir Al-Marwani An-Nahwi Digelari Al-Mudzakarah, Karena Keakrabannya dengan Diskusi tentang Pelajaran Nahwu   69
Abu Nu’aim Al-Ashfahani Mengajarkan Hadits di Jalan   70
Al-Bairuni Mempelajari Salah Satu Persoalan Fara’idh, Saat Sedang Menghadapi Sakaratul Maut   70
Aktivitas Sulaim Ar-Razi Hanya Menulis, Mengajar, Membaca atau Menelaah Al-Qur’an dan Tak Pernah Ada Waktu Menganggur   72
Khathib Al-Baghdadi Berjalan Sambil Menelaah Kitab   73
Manajemen Waktu Ibnu Al-Haramain   73
Ya’qub An-Najirami Menelaah Kitabnya Saat Sedang Berjalan Kaki   74

JANGAN PERNAH SIA-SIAKAN WAKTU   75
Ibnu Aqil dan Ibnul Jauzi adalah Mercusuar Ulama dalam Soal Manajemen Waktu   75
Tak Ada Istilah Menyia-Nyiakan Waktu dalam Kehidupan Ibnu Aqil   76
Ibnul Jauzi Tak Rela Jika Waktunya Terbuang Sia-sia   80
Manajemen Waktu Abdul Ghani Al-Maqdisi   90
Fakhrurrazi Amat Berduka Atas Hilangnya Waktu yang Terpakai untuk Makan   91
Manajemen Waktu Ibnu Sukainah   92
Ibnu Taimiyyah Al-Jadid, Beliau Meminta Seseorang untuk Membacakan Kitab Ketika Beliau Masuk WC   94
Mahalnya Waktu Ibnu Malik   97
Manajemen Waktu Imam Nawawi   98
Manajemen Waktu Ibnu Nafis   100
Waktu Ibnu Taimiyyah Bertaburkan Ilmu   104
Asy-Syamsul Ashbahani Menyedikitkan Makan, Agar Tidak Banyak Waktu yang Terbuang Masuk dan Keluarnya Makanan   106
Asy-Syaukani Belajar dan Mengajar dalam Sehari Semalam Mencapai 13 Pelajaran   107
Al-Alusi Menulis Tafsirnya di Malam Hari, dan di Siang Harinya Beliau Mengajar 13 Pelajaran   108
Abdul Hayyi Al-Laknawi Hidup Selama 39 Tahun, dan Tulisannya Mencapai 110 Karya   110
Hakimul Ummah At-Tahanawi Tulisannya Mencapai 1000 Karya   110

MANAJEMEN WAKTU MEMBUAHKAN BANYAK KARYA ILMU   111
Hasil Karya Tulis Para Imam Terdahulu Menunjukkan Keberhasilan Mereka Memenej Waktu   111
Beberapa Karya Spektakuler Para Ulama Terdahulu dalam Bidang Tafsir dan Ilmunya   111
Para Imam yang Banyak Membuahkan Karya Ilmiah   113
Sejumlah Karya Besar dari Ulama Terdahulu   117
Banyaknya Karya Para Ulama Kontemporer Tidak Sebanding dengan Melimpahnya Tulisan Para Ulama Terdahulu   117
Memenej Waktu Akan Memanjangkan Umur dan Bisa Memperbanyak Karya   118
Besarnya Andil yang Dipersembahkan Ibnu Asakir Bagi Perpustakaan Islam   120

RAMBU-RAMBU MANAJEMEN WAKTU   129
Membagi Setiap Kegiatan Sesuai Waktu yang Dibutuhkannya   129
Sebaik-baik Waktu dan Tempat untuk Menghafal   131
Disarankan Menjauhi Keramaian Ketika Belajar dan Menghafal   132
Sebaiknya Seseorang Berusaha Menghibur Dirinya Ketika Dihinggapi Rasa Bosan dan Jenuh   134
Sebagian Terapi Mengatasi Rasa Bosan, Mengusir Rasa Kantuk dan Malas   134
Senantiasa Menyibukkan Diri dan Mendahulukan Hal-hal yang Penting daripada yang Tidak Penting   135
Sejumlah Ulama yang Memiliki Karya Tulis Mulai Lima Puluh Kitab, Seratus, Hingga Lebih dari Itu   137
Beberapa Faktor Pendukung Agar Bisa Memanfaatkan Waktu Secara Optimal   138
Makan, Minum dan Istirahat Bagi Seorang Penuntut Ilmu adalah Karena Terpaksa   140
Abul Wafa’ bin Aqil Berkata, “Saya Berusaha Sekuat Tenaga Menghemat Waktu Makanku”   140
Dua Bait Syair Imam Suyuthi yang Mengharuskan Seorang Penuntut Ilmu Agar Mengoptimalkan Waktunya   141
Waktu yang Telah Berlalu Tidak Mungkin Akan Kembali Lagi Selama-lamanya!   141
Malas adalah Seburuk-buruk Teman, dan Senang Berleha-leha Akan Mewariskan Sejumlah Penyesalan   142
Bergerakya Jiwa Menuju Keutamaan dan Kesempurnaan Sebagai Indikasi Kemuliannya   143
Hal-hal Terpenting yang Bisa Membantu dalam Optimalisasi Waktu   144
Waktu adalah Kehidupan   145
Ungkapan Hafshah binti Sirin, “Tidak Ada Produktivitas Amal Kecuali di Masa Muda”   145
Ungkapan Imam Ahmad bin Hanbal, “Saya Menggambarkan Masa Muda Itu Seperti Sesuatu yang Ada di Lengah Bajuku, Lalu Jatuh”   146
Menyebarnya Kemalasan Berpikir di Tengah-tengah Pelajar Dewasa Ini   147
Al-Alusi, Seorang yang Sangat Antusias terhadap Pelajaran dan Ilmu   148
Di Masa Tua, Anda Lebih Sibuk dan Fisik Anda Lebih Lemah Dibanding Saat Masih Muda dan Kanak-kanak   148
Pemuda Identik dengan Kesungguhan dan Kenikmatan, Sedang-kan Orang Tua Identik dengan Kelemahan dan Sakit-sakitan   150
Janganlah Menjadi Pengangguran, Baik dalam Urusan Dunia ataupun Perkara Agama   150
Waktu adalah Harta Paling Mahal yang Dimiliki Seseorang, Namun Paling Mudah untuk Hilang   151
Makalah Ustadz Ahmad Amin tentang Menjaga Waktu dan Dampak Menyia-nyiakan   151

Dahsyatnya Kesabaran Para Ulama

PENGANTAR CETAKAN KEDUA   159
PENGANTAR CETAKAN PERTAMA   163
SAAT MENEMPUH PERJALANAN JAUH UNTUK MENCARI ILMU   170
Perjalanan Musa untuk Mencari Ilmu   170
Perjalanan Abu Dzar Al-Ghifari Merengkuh Hidayah   172
Jabir bin Abdillah Menempuh Perjalanan Satu Bulan untuk Mendapatkan Satu Hadits   176
Melakukan Perjalanan untuk Mencari Ilmu adalah Suatu Keharusan   178
Masruq bin Al-Ajda’ Melakukan Perjalanan untuk Mendapatkan Satu Huruf   171
Sa’id bin Musayyah Melakukan Perjalanan Siang dan Malam untuk Mendapatkan Satu Hadits   181
Kesabaran Imam Asy-Sya’bi Berjalan di Bumi Memburu Ilmu   182
Dua Tokoh Tabi’in Menjelajah Negeri untuk Mencari Ilmu   183
Imam Abdullah bin Farrukh Pergi ke Kufah untuk Mendengarkan Ilmu   183
Kesabaran Imam Ahmad bin Hanbal Menjelajah Negeri Demi Ilmu   184
Ishaq bin Manshur Al-Kausaj Berjalan Kaki ke Baghdad untuk Menemui Imam Ahmad   185
Imam Baqi bin Makhlad Al-Andalusi Menyamar Sebagai Pengemis untuk Mendengar Ilmu dari Imam Ahmad bin Hanbal   186
Imam Abu Hatim Ar-Razi Menempuh Perjalanan dengan Berjalan Kaki Selama Tujuh Tahun Demi Ilmu   190
Ya’qub bin Sufyan Al-Farisi Menghabiskan Waktu 30 Tahun dalam Perjalanan Mencari Ilmu   191
Perjalanan Ilmiah Fadhl Asy-Sya’rani dan Al-Hafizh Al-Arghiyani   192
Khaitsamah bin Sulaiman Ingin Mencari Ilmu, Malah Ditawan Musuh   192
Perjalanan Ilmuan Ibnu Al-Muqri’ Al-Ashbahani   193
Ibnu Mandah Melakukan Perjalanan Mencari Ilmu Selama 45 Tahun   194
Abu Nashr As-Sijzi Menolak Menikahi Wanita Karena Ingin Konsen Menggeluti Ilmu   195
Perjalanan Abu Sa’ad As-Samman Ar-Razi untuk Mencari Ilmu  196
‘Mandi Keringat’ Menyertai Perjalanan Ilmiah Khathib At-Tibrizi   197
Imam Ibnul Jauzi Menghabiskan Musa Mudanya untuk Mencari Ilmu   198
Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi Mengalami Kencing Darah Dua Kali Karena Jauhnya Jarak Perjalanan   199
Khalifah Abu Ja’far Al-Manshur  Ingin Menjadi Ashabul Hadits   199
SAAT TIDUR TAK TERATUR DAN JIWA ENGGAN BERSANTAI-SANTAI   202
Ibnu Abbas Sering Tidur di Depan Pintu Rumah Pemilik Hadits   202
Sa’id bin Jubair Menulis Hadits di Atas Pelana Unta   204
Isma’il bin Ayyasy Menghentikan Shalatnya untuk Menulis Hadits   204
Di Malam yang Dingin Saling Mendiskusikan Hadits   204
Ibnul Qasim Al-Mishri Meninggalkan Istrinya yang Sedang Hamil untuk Mencari Ilmu   205
Mengkaji Fiqih Semalam Suntuk Sampai Subuh   206
Imam Ahmad Berdiskusi tentang Hadits Bersama Gurunya   206
Imam Bukhari Sering Terjaga dari Tidurnya untuk Menulis Ilmu   207
Kesabaran Asad bin Al-Furat dalam Menimba Ilmu   208
Imam Thabrani Tidur Beralaskan Tikar Selama 30 Tahun   209
Ilmu Tidak Diperoleh dengan Kenyamanan Fisik   210
BERSABAR MENGHADAPI KERASNYA HIDUP DAN PEDIHNYA KEMISKINAN   211
Mengapa Mayoritas Ulama Hidup Miskin?   211
Kekayaan Mempersempit Peluang Mencari Ilmu   213
Abu Walid Al-Baji Mempekerjakan Dirinya Sebagai Penjaga Gudang Kurma   214
Melimpahnya Harta Akan Menutup Pintu-pintu Ilmu Bagi Jiwa   215
Imam Syafi’i Bersabar dengan Kemiskinannya   218
Ragam Sikap Para Ulama terhadap Kemiskinan dan Kesulitan   219
Kututup Pintu Rumahku, Agar Kesedihan Tak Melewatinya   222
Ilmu Tak Akan Diraih Sebelum Dirasakan Pahitnya Kemiskinan   222
Ia Sedang Belajar Makan Faludaj dengan Lemak Fustuq   223
Imam Syafi’i Menuulis di Kertas Bekas   225
Di Langit Ada Rezeki Untukmu   227
Semua Warisan Ayahnya Digunakan untuk Ilmu, Sampai Ia Tak Mampu Membeli Sandal   228
Dunia Terasa Kerdil di Pelupuk Mata Dawud bin Ali Azh-Zhahiri   230
Abu Nu’aim Al-Fadhl Menerima Upah Penyampaian Hadits   233
Imam Baqi bin Makhlad Selama Mencari Ilmu Hanya makan Daun Ubi   233
Selama Setahun Hanya Menghabiskan Uang 20 Dirham Saja   234
Empat Muhammad Menderita Kelaparan dalam Perjalanan Mencari Ilmu   234
Mendapat 80.000 Dirham Lantaran Satu Huruf yang Diambil Manfaatnya   236
Harus Meninggalkan Tanah Kelahiran Karena Kemiskinan   238
Ia Menjual Peralatan Rumah Karena Himpitan Kemiskinan   240
BETAPA PEDIHNYA MENAHAN LAPAR DAN HAUS   242
Abu Hurairah Menahan Lapar Demi Mendapatkan Hadits   242
Sufyan Ats-Tsauri Selama Tiga Hari Tidak Makan Apa-apa   243
Ibrahim bin Sayyar An-Nazhzham Sampai Makan Tanah Karena Kelaparan   244
Kelaparan Abu Bakar Muhammad Al-Bazzaz yang Dibalas dengan Kemakmuran Harta   247
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Mengais Sisa-sisa Makanan Karena Lapar   249
Kelaparan Ibnul Jauzi Saat Mengawali Proses Belajarnya   251
Imam Muhammad bin nAshr Al-Marwazi Kehausan, dan Ditolong oleh Seorang yang Tak Dikenal   252
Kehausan Ibnu Khirasy Memaksanya Minum Air Kencingnya Sendiri   252
SAAT KEHABISAN BEKAL DAN TAK MEMILIKI PAKAIAN   254
Imam Bukhari Pernah Sampai Tak Memiliki Pakaian   254
Penyakit Itu Bernama Kemiskinan   255
Kemiskinan Abu Ishaq Asy-Syirazi Ibrahim bin Ali   255
Abu Ishaq Ali Al-Yazdi Harus Bergantian Baju dan Surban dengan Saudaranya   256
Syu’bah bin Al-Hajjaj Menjual Nampan Ibunya Karena Hidup Miskin   257
Imam Ahmad bin Hanbal Berjualan Tali Kolor Untuk Berbuka Puasa   257
Muhammad bin Abu Hatim Kehabisan Bekal, Sampai Makan Rumput   259
Kisah Kelaparan Imam Abu Hatim Ar-Razi   259
Selama 30 Tahun, Ya’qub bin Sufyan Berada dalam Perjalanan Mencari Ilmu   263
Menulis 30.000 Hadits dengan Berbekal 30 Mud Kacang-kacangan   264
Menyalin 30 Jilid Kitab dengan Berbekal Uang Satu Dirham   264
Menulis Hadits dengan Berbekal Aroma Roti   264
Imam Thabari Menjual Lengan Bajunya Karena Kehabisan Bekal    265
Penulis Juga Pernah Kehabisan Bekal   266
MEREKA KEHILANGAN KITAB DAN KADANG TERPAKSA MENJUALNYA  275
Kitab adalah Kenikmatan Hidup   275
Keberadaan Kitabnya Menjadi Barometer Kekuatan Haditsnya   276
Kitabnya Telah Wafat Mendahului Penulisnya   276
Kesedihan yang Mendalam Saat Menjual Kitabnya   277
Karena Kemiskinan, Ia Menjual Kitab-kitabnya   279
Abu Ja’far Ahmad Al-Qashri Menjual Sebagian Bajunya Untuk Membeli Kitab atau Kertas   279
Abu Muhammad Sa’id bin Mubarak Matanya Buta, Karena Menyelamatkan Kitab-kitabnya   280
Usamah bin Munqidz Mengalami Musibah Kehilangan Kitab yang Memilukan   281
Kitab-kitab Ibnul Jauzi Juga Hilang Tenggelam   283
Ibnul Mulaqqin Menjdi Gila Karena Kitab-kitabnya Hilang Terbakar   283
Menyesal Sepanjang Hidup, Karena Kitab-kitabnya Tenggelam di Lautan   284
Sanad bin Ali Menjual Hewan Tunggangan Ayahnya Untuk Membeli Kitab   286
Syaikh Ahmad Al-Hajjar Menjual Baju yang Dipakainya Untuk Membeli Kitab   290
Kisah Unik Mencari Kitab Kuno   290
Kisah Ibrahim Al-Harbi   295
Kisah Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi   300
PENUTUP   304
Karena Ilmu Mereka Rela Membujang

PENGANTAR   319
MENGAPA PARA ULAMA SENIOR ITU HIDUP MEMBUJANG?   322
ABDULLAH BIN ABI NAJIH AL-MAKKI   343
YUNUS BIN HABIB AL-BASHRI   345
HUSAIN BIN ALI AL-JU’FI   348
BISYR AL-HAFI   350
HANNAD BIN AS-SARI   355
ABU JA’FAR MUHAMMAD BIN JARIR ATH-THABARI   357
ABU BAKAR BIN AL-ANBARI   377
ABU ALI AL-FARISI   384
ABU NASHIR AS-SIJZI   387
ABU SA’D AS-SAMMAN AR-RAZI   389
ABUL BARAKAT AL-ANMATHI   392
IBNUL KHASYSYAB AL-BAGHDADI   394
IBNUL MANNI   398
ABUL HASAN AL-QIFTHI   403
IMAM NAWAWI   406
SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH   413
ABUL WAFA’ AL-AFGHANI   442
KARIMAH AL-MARWAZIYYAH   446
PENUTUP   448
DAFTAR PUSTAKA   452



Review Buku Kisah Hidup Ulama Rabbani – Abdul Fattah bin Muhammad – Penerbit Zamzam


Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

322 Total Views 1 Views Today
Print Friendly

Incoming search terms:

  • kisah para ulama terdahulu
  • kisah ulama rabbani
About Wisata Buku

Wisatabuku.com adalah tempat Share daftar isi buku islam, resensi, sinopsis, review, dan tempat belanja buku online. Anda juga dapat mendownload majalah maupun buletin di blog ini. Pemesanan: 0857 2510 6570

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.