Fikih Sunnah Wanita – Syaikh Ahmad Jad – Penerbit Pustaka Al Kautsar

Fikih Sunnah Wanita - Syaikh Ahmad Jad - Penerbit Pustaka Al KautsarNama Buku : Fikih Sunnah Wanita

Ukuran/Hal : 15 x 23 cm / 492  halaman

Berat: 800 gram

Penulis: Syaikh Ahmad Jad

Penerbit: Penerbit Pustaka Al Kautsar

Harga : Rp  95.000 ,- –> Rp  86.000

Anda Hemat: Rp 9.000,-

Pesan via Whatsapp/Telpon

0857 2745 2727 / 0858 6766 877

Sinopsis Buku Fikih Sunnah Wanita – Syaikh Ahmad Jad – Penerbit Pustaka Al Kautsar

“Buku ini menjadi pintu pembuka untuk memahami eksistensi perempuan yang begitu berharga, karena ikhwal perempuan senantiasa integral di dalam hukum Islam”.
Hj.R.Ay. Sitoresmi Prabuningrat (Aktivis Muslimah)

“Yang layak mendapat julukan guru bangsa adalah seorang wantia. Ia benar-benar figure ideal bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, wanita muslimah harus memiliki keluasan cakrawala berfikir, kesempurnaan akhlak dan ibadah serta kehalusan nurani. Semuanya bisa diperoleh dengan Ilmu berikut amal. Ilmu tentang Ad-Dien. Tentu saja, muslimah shalihah dapat menshalihahkan keluarga, lingkungan dan masyarakatnya, maka mulailah membaca buku ini”.

Heslini Amran MA, Konsultan Syari’ah

Daftar Isi Buku Fikih Sunnah Wanita – Syaikh Ahmad Jad – Penerbit Pustaka Al Kautsar

DAFTAR ISI

Dustur Ilahi  vii
Copy Right  viii
Pengantar Penerbit  ix
Mukaddimah  1

BAB I : ATH-THAHARAH (BERSUCI)  5

Ath-Thaharah (Bersuci)  7
A. Macam-macam pembagian air dan hukum-hukumnya  8
1. Air mutlak  8
2. Air musta’mal  9
3. Air suci  9
4. Air najis  10
B. Najis dan macam-macamnya  11
1. Bangkai  11
2. Kotoran manusia dan air kencingnya  12
3. Daging babi  13
4. Wadi  13
5. Madzi  13
6. Darah haid  14
7. Air kencing dan kotoran binatang yang dagingnya tidak boleh dikonsumsi  14
8. Air liur anjing  15
9. Al-Jalalah  15
10. Minuman keras  15
11. Air bekas minuman binatang buas dan binatang-binatang lainnya yang dagingnya tidak boleh dikonsumsi  15
C. Mensucikan Najis  16
1. Mensucikan pakaian dari darah haid  16
2. Mensucikan pakaian bagian bawah wanita  17
3. Mensucikan pakaian dari madzi  17
4. Mensucikan pakaian dari air kencing anak kecil yang masih menyusu  18
5. Mensucikan tanah  19
6. Mensucikan sandal  19
7. Mensucikan mentega dan sejenisnya  20
8. Mensucikan kulit bangkai  20
D. Buang air besar dan etikanya  20
E. Sunan Al-Fithrah (Sunah-sunah yang berhubungan dengan bersuci)  23
F. Hukum-hukum berwudhu  24
1. Dalil dianjurkannya wudhu  24
2. Keutamaan wudhu  25
3. Syarat-syarat sah wudhu  26
4. Kewajiban-kewajiban dalam berwudhu  27
5. Sunah-sunah wudhu  28
G. Mengusap kedua muzzah  35
1. Syarat-syarat mengusap kedua muzzah  37
2. Beberapa perkara yang membatalkan pengusapan kedua muzzah  37
H. Langkah-langkah wudhu yang baik dan benar  38
I. Hal-hal yang membatalkan wudhu  39
1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan (kemaluan dan anus), yang beragam jenisnya  39
2. Hilangnya akal  41
3. Menyentuh kemaluan tanpa penghalang  42
4. Murtad   43
J. Hal-hal yang tidak membatalkan wudhu  43
1. Keluarnya darah dan muntah  43
2. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita  44
3. Terbahak-bahak dalam shalat   45
4. Memandikan jenazah  46
5. Keluarnya angin dari kemaluan wanita  46
K. Mandi  47
1. Hal-hal yang mewajibkan mandi  47
2. Rukun-rukun mandi  51
3. Beberapa mandi yang dianjurkan  54
4. Hal-hal yang diharamkan bagi orang yang junub (berhadast besar)  57
L. Tayamum  59
1. Sebab-sebab dipernolehkannya bertayamum  60
2. Jenis debu atau tanah yang boleh dipergunakan untuk tayamum  63
3. Rukun-rukun tayamum dan beberapa kesunahannya  66
4. Hukum-hukum lainnya yang berhubungan dengan tayamum  67
M. Haid, Nifas dan Istihadhah  68
1. Macam-macam darah yang keluar dari kemaluan depan wanita  68
1. 1 Darah haid  68
1. 2 Nifas   72
1. 3 Istihadhah   73
2. Hukum-hukum yang berhubungan dengan datang bulan, Nifas, dan Istihadhah  73

BAB II  SHALAT  77

Shalat   79
A. Dasar dianjurkannya shalat dan keutamaannya  80
B. Hukum orang yang meninggalkan shalat   85
1. Orang yang meninggalkan shalat karena kufur dan ingkar  91
2. Meninggalkan shalat karena malas dan sibuk  94
C. Jumlah shalat yang diwajibkan Allah SWT   98
D. Syarat-syarat shalat, Rukun-rukunnya dan cara mengerjakannya  100
1. Syarat-syarat shalat   100
2. Siapakah yang berkewajiban mengerjakan shalat   100
2.1 Muslim  100
2.2 Berakal  100
2.3 Baligh atau Dewasa  101
2.4 Suci dari Datang Bulan dan Nifas  102
E. Syarat-syarat sahnya shalat   102
1. Suci badan, pakaian, dan tempat, baik dari hadast maupun najis, hal ini telah kami jelaskan di depan  102
2. Mengetahui masuknya waktu shalat   102
3. Menghadap kiblat  103
4. Menutup aurat   103
F. Rukun-rukun shalat    106
1. Niat  106
2. Takbiratul ihram  106
3. Berdiri dalam shalat wajib  106
4. Membaca surat Al-Fatihah  108
5. Rukuk  110
6. Berdiri dari rukuk  110
7. Sujud  110
8. Duduk pada tahiyyat akhir  111
9. Mengucapkan salam  112
10. Thuma’ninah  112
11. Tertib di antara rukun-rukun  113
G. Sunnah-sunnah shalat   114
1. Membuat pembatas shalat   114
2. Mengangkat kedua tangan   115
3. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri  115
4. Membaca doa iftitah  116
5. Mengucapkan ta’awwudz  118
6. Mengucapkan amin  118
7. Membaca beberapa ayat al-Qur’an setelah membaca Al-Fatihah  118
Bacaan Makmum di belakang Imam  121
8. Takbir-takbir Intiqal (penggantian dari satu keadaan ke keadaan yang lain)  122
9. Cara rukuk  122
10. Membaca dzikir dalam rukuk  123
11. Membaca doa setelah bangun dari rukuk  124
12. Cara bersujud  125
13. Bacaan dalam sujud  126
14. Cara duduk diantara dua sujud dan bacaannya  128
15. Duduk istirahat  129
16. Bertumpu pada kedua tangan di atas tanah atau lantai ketika berdiri untuk rakaat selanjutnya  129
17. Tasyahhud awal dan cara duduknya  129
18. Membaca shalawat untuk Rasulullah SAW dalam tasyahhud akhir  131
19. Bacaan sebelum salam  131
20. Bacaan setelah salam  132
H. Hal-hal yang boleh dilakukan dalam shalat   134
1. Menangis dalam shalat   134
2. Menoleh dalam shalat karena ada keperluan  135
3. Meludah pada pakaian atau yang lainnya  137
4. Bertepuk tangan ketika ada sesuatu yang penting dan ingin mengingatkan Imam  137
5. Menggunakan isyarat dengan tangan atau kepala ketika diperlukan  137
6. Meratakan tanah yang menjadi tempat sujud  138
7. Mencegah atau mendorong orang yang lewat antara kiblatmu dengan pembatas  138
8. Melakukan gerakan ringan dalam shalat karena ada keperluan  139
9. Membunuh Al-Aswadain (Ular dan Kalajengking) dan segala sesuatu yang membahayakan orang yang shalat   140
10. Membawa anak kecil dalam shalat   140
11. Berjalan sedikit karena ada keperluan  140
12. Mengingatkan Imam  140
13. Mengucapkan Al-Hamdulillah bagi yang bersin  141
14. Kesibukan hati dan pikiran di luar pekerjaan shalat   142
15. Sujud diatas surban dan pakaian dan sejenisnya ketika diperlukan  143
16. Banyak bergerak dan melakukan pekerjaan sia-sia  143
17. Bertumpu pada tongkat bagi orang yang sakit atau tua  143
I. Perkara yang dimakruhkan dalam shalat   143
1. Memandangi perkara yang membuat kita lalai  143
2. Membuang pandangan ke langit  144
3. Takhashshur dalam shalat   144
4. Shalat ketika makanan dihidangkan  144
5. Shalat dalam keadaan menahan buang air besar dan kecil  144
6. Shalat dalam keadaan mengantuk  145
7. Menutup mulut ketika shalat   145
8. Menoleh dalam shalat tanpa ada keperluan  145
9. Menguap dalam shalat   145
10. Al-Kuft, yaitu menumpuk pakaian yang satu dengan yang lain ketika sujud  146
11. Menyela-nyelakan jari jemari antara yang satu dengan yang lain  146
12. Mengepang rambut dari belakang  146
13. Meludah kearah kanan atau arah Kiblat  147
14. Memejamkan kedua mata  147
15. Memanjangkan kedua lengan dalam bersujud  150
16. Mendahului Imam  150
17. Menggunakan Isyarat dengan kedua tangan ketika salam  150
18. Al-Iq’a atau berjongkok  150
19. Membaca Al-Qur’an dalam rukuk dan sujud  151
20. Menumpuk kedua tangan dalam rukuk  151
J. Hal-hal yang membatalkan shalat   152
1. Berbicara dengan sengaja  152
2. Shalat sendirian di luar barisan  152
3. Tertawa dengan bersuara  152
4. Makan dan minum dengan sengaja  152
5. Meninggalkan salah satu rukun atau syarat shalat   153
6. Melakukan banyak gerakan  153
K. Cara shalat yang sempurna  154
L. Mengqadha’ shalat   163
Tertib dalam mengqadha’ shalat   163
M. Shalat sunnah  164
1. Shalat-shalat sunnah Rawatib  164
1.1 Shalat sunnah Shubuh  164
1.2 Shalat sunnah Zhuhur  164
1.3 Shalat sunnah Ashar  165
1.4 Shalat sunnah Maghrib  165
1.5 Shalat sunnah Isya’  166
2. Shalat-shalat sunnah Ghairu Rawatib  166
2.1 Shalat sunnah Witir  166
2.2 Waktu shalat Witir  167
2.3 Jumlah rakaat Witir  168
2.4 Bacaan shalat Witir  168
2.5 Membaca doa qunut dalam Witir  169
2.6 Tidak ada dua Witir dalam satu malam  169
2.7 Doa setelah Witir  170
2.8 Mengqadha’ Witir  170
N. Bangun (Ibadah) malam  171
1. Keutamaan dan kedudukannya  171
2. Berdzikir ketika bangun untuk shalat malam  171
3. Cara shalat malam  172
4. Shalat malam dengan berjamaah  173
5. Mengqadha’ shalat malam  174
6. Dua ayat, yang barang siapa mau membacanya maka sudah mencukupinya  174
O. Bangun malam di bulan Ramadhan  174
 Shalat Taubat  175
 Shalat Dhuha  176
 Waktu shalat Dhuha  176
 Shalat Dua Hari Raya  177
 Bacaan dalam shalat Dua Hari Raya  178
 Kehadiran kaum wanita dalam shalat dua Hari Raya  178
 Shalat Gerhana  179
 Cara mengerjakannya  179
 Shalat Istisqa’  180
 Shalat Hajat  180
 Shalat Istikharah  180
 Sujud Tilawah  181
 Shalat kaum wanita berjamaah  182
 Shalat berjamaah kaum wanita dengan Imam wanita  182
Kehadiran kaum wanita dalam shalat berjamaah di Masjid  184
Kehadiran kaum wanita dalam shalat Jum’at  190
Etika menghadiri shalat Jum’at  190
Bagaimana menemukan shalat Jum’at  193
 Shalat Safar dan mengqasharnya  193
Mengqashar shalat dalam Safar (perjalanan)  193
Tenggang waktu diperbolehkannya mengqashar shalat   194
Bolehnya menjama’ dua shalat   194

BAB III : PUASA  197

Puasa  199
Pengertian Puasa  199
Macam-macam Puasa  199
Puasa Ramadhan  199
Pentingnya Berpuasa  200
Hikmah Berpuasa  201
Keutamaan Puasa  204
Permulaan dan akhiran bulan Ramadhan  207
Hari puasa  209
Syarat wajib puasa  210
Rukun puasa  210
Etika berpuasa  212
Perkara-perkara yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa  214
– Bepergian  214
– Sakit  216
– Orang yang sedang hamil dan sedang menyusui  218
– Orang yang sudah lanjut usia  218
– Wanita yang sedang haid dan nifas  219
Perkara-perkara yang membatalkan puasa  220
Orang yang berniat berbuka  221
Perkara-perkara yang diperbolehkan ketika berpuasa  221
Perkara yang membatalkan puasa  224
– Makan dan minum dengan sengaja  224
– Muntah yang disengaja  226
– Haid dan Nifas  227
Qadha’ Ramadhan  227
Puasa Kafarat dan Nadzar  227
Puasa Sunnah  232
– Hikmah puasa sunnah  232
– Keutamaan puasa sunnah  232
– Puasa enam hari di bulan Syawal  232
– Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah  233
– Puasa Arafah  233
– Puasa Muharram  234
– Yang lebih disunnahkan lagi dalam berpuasa Muharram adalah berpuasa Asyura sebagai penghapus dosa setahun  234
– Puasa tiga hari di setiap Bulan  235
– Puasa hari Senin dan Kamis  235
– Puasa Dawud (sehari berpuasa sehari berbuka)  235
– Puasa hari Jum’at  236
– Rasulullah SAW banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban  236
Yang membatalkan puasa sunnah  237
Puasa yang dimakruhkan  237
– Puasa Dahr  237
– Puasa Wishal  237
– Haram berpuasa pada saat dua Hari Raya  238
– Puasa pada hari Tasyriq  238
– Puasa pada hari yang masih diragukan  239
– Puasa dari Sabtu  239
– Perempuan yang berpuasa (sunnah) tanpa izin Suaminya  239
Shalat Tarawih  240
Shalat Tarawih berjamaah  241
Membaca Al-Qur’an pada saat shalat tarawih  241
Lailatul Qadar  241
Bersungguh-sungguh pada Lailatul Qadar  243

BAB IV : ZAKAT  245

Zakat  247
Harta benda dan kedudukannya dalam Islam serta penjelasan bahwasanya harta benda adalah Fitnah  247
1. Pengertian zakat  250
2. Kedudukan zakat dalam pandangan al-Qur’an dan Hadits  250
3. Ancaman terhadap orang yang enggan membayar zakat  251
4. Hukum zakat  255
5. Jenis-jenis harta yang wajib dizakati  258
Pertama : Zakat hewan ternak  258
– Zakat Unta  258
– Zakat Sapi  260
– Zakat Kambing  260
Kedua : Zakat tanaman dan buah-buahan  261
1. Zakat tanaman dan buah-buahan dasar kewajibannya berasal dari Al-Qur’an  261
2. Jenis tanaman dan buah-buahan yang diambil zakatnya  262
3. Apakah disyaratkan harus menapai satu nishab?  264
4. Tidak disyaratkan harus sudah satu tahun  265
5. Kadar zakat tanaman dan buah-buahan  265
6. Menentukan zakat dengan cara taksiran  267
7. Zakat madu lebah  268
Beberapa pendapat para Ulama pada Zakat Madu  269
Ketiga : Zakat uang  275
Keempat  Zakat barang dagangan  285
Kelima : Zakat pada piutang dan hutang  292
Orang-orang yang berhak menerima zakat  298
1. Fakir miskin  298
2. Amil (pengurus) zakat  298
3. Para Mu’allaf yang dibujuk hatinya  299
4. Ar-Riqab (budak)  301
5. Al-Gharimun (mereka yang terlilit hutang)  301
6. Fii Sabilillah   301
7. Ibnu Sabil  302
Keenam : Zakat Fitrah  304
1. Hukumnya   304
2. Bagi siapa saja Zakat Fitrah diwajibkan?  304
3. Di dalam Zakat Fitrah tidak disyaratkan adanya nishab  305
4. Ukuran yang harus dikeluarkan untuk zakat fitrah  305
5. Waktu diwajibkannya mengeluarkan zakat fitrah  305
6. Para penerima zakat fitrah  307
7. Hikmah zakat fitrah  308
Shadaqah  309

BAB V  HAJI DAN UMRAH  313

Haji dan Umrah  315
Pengertian Haji  315
Kewajiban Haji  315
Haji adalah wajib bagi orang yang mampu  316
Keutamaan haji  316
Hikmah haji  317
Manfaat haji sangatlah banyak: bersifat materi dan rohani  318
Hukum-hukum yang berkaitan dengan haji dan umroh  318
Amalan-amalan haji  319
Rincian amalan-amalan haji  320
Ketika sampai di Miqat  322
Ihram   323
Hal-hal yang diperbolehkan ketika sedang Berihram  327
1. Berteduh dari panas  327
2. Mandi  327
3. Berbekam  328
4. Mewarnai tubuh  328
5. Membunuh hewan berbahaya  329
6. Membunuh ular  329
7. Berobat   330
8. Melakukan perdagangan  330
Larangan-larangan ketika Ihram  331
1. Memakai Niqab atau penutup muka dan sarung tangan  331
2. Memakai wewangian  331
3. Mewarnai pakaian dengan sesuatu yang berbau wangi  331
4. Menutupi muka  332
5. Menghilangkan rambut dari tubuh, begitu pula memotong kuku  332
6. Membunuh hewan buruan darat yang liar dan dapat dimakan  332
7. Nikah  333
8. Melakukan hubungan Suami Istri  334
9. Berbuat fasiq dan berbantah-bantahan  334
Memasuki Makkah  334
Thawaf  335
Syarat sah Thawaf  335
1. Menghindari najis dan suci dari hadats  335
2. Menutup aurat  336
3. Untuk sahnya Thawaf atau Sa’i disyaratkan pula menyempurnakan tujuh kali putaran Thawaf  336
Begitu pula menyalami atau Mengusap Rukun Yamani  337
Melakukan shalat dua Rakakat Thawaf  338
Sa’i antara Shafa dan Marwa  339
Tahallul bagi orang yang melakukan Umrah dan Haji Tamattu’  342
Lalu guntinglah rambutmu sebatas ujung jari  342
Hari Tarwiyah  343
Wukuf di Arafah  344
Berhenti di Muzdalifah  346
Kembali ke Mina  347
Pemberian Izin bagi wanita dan orang yang lemah untuk bersegera meninggalkan Muzdalifah sebelum terbit fajar  347
Hikmah melempar Jumrah  349
Berkurban  350
Mencukur dan menggunting rambut  350
Thawaf Ifadhah  351
Kembali di Mina dan Mabit atau bermalam di sana  352
Melempar Jumrah pada hari Tasyriq  352
Nafar Awal  353
Nafar Tsani  353
Perwakilan dalam melempar Jumrah  354
Kembali ke Makkah  354
Thaaf Wada’ (perpisahan)  354
Pelanggaran-pelanggaran dalam Haji dan Umrah, Ihshar (terhalang) dan Faut (ketinggalan)  355
Melakukan sesuatu yang menjadi larangan Ihram  356
Bersetubuh  357
Meninggalkan wukuf di Muzdalifah  358
Meninggalkan Mabit atau bermalam di Mina  358
Meninggalkan melempar Jumrah  359
Melewati Miqat dengan tanpa berihram  359
Al-Ihshar (Terhalang)  359
Al-Faut (Ketinggalan)  360
Berziarah ke Makam Nabi  361

BAB VI : PAKAIAN DAN PERHIASAN  363

Pakaian dan Perhiasan  365
Syarat-syarat yang haru dipenuhi pada pakaian perempuan Muslimah  366
Etika berpakaian  372
Hukum-hukum lain yang berhubungan dengan pakaian perempuan Muslimah  373
Larangan mempertontonkan perhiasan dan kecantikan   373
Tutup kepala perempuan  373
Larangan bagi perempuan untuk membuka aurat  376
Hukum-hukum yang erhubungan dengan perhiasan perempuan Muslimah  376
Hukum perempuan memakai perhiasan  376
Tentang pengharum perempuan Muslimah  378
Semir rambut bagi perempuan Muslimah  379
Tentang Celak  380
Larangan bertato  381
Larangan merenggangkan gigi  382
Larangan menyambung rambut  382
Larangan seorang perempuan melihat perempuan yang lain secara langsung  384

BAB VII : MAKANAN DAN MINUMAN  385

Makanan dan Minuman  387
Pertama minuman  387
Etika Minum  387
Minuman-minuman yang diharamkan  390
Larangan untuk menggunakan minuman keras sebagai alat pengobatan  390
Larangan mengebiri atau memotong tempat minuman  391
Kedua Makanan  391
Makanan yang diharamkan untuk dimakan  392
Etika makan  395

BAB VIII : NIKAH  399

Nikah dan Pergaulan Suami Istri  401
Penjelasan seputar pengertian Az-Zawaj  401
Islam menghendaki kemudahan dalam pernikahan  403
Al-Khitbah (Pinangan)  404
Syarat-syarat meminang  405
Yang diperbolehkan bagi peminang  408
Pembatalan Khitbah dan hal-hal yang ditimbulkannya  409
Akad nikah  414
Definisi, Rukun dan Syaratnya  414
Rukun pernikahan  415
Syarat-syarat akad nikah  416
Wanita-wanita yang haram dinikahi  417
Pertama : Keharaman yang bersifat selamanya  419
a. Wanita-wanita yang haram dinikahi karena hubungan nasab  423
b. Wanita-wanita yang haram dinikahi karena hubungan menyusui (Radha’)  423
Kapan menyusui dapat menyebabkan keharaman menikah?  425
Seberapa banyak menyusui yang dapat menimbulkan keharaman  426
c. Wanita-wanita yang haram dinikahi karena hubungan pernikahan (Radha’)  427
Kedua : Keharaman yang terbatas waktu  432
Hak-hak Suami Istri  432
Hak-hak Suami atas Istri  432
Menjaga rumah Suami  433
Menjaga harta Suami  434
Berhias demi Suami  436
Tidak menaggalkan baju selain di rumah Suami  437
Taat kepada Suami pada selain kemaksiatan  438
Tidak berpuasa sunnah jika Suami dirumah tanpa seizinnya  439
Hak-hak Istri atas Suami  439
Bersikap lembut dalam bergaul  440
Menghindari pukulan yang melukai  441
Nafkah  441
Etika berhubungan intim  442
Doa ketika berhubungan intim  442
Yang boleh dilakukan suami terhadap istri ketika sedang haid  443
‘Azl  444
Larangan menyebarkan apa yang terjadi diantara suami istri  444

BAB IX : JENAZAH  447

Jenazah  449
Keharusan mempersiapkan diri menghadapi kematian  449
Yang sebaiknya dilakukan ketika mendampingi seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut  450
Tanda-tanda dan hal-hal untuk memastikan seseorang telah meninggal  459
Hal-hal yang seharusnya dilakukan sesaat setelah seseorang meninggal  459
Hal-hal yang harus diperhatikan  461
Pahala wanita yang ditinggal mati tiga orang anaknya  462
Boleh menangisi orang yang meninggal  462
Larangan menangis dengan menjerit-jerit (An-Niyahah)  463
Larangan menampari pipi  464
Larangan mencukur rambut  464
Memandikan wanita yang meninggal dunia  465
Tata cara memandikan mayat wanita  465
Menanggalkan pakaian mayat  466
Mengkafani  468
Wanita mengiringi jenazah  469
Tata cara shalat jenazah  470
Takziyah (Melipur keluarga yang ditinggalkan)  472

BAB X : WARIS  475

Waris  477
Hakikat ilmu waris  477
Keistimewaan-keistimewaan syariat Islam dalam hal waris  478
Rukun waris  480
Hak-hak yang harus dilaksanakan pada harta peninggalan  480
Sebab-sebab  waris  481
Sebab Pertama : Pernikahan  481
Sebab Kedua : Kekerabatan  481
Sebab Ketiga : Memerdekakan budak  482
Syarat-syarat warisan  483
Perkara-perkara yang dapat menghalangi mendapat warisan  483
Macam-macam ahli waris  484
Berbagai keadaan anak perempuan   487
Keadaan anak perempuan dari anak laki-laki  488
Warisan Ibu  489
Warisan saudara perempuan seayah dan seibu  489
Warisan saudara perempuan seibu  490
Warisan saudara perempuan seayah  491
Warisan istri  492
Warisan nenek  492

Review Buku Fikih Sunnah Wanita – Syaikh Ahmad Jad – Penerbit Pustaka Al Kautsar


Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

1077 Total Views 1 Views Today
Print Friendly, PDF & Email
About Wisata Buku

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.