Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab – Penerbit Pustaka Al Kautsar

Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab membahas tentang pengaplikasian Ekonomi Islam dalam kehidupan nyata yang dilakukan oleh Umar bin Al Khattab. Ijtihad beliau dapat kita gunakan sebagai dalil untuk diaplikasikan pada masa sekarang. Hal ini karena lamanya masa kekhalifahan Umar bin Al-Khathab, sehingga banyak ijtihad-ijtihad Umar dalam rentang waktu tersebut, yang tentunya berdasar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selain itu juga karena pemberian pembenaran dari Allah Subhanahu wa ta’ala kepada diri Umar. Buku ini ditulis oleh Dr. Jaribah Bin Ahmad Al-Haritsi dan diterjemahkan oleh Penerbit Pustaka Al Kautsar

Jual Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab - Penerbit Pustaka Al KautsarNama Buku : Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab

Ukuran/Hal : 16X 24 cm /  791 halaman

Berat: 1000 gram

Penulis : Dr. Jaribah Bin Ahmad Al-Haritsi

Penerbit : Pustaka Al Kautsar

Harga : Rp 155.000,- Rp 140.000,-

Anda Hemat: Rp 15.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan Via Line: Line Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab – Penerbit Pustaka Al Kautsar

Pengaplikasian Ekonomi Islam dalam kehidupan nyata, yang bisa kita gunakan sebagai dalil, banyak terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Hal ini karena lamanya masa kekhalifahan Umar bin Al-Khathab, sehingga banyak ijtihad-ijtihad Umar dalam rentang waktu tersebut, yang tentunya berdasar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selain itu juga karena pemberian pembenaran dari Allah Subhanahu wa ta’ala kepada diri Umar.

“Sesungguhnya telah ada dalam umat-umat sebelum kamu orang-orang yang diberikan ilham. Dan, bila dalam umatku terdapat seseorang yang demikian itu, maka Umar bin Al-Khathab termasuk mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Di Indonesia, Ekonomi Islam sedang berkembang pesat. Untuk menopang perkembangannya, dibutuhkan kajian dan literature yang lengkap. Salah satu literature penting adalah Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab ini. Buku ini merupakan disertasi DR. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi pada program S3 Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan studi keislaman Universitas Ummul Qura Makkah dengan predikat  Summa Cumlaude.

Pembahasan Buku Fikih Ekomomi Umar Bin Al-Khathab:
BAB I : Dasar-dasar Ekonomi (produksi, konsumsi, distribusi, uang, perubahan ekonomi dan solusinya dengan studi kasus krisis tahun Ramadah).

BAB II : Pembangunan Ekonomi dan Hubungan Ekonomi Internasional

BAB III : Pengawasan Negara Terhadap Ekonomi (Hisbah dan pengawasan pasar, pengawasan harta, pengawasan dan pengaturan kerja,serta perlindungan lingkungan).
Buku sangat di rekomendasikan bagi para para mahasiswa, praktisi Ekonomi Syariah dan siapa saja yang peduli terhadap pengembangan Ekonomi Syariah.

Daftar Isi Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab – Penerbit Pustaka Al Kautsar

DUSTUR ILAHI  VII
PENGANTAR PENERBIT   IX

PENGANTAR   1
Urgensi Tema dan Sebab-sebab Pemilihannya   2
Pertama : Sebab-sebab Umum   3
Kedua: Sebab-sebab Khusus  5
Beberapa Kajian yang Telah Ada Sebelumnya   7
Metodologi Kajian   9
Sebagian Kesulitan Kajian Ini   12
Sistematika Kajian   13

Pasal Pengantar : KEHIDUPAN UMAR DAN MASANYA   17

1. Kehidupan Umar Radhiyallahu Anhu   17
a. Nasibnya   17
b. Kelahiran dan Pertumbuhannya   18
c. Sifat-sifatnya   19
d. Keislamannya   24
e. Kekhalifahannya   25
f. Kesyahidannya   26

2. Masa Umar Radhiyallahu Anhu   27
a. Akidah yang Berlaku   29
b. Kehidupan Politik   29
c. Kehidupan Ekonomi   31
d. Kehidupan Moral dan Sosial   33

BAB I : DASAR-DASAR EKONOMI   35

Pasal 1 : PRODUKSI   37
1. Makna Produksi   37

2. Urgensi Produksi dan Tujuan-tujuannya   41
a. Urgensi Produksi   41
b. Tujuan Produksi   49
Pertama : Merealisasikan Keuntungan Seoptimal Mungkin   50
Kedua : Merealisasikan Kecukupan Individu dan Keluarga   55
Ketiga : Tidak Mengandalkan Orang Lain   56
Keempat : Melindungi Harta dan Mengembangkannya   57
Kelima : Mengeksplorasi Sumber-sumber Ekonomi dan Memper-siapkannya untuk Dimanfaatkan   58
Keenam : Pembebasan dari Belenggu Taklid Ekonomi   60
Ketujuh : Taqarrub kepada Allah Ta’ala   62

3. Kaidah-kaidah Produksi   63
a. Kaidah Syariah   64
Pertama : Akidah   64
Kedua : Ilmu   65
Ketiga : Amal   67
Dampak Kaidah Syariah dalam Perekonomian   69
b. Prinsip Akhlak   74
c. Kualitas   78
d. Memperhatikan Skala Prioritas Produksi   81

4. Unsur-unsur Produksi   86
a. Pekerjaan   90
Pertama : Definisi Pekerjaan   90
Kedua : Produktifitas Pekerja dan Hak Pendapatan   92
Ketiga : Spesialisasi dan Pembagian Kerja   93
b. Manajemen   95
Pertama : Wakaf   96
Kedua : Mudharabah   96
Ketiga : Muzara’ah   97
c. Sumber Daya Bumi (SDB)   99
d. Modal   101
Pertama : Modal Barang   101
Kedua : Modal Uang   102

5. Bidang-bidang Produksi   105
a. Bidang Pertanian   105
Pertama : Memotivasi Upaya Individu   106
Kedua : Upaya Pemerintah dalam Kegiatan Pertanian   108
b. Bidang Jasa Pelayanan   109
Pertama : Urgensi Kegiatan Perdagangan   109
Kedua : Bimbingan terhadap Para Pedagang   111
Ketiga : Promosi dan Iklan   114
Keempat :Pembagian Kegiatan Perdagangan   116
Kelima : Kebebasan Kegiatan Perdagangan   119
c. Bidang Industri   125
d. Pengutamaan Diantara Bidang-bidang Industri   127
Pertama : Halal   128
Kedua : Kemanfaatan Umum   129

Pasal 2 : KONSUMSI   135
Pengantar   135
1. Urgensi Konsumsi dan Tujuannya   135
a. Urgensi Konsumsi   135
b. Tujuan Konsumsi   138

2. Kaidah-kaidah Konsumsi   141
a. Kaidah Syariah   142
Pertama : Kaidah Akidah   142
Kedua : Kaidah Ilmiah   142
Ketiga : Kaidah Amaliah (Bentuk Konsumsi)   143
b. Kaidah Kuantitas   144
Pertama : Sederhana   144
Kedua : Kesesuaian Antara Konsumsi dan Pemasukan   147
Ketiga : Penyimpanan dan Pengembangan   151
c. Memperhatikan Prioritas Konsumsi   152
d. Kaidah Sosial   160
Pertama : Umat   160
Kedua : Keteladanan   162
Ketiga : Tidak Membahayakan Orang Lain   163
e. Kaidah Lingkungan   164
f. Larangan mengikuti dan Meniru   166
Pertama : Mengikuti dan Meniru   167
Kedua : Konsumsi Lahiriah   175

3. Ketepatan dalam Konsumsi   176
a. Cara-cara Mencapai Kebenaran dalam Konsumsi   177
Pertama : Pengawasan Internal   178
Kedua : Teladan yang Bagus   178
Ketiga : Penyadaran dan Pembinaan   179
Keempat : Pembinaan Anak-anak terhadap Konsumsi yang Benar   182
Kelima : Teguran dan Kecaman   183
Keenam : Penentuan Jenis Konsumsi   183
Ketujuh : Penentuan Kualitas Konsumsi   184
Kedelapan : Penggunaan Sebagian Perangkat Politik Ekonomi   186
Kesembilan : Tidak Meremehkan Barang-barang Konsumtif yang Dapat Dimanfaatkan   187
Kesepuluh : Hukuman   190
b. Dampak Menyeleweng dari Konsumsi yang Benar   192
Pertama : Merusak Agama   193
Kedua : Pengaruh dalam Ibadah   194
Ketiga : Pengaruh dalam Akhlak   195
Keempat : Pengaruh dalam Kesatuan Umat   196
Kelima : Kerusakan dan Kemerosotan   197
Keenam : Kehinaan dan Kenistaan   199
Ketujuh : Kehancuran Ekonomi dan Kemandekan Produksi   200
Kedelapan : Pengaruh dalam Kesehatan   200
c. Pola Konsumsi Pribadi Umar Radhiyallahu Anhu   201
Pertama : Sifat Konsumsi Radhiyallahu Anhu   201
Kedua : Penjelasan Pola Konsumsi Radhiyallahu Anhu   203

Pasal 3 : DISTRIBUSI    211
1. Makna Distribusi dan Tujuannya   211
a. Makna Distribusi dan Urgensinya   211
b. Tujuan Distribusi dalam Ekonomi Islam   215
Pertama : Tujuan Dakwah   216
Kedua : Tujuan Pendidikan   216
Ketiga : Tujuan Sosial   217
Keempat :Tujuan Ekonomi   218

2. Politik Distribusi   219
a. Manajemen Kepemilikan   220
b. Distribusi Pemasukan   235
Pertama : Hasil Kerja (Gaji)   236
Cara Penentuan Upah Didalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu   238
1. Para Pekerja di Pemerintahan   238
2. Para Pekerja Bagi Individu   240
3. Gaji Manajer   246
4. Campur Tangan Pemerintah dalam Penentuan Gaji   247
Kedua : Hasil Modal   249
Ketiga : Hasil Bumi   251

3. Sistem Pembagian Pemberian   254
a. Definisi Pemberian   254
b. Sumber Pemberian   255
c. Orang-orang yang Berhak Menerima Pemberian   256
d. Politik Pembagian Pemberian   259
Pertama : Mempersamakan Pembagian Pemberian   259
Kedua : Pengutamaan dalam Pembagian Pemberian   262
e. Kesalahpahaman terhadap Politik Pembagian Pemberian (Tunjangan)   271
Pertama : Banyak dan Sedikitnya Harta   272
Kedua : Kelonggaran dan Kesempitan Keadaan   273
Ketiga : Sejauh Mana Tercukupinya Kebutuhan   273
Keempat : Banyak dan Sedikitnya Manusia dan Tingkat Kebutuhannya   274

4. Jaminan Sosial   283
a. Makna Jaminan Sosial, Urgensi dan Penanggung Jawabnya   285
Pertama : Makna Jaminan Sosial (Takaful Ijtima’i)   285
Kedua : Urgensi Jaminan Sosial   288
Ketiga : Penanggung Jawab Takaful   290
b. Bidang-bidang Jaminan Sosial   292
Pertama : Fakir dan Miskin   293
Kedua : Janda dan Anak Yatim   295
Ketiga : Orang Sakit dan Orang Lumpuh   297
Keempat : Keturunan Para Mujahid   299
Kelima : Tawanan Perang   299
Keenam : Hamba Sahaya   299
Ketujuh : Tetangga   299
Kedelapan : Narapidana   300
Kesembilan : Orang yang Banyak Utang (Gharim)   300
Kesepuluh : Ibnu Sabil   301
Kesebelas : Anak Temuan   305
Keduabelas : Ahli Dzimmah   306
c. Sumber-sumber Jaminan Sosial   308
Pertama : Sistem Nafkah Wajib   308
Kedua : Nafkah Sunnah   311
Ketiga : Sumber-sumber Umum   317
Sikap Fuqaha’ tentang penugasan Orang-orang Kaya   323

Pasal 4 : UANG (MONETER)   325
Pengantar   325
1. Hakekat Uang   326
2. Manajemen Keuangan   330
a. Pengeluaran Uang   330
Pertama : Uang Pada Masa Jahiliyah   330
Kedua : Uang Pada Masa Kenabian   332
Ketiga : Uang Pada Masa Umar Radhiyallahu Anhu   334
Keempat : Otoritas Penerbitan Uang   339
b. Reformasi Moneter   340

Pasal 5 : PERUBAHAN EKONOMI DAN SOLUSINYA (KRISIS TAHUN RAMADAH)   349
Pengantar   349
1. Karakteristik Perubahan Ekonomi   352
a. Definisi Perubahan Ekonomi   352
Pertama : Makna Perubahan Ekonomi   352
Kedua : Definisi Tahun Ramadah   352
Ketiga : Batas Waktu dan Tempat Krisis Ramadah   353

b. Sebab-sebab Krisis Ramadah   355
Pertama : Sebab-sebab Material   355
Kedua : Sebab-sebab Maknawi   359
c. Dampak Krisis Ramadah   360
Pertama : Dampak Krisis terhadap Kegiatan Ekonomi   360
Kedua : Dampak Krisis terhadap Aktifitas Perdagangan   362
Ketiga : Dampak Krisis terhadap Masalah Sosial   362
Keempat : Dampak Krisis Ekonomi terhadap Kesehatan   365

2. Terapi Perubahan Ekonomi   365
a. Tindakan Umar Pribadi dalam Masa Krisis   366
Pertama : Merasa Bertanggung Jawab   366
Kedua : Andil dalam Mengemban Penderitaan Krisis dan Memberla-kukan Keteladanan bagi Umat   367
b. Manajemen Krisis   369
c. Cara-cara Material   373
Pertama : Mengarahkan Berbagai Sumber untuk Penanggulangan Krisis   373
Kedua : Penyelesaian Berkesinambungan   377
d. Cara-cara Maknawi   379
e. Memberlakukan Pengecualian   382
Pertama : Penundaan Penarikan Zakat Hewan Ternak yang Terkena Dampak Krisis   382
Kedua : Penganuliran Had Pencurian Jika Memang Terdesak Kebutuhan   384
Ketiga : Jaminan Sosial Wajib   386
Keempat : Pemulangan Kembali Orang-orang Arab Badui ke Kampung Mereka   387

BAB II : PENGEMBANGAN EKONOMI DAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL   391

Pasal 1 : MAKNA PENGEMBANGAN EKONOMI DAN PENANGGUNG-JAWABANNYA   393
1. Makna Pengembangan Ekonomi dan Lingkungannya   393
a. Makna Pengembangan Ekonomi   393
Pertama : Konsep Islam tentang Pengembangan Ekonomi   393
Kedua : Makna Pengembangan Ekonomi dalam Teori Konvensional   400
b. Lingkungan Pengembangan Ekonomi   403
Pertama : Keshalehan Umat   403
Kedua : Kebaikan Sistem Pemerintah   405
Ketiga : Adil   411
Keempat : Kebebasan dan Persamaan   415
Kelima : Keamanan dan Ketentraman   420
2. Pengembangan Ekonomi Antara Upaya Individu dan Upaya Pemerintah   424

Pasal 2 : TUNTUTAN-TUNTUTAN PENGEMBANGAN EKONOMI   435
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)   435
a. Makna Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Urgensinya   436
Pertama : Makna Pengembangan Sumber Daya Manusia   436
Kedua : Urgensi Sumber Daya Manusia   438
b. Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia   440
Pertama : Apakah Pertambahan Penduduk Sebagai Problem?   440
Kedua : Pengembangan Kuantitas Sumber Daya Manusia Dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu   442
c. Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia   446
Pertama : Tazkiyah dan Taklim   449
Kedua : Pelatihan dan Meraih Ketrampilan   455
Ketiga : Makanan   457
Keempat : Kesehatan   459
Kelima : Kepedulian Sosial   463
2. Pengembangan Sumber Daya Bumi (SDB )   463
a. Menghidupkan Lahan Mati   464
b. Pengaplingan Tanah   466
c. Peranan Pengembangan Ekonomi bagi penggarapan Lahan Mati dan Mengaplingannya   471
d. Tanah Larangan (Al-Hima)   480
e. Pengaturan Pengeksplorasian Tanah di Daerah Taklukan   487
Pertama : Tanah Masih Ditempati Penduduknya   487
Kedua : Ash-Shawafi   498
f. Air   505
3. Pembentukan Modal   506
a. Pembentukan Modal Hakiki   507
Pertama : Pembentukan Investasi   507
Kedua : Penggunaan Harta   510
b. Pembentukan Modal Sosial   511
Pertama : Pembangunan Kota   511
Kedua : Masjid dan Pasar   513
Ketiga : Jalan   514
Keempat : Pelayanan Pos   515
Kelima : Fasilitas Umum yang Lain   515

Pasal 3 : KENDALA-KENDALA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI   517
Pengantar   517
1. Dampak Negatif Pemberian bagi Sebagian Individu   518
a. Dampak-dampak Positif Pemberian bagi Pengembangan Ekonomi   518
b. Dampak-dampak Negatif Pemberian terhadap Pengembangan Ekonomi  520
2. Dilarangnya Mujahidin Melakukan Kegiatan Pertanian di Daerah    Taklukan   524
3. Pemahaman yang Salah terhadap Tawakal dan Zuhud   528
a. Tawakal   528
b. Zuhud   233
c. Dampak Ekonomi bagi Pemahaman yang Salah terhadap Tawakal dan Zuhud   540

Pasal 4 : HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL   542
Pengantar   542
1. Urgensi Hubungan Ekonomi Internasional   543
2. Dasar-dasar Hubungan Ekonomi Internasional   547
a. Kehalalan Barang dan Jasa di Tempat Perdagangan   548
b. Jika Hubungan Ekonomi Internasional Dapat merealisasikan Kemaslahatan bagi Kaum Muslimin   550
c. Jika Wilayah-wilayah Islam sebagai Prioritas   554
d. Pengaruh Masuk dan Menetapnya Non Muslim di Bumi Islam   557
Pertama : Larangan Masuknya Non Muslim ke Sebagian Daerah Kecuali Disebabkan Kebutuhan Kaum Muslimin   557
Kedua : Pembatasan Masa Menetap   560
Ketiga : Tidak Boleh Menampakkan Kemungkaran   560
Keempat : Pengusiran Orang-orang yang Melanggar Persyaratan   561
Kelima : Menghindari Pemberian Mereka dalam Sebagian Pekerjaan   562
e. Perjanjian Perdagangan   565
f. Negara Islam Seyogianya Memiliki Otoritas dalam Pengaturan dan Pengawasan Hubungan Ekonomi Luar Negeri   567
g. Urusan Kegiatan Ekonomi Harus Dipimpin Seorang Muslim Jika Terdapat Non Muslim yang Andil Didalamnya   568
3. Usyur   570
a. Dari Siapakah Usyur Diambil?   570
Pertama : Pedagang Muslim   571
Kedua : Pedagang Ahli Dzimmah   572
Ketiga : Pedagang Ahlul Harbi   573
b. Jumlah Usyur   576
Pertama : Sifat Pedagang   576
Kedua : Bentuk Perdagangan   576
Ketiga : Tempat Dagang   576
Keempat : Masa Menetap   577
Kelima : Muamalah Sepadan   577
c. Penurunan dari Usyur   578
d. Tidak Boleh Ganda dalam Usyur   579
e. Tujuan Usyur dan Dampak Ekonominya   579

BAB III : PENGAWASAN NEGARA TERHADAP EKONOMI   585

Pendahuluan   585

Pasal 1 : HISBAH DAN PENGAWASAN PASAR   587
1. Konsep Hisbah dan Pengawasan Pribadi   587
a. Pengertian Hisbah   587
b. Hisbah dan Pengawasan Pribadi yang Saling Melengkapi   588
2. Hisbah Terhadap Kegiatan Ekonomi   591
a. Tujuan-tujuan Hisbah terhadap Kegiatan Ekonomi   591
Pertama : Memastikan Dijalankannya Aturan-aturan Kegiatan Ekonomi   591
Kedua : Mewujudkan Keamanan dan Ketentraman   595
Ketiga : Mengawasi Keadaan Rakyat   596
Keempat : Melarang Orang Membuat Aliran Air Tanpa Adanya Kebutuhan   597
Kelima : Menjaga Kepentingan Umum   599
Keenam : Mengatur Transaksi di Pasar   599
b. Hisbah terhadap Pasar   599
Pertama : Kebebasan Keluar Masuk Pasar   601
Kedua : Mengatur Promosi dan Propaganda   602
Ketiga : Larangan Menimbun Barang   603
Keempat : Mengatur Perantara Perdagangan   609
Kelima : Pengawasan Harga   611
Keenam : Pengawasan Barang yang Diimpor dan Mengambil Usyur (Pajak 10%)   618

Pasal 2 : PENGASAWAN HARTA   619
1. Pengertian Pengawasan Harta dan Fungsinya   619
2. Tujuan Pengawasan Harta   623
a. Tujuan Pengawasan Pemasukan   623
Pertama : Memastikan Baiknya Pemasukan   623
Kedua : Adil Dalam Menentukan Pemasukan   625
Ketiga : Lemah Lembut Dalam Mengumpulkan   626
Keempat : Berusaha Memenuhi Pemasukan   628
Kelima : Memerangi yang Menghindar dari Membayar Pajak   628
b. Tujuan Pengawasan Pengeluaran   630
Pertama : Pengeluaran Hendaknya Kepada yang Berhak   630
Kedua : Melindungi Sumber Baitul Mal dari Pejabat   632
Ketiga : Menyampaikan Hak Kepada Orangnya   634
Keempat : Ekonomis dalam Pengeluaran   636
Kelima : Keadilan Distribusi   638
Keenam : Mewujudkan Ketercukupan   638
c. Cara-cara Pengawasan Harta   639
Pertama : Penguatan Pengawasan Pribadi   639
Kedua : Independensi Baitul Mal   643
Ketiga : Membuat Buku Induk   646
Keempat : Penghitungan Akhir   649
Kelima : Pengawasan Umat   650
Keenam : Pengawasan Harta terhadap Para Pejabat   654
Ketujuh : Penghitungan dan Pencatatan   659
Kedelapan : Menunjuk Para Pengawal yang Pandai Untuk Mengumpul-kan Pajak   659
Kesembilan : Kesaksian Atas baiknya Pemasukan   660
Kesepuluh : Bertanya Kepada Orang yang Berpengalaman   661
Kesebelas : Kejelasan Aturan   662
Keduabelas : Pengawasan Lapangan   663
Ketigabelas : Menetapkan Penanggalan Hijriyah   664
Keempatbelas : membatasi Ketercukupan Dengan Cara yang Praktis   665
Catatan Tentang Cara Pengawasan Harta   665

Pasal 3 : PENGAWASAN DAN PENGATURAN KERJA   668
Pengantar   668
1. Kewajiban dan Hak Para Pekerja   669
a. Kewajiban-kewajiban Pekerja   669
Pertama : Pengajaran   670
Kedua : Menegakkan Syi’ar Agama   670
Ketiga : Pengumpulan Pajak dan Distribusinya   671
Keempat : Menghindari Pemameran Kekayaan dan Kesombongan   671
Kelima : Memenuhi Kebutuhan Umat Islam   672
Keenam : Perlindungan Sosial   672
Ketujuh : Tidak Menutup Pintu Bagi Orang yang Memerlukan   673
Kedelapan : Memfokuskan Diri untuk Bekerja   674
Kesembilan : Berusaha Mewujudkan Keamanan   675

b. Hak-hak Pegawai   675
Pertama : Mewujudkan Ketercukupan   675
Kedua : Mempersiapkan Pegawai   678
Ketiga : Liburan   679
Keempat : Jaminan Sosial   681
Kelima : Tidak Membebani Dengan Apa yang Tidak Bisa Ditanggung   683
Keenam : Perawatan Kesehatan   684
2. Tujuan Pengawasan Pegawai dan Caranya   684
a. Tujuan Pengawasan Pegawai   685
Pertama : Kesamaan Kesempatan dan Memastikan Kemampuan Pegawai   685
Kedua : Memastikan Dijalankannya Syarat-syarat Kerja   686
Ketiga : Meluruskan Perilaku Pegawai   687
Keempat : Menjaga Harta Benda Umat Islam   687
Kelima : Memberikan Balasan yang Berbuat Baik dan Menghukum yang Berbuat Jahat   687
Keenam : Adil Kepada Rakyat   688
Ketujuh : Memerangi Suap dan Cara yang Tidak Disyariatkan   688
Kedelapan : Mengatur Waktu Kerja   689
b. Cara Pengawasan Pegawai   691
Pertama : Penguatan Pengawasan Pribadi   691
Kedua : Cara Pengawasan   692
Ketiga : Cara-cara Pengawasan   695

Pasal 4 : PELINDUNGAN LINGKUNGAN   702
Pengantar   702
1. Pengertian Masalah Lingkungan   703
a. Pengertian Lingkungan   703
b. Indikasi-indikasi Masalah Lingkungan   703
Pertama : Eksploitasi Sumber Daya Alam   703
Kedua : Pencemaran Lingkungan  704
Ketiga : Rusaknya Keseimbangan Ekosistem   705
c. Penyebab-penyebab Masalah Lingkungan   706

2. Perlindungan Lingkungan Dalam Fikih Ekonomi Umar Radhiyallahu       Anhu   707
a. Peringatan-peringatan Dasar   708
b. Keseimbangan Antara Tujuan Pertumbuhan Ekonomi dan Tujuan Menjaga Lingkungan   710
c. Menjaga Sumber Daya Alam   713
d. Memerangi Pencemaran   715
e. Menjaga Keseimbangan Lingkungan   715

PENUTUP   723

DAFTAR PUSTAKA   747

Review Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al Khattab – Penerbit Pustaka Al Kautsar

Berikut Adalah daftar Pengiriman Buku Fikih Ekonomi Umar Ke Berbagai Daerah

==============
Pesanan Buku: Fikih Ekonomi Umar
Alamat Pengiriman: Manggala, Kota Makassar
Status: Terkirim via JNE
No Resi: SOCE600507404316
==============

==============
Pesanan Buku: Fikih Ekonomi Umar
Alamat Pengiriman: Modayag, Kab. Bolaang Mongondow Timur
Status: Terkirim
==============

==============
Pesanan Buku: Fikih Ekonomi Umar
Alamat Pengiriman: Kota Baru, Kab. Dharmasraya
Status: Terkirim
==============

==============
Pesanan Buku: Fikih Ekonomi Umar
Alamat Pengiriman: Kec.Wirosari, Kab. Grobogan 
Status: Terkirim via J & T
No Resi: 888009086040
==============

==============
Pesanan Buku: Fikih Ekonomi Umar
Alamat Pengiriman: Kec Ngaliyan Kota Semarang
Status: Terkirim
==============

Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

baca referensi lain di wikipedia

1763 Total Views 2 Views Today
Print Friendly

Incoming search terms:

  • Fikih Ekonomi Umar bin Khattab
  • daftar isi buku fikih ekonomi
  • fikih ekonomi umar pdf
  • download ebook fikih ekonomi umar bin khattab
  • sinopsis buku fiqih ekonomi umar
  • fikih ekonomi umar bin khattab pdf
  • fikih ekonomi karya jaribah ibn ahmad al-haritsi tahun dan tempat terbit?
  • download fikih ekonomi umar
  • download buku fikih ekonomi keuangan islam
  • daftar isi fikih ekonomi
About Wisata Buku

Wisatabuku.com adalah tempat Share daftar isi buku islam, resensi, sinopsis, review, dan tempat belanja buku online. Anda juga dapat mendownload majalah maupun buletin di blog ini. Pemesanan: 0857 2510 6570

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.