Dzikir bersama Nabi – Abdurrahman Mahmud Khalifah – Penerbit At Tazkia

Dzikir bersama Nabi - Abdurrahman Mahmud Khalifah - Penerbit At TazkiaNama Buku : Dzikir bersama Nabi

Ukuran/Hal : 15 x 23 cm / 300  halaman

Berat: 700 gram

Penulis: Abdurrahman Mahmud Khalifah

Penerbit: Penerbit At Tazkia

Harga : Rp  72.000 ,- –> Rp  65.000

Anda Hemat: Rp 7.000,-

Pesan via Whatsapp/Telpon

0857 2745 2727 / 0858 6766 877

Sinopsis Buku Dzikir bersama Nabi – Abdurrahman Mahmud Khalifah – Penerbit At Tazkia

Problematika kehidupan seakan tak pernah henti mewarnai kehidupan. Ada suka, ada duka. Begitulah dinamika. Demikianlah sunnatullah. Pada akhirnya tergantung bagaimana kita menghadapinya. Tak sedikit orang yang sibuk memikirkan masalah, tapi enggan menuntaskannya. Adapula yang sibuk menyelesaikannya, tapi enggan merenung dan memikirkan lebih jauh. Tanpa disadari, persoalan demi persoalan seperti berontasi tanpa henti, bak rangkaian sandi yang tak kunjung terpecahkan. Lalu yang tersisa, tinggallah kegelisahan yang teronggok dalam sepi.

Ramai orang berlomba mencari solusi, dari televisi sampai dukun yang mereka anggap suci. Tak sedikit dari mereka yang Muslim. Padahal, Islam telah menyajikan jalan keluar yang jitu: dzikir.

Dzikir yang diajarkan dari hati, menembus sukma yang khusyu, keluar dari bibir yang basah oleh kalimat-kalimat suci. Dari raga yang bergetar dibakar oleh rasa gentar kepada Allah Rabbul alamin menghantarkan pengharapan jiwa akan ampunan-Nya yang tiada bertepi, dengan sepenuh cinta yang terurai dalam tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.

Dzikir adalah ibadah dan karenanya harus ada contoh dari Nabi. Buku yang ada di tangan pembaca ini mengulas hakikat, ragam, dalil, dan pengaruh dzikir bagi jiwa seorang Muslim. Semuanya dikupas secara mendalam, ilmiah dan berdalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta pemahaman para sahabat.

Sayangnya, begitu banyak hadits dhaif dan palsu (maudhu’) yang berseliweran di sekitar ibadah ini. Belum lagi, aliran tasawwuf dan budaya tradisional yang meracuni. Benarkah berbagai praktik dzikir yang banyak tersebar di negeri ini sesuai dengan sunnah Nabi SAW?

Temukan jawabannya dalam buku yang padat dan ilmiah ini.

Daftar Isi Buku Dzikir bersama Nabi – Abdurrahman Mahmud Khalifah – Penerbit At Tazkia

Daftar Isi

Pengantar Penerbit   vii
Pengantar Penulis   xi
Permohonan Maaf   xiii
Daftar Isi   xv
Pendahuluan   1
1. Kesempurnaan Islam dan Universitas Dzikir Syar’i   6
A. Kesempurnaan Agama Islam dan Penyampaian (Risalahnya) Telah Tuntas   6
Penambahan dan Pengurangan pada Agama yang Telah Sempurna   9
Apa yang Dimaksud dengan Agama Paripurna?   10
B. Dua Bentuk Universitas Dzikir Syar’i   12
2. Pengertian Dzikir, Ittiba’ dan Ibtida’   16
A. Definisi Dzikir Secara Etimologi dan Terminologi   16
Pengertian Dzikir Secara Etimologi   16
Pengertian Dzikir Secara Terminologi   17
B. Definisi Ittiba’ Secara Etimologi dan Terminologi   20
Ittiba’ Secara Etimologi   20
Ittiba’ Secara Terminologi   21
C. Pengertian Ibtida’ dan Perbedaan Pendapat Seputar Bid’ah Hasanah dan Dhalalah   27
Ibtida’ Secara Terminologi   28

BAB I: Dzikir Syar’i dan Pengaruhnya   37

I. Pengertian Dzikir Syar’i   37

1. Luasnya Pemahaman Dzikir Syar’i   37
Pembukaan   37
Universitas Pemahaman Dzikir Syar;i   37
2. Bagaimana Dzikir Dikatakan Syar’i   47
Pembukaan   47
A. Dzikir Ma’tsur dan Batasan-batasannya   48
Batasan-batasan Dzikir dan Doa Ma’tsur   49
B. Dzikir Mutlak dan Keutamaannya   51
Dzikir Mutlak   51
Al-Qur’an Al-Karim   51
Mengapa Al-Qur’an Dzikir Paling Utama?   52
C. Membaca Al-Qur’an   53
Adab Dzikir dengan Membaca Al-Qur’an Al-Karim   55
D. Pujian untuk Allah selain dari Al-Qur’an   55
E. Korelasi dan Perbandingan Antara Dzikir dan Doa   57
Manakah yang Lebih Utama Tahlil atau Tasbih?   59
Kesimpulan   64
F. Dzikir Mutlak Susunan Manusia dan Syarat-syaratnya   66
Syarat-syarat Dzikir yang Disusun oleh Seorang Hamba   68
G. Dzikir Muqayyad   76
Keutamaan Antara Dzikir Muqayyad dan Dzikir Mutlak   76
Keutamaan Antara Dzikir Mutlak dan Dzikir Muqayyad   77
H. Adab Dzikir Syar’i   79
Sifat Orang yang Berdzikir   79
Sifat Tempat   80
Khusyuk Ketika Berdzikir   80
Memilih Waktu yang Utama   82
Waktu yang Dianjurkan dan Dibenci   83
Adab-adab Tatkala Berdzikir   84

II. Realisasi Dzikir Syar’i Terhadap Tauhid   86

1. Pengertian Tauhid dan Macam-macamnya   86
A. Pengertian Tauhid Secara Bahasa dan Istilah   86
B. Macam-macam Tauhid   86
2. Realisasi Dzikir Syar’i Terhadap Tauhid   89
A. Realiasasi Dzikir Mutlak Terhadap Tauhid   89
Tauhid dalam Al-Qur’an   90
Tauhid Rububiyah   92
Tauhid Asma dan Sifat   93
Tauhid Uluhiyah dan Ibadah   94
Realisasi Laa Ilaha Illallah Terhadap Tauhid   96
Makna Laa Ilaha Illallah   97
Realisasi Laa Ilaha Illallah Terhadap Macam-macam Tauhid   97
Realisasi Subhannallah dan Alhamdulillah Terhadap Tauhid   100
Realisasi Subhannallah dan Alhamdulillah Terhadap Tauhid Nama dan Sifat-Nya   101
Realisasi Subhannallah dan Alhamdulillah Terhadap Tauhid Uluhiyah   102
Realisasi Subhannallah dan Alhamdulillah Terhadap Tauhid Rububiyah   106
Kesimpulan tentang Empat Kalimat di atas   107
B. Realisasi Dzikir Muqayyad Terhadap Tauhid   108
Contoh-contoh Dzikir Muqayyad yang Berasal dari Al-Qur’an dan Realisasinya Terhadap Tauhid   108
Tauhid dalam Surat al-Ikhlas   112
Makna Kedua Ayat Tersebut Secara Singkat   113
Tauhid dalam Mu’awwidzatain   114
Contoh-contoh Dzikir Muqayyad yang Disebutkan dalam as-Sunnah dan Realisasinya Terhadap Tauhid  114
1. Dzikir Ketika Hendak Tidur   114
2. Diriwayatkan dari Bara’ bin ‘Azib r.a., dia berkata: “Jika Nabi s.a.w. mendatangi pembaringannya, beliau berbaring pada sisi kanannya lalu mengucapkan:   115
3. Dzikir yang Dibaca Ketika Bangun Malam   116
4. Adzan dan Iqamah untuk Shalat Fardhu Setiap Hari   118
5. Beberapa Bacaan Dzikir Setelah Shalat   119
Doa Istikharah   121
Bacaan Dzikir saat Terjadi Bencana dan Peristiwa-peristiwa Penting   123

III. Pengaruh Dzikir Syar’i   125

1. Pengaruh Dzikir Syar’i Terhadap Hak Allah   125
A. Pengertian Hak Allah s.w.t.   125
Dalam Al-Qur’an Al-Karim   126
Dalam As-Sunnah Al-Muthaharah   126
B. Pengaruh Dzikir dalam Merealisasikan Tauhid   129
C. Pengaruh Dzikir Ibadah   129
Kedudukan Dzikir Sebelum Melaksanakan Ibadah   130
• Pengaruh Dzikir pada Saat Pelaksanaan Ibadah   131
• Derajat Ihsan dalam Ibadah   132
• Kedudukan dan Pengaruh Dzikir Setelah Melaksanakan Ibadah   135
• Kedudukan Dzikir dalam Kaitannya dengan Keutamaan-keutamaan Amal dan Ibadah   138
• Kedudukan Dzikir dalam Ibadah-ibadah yang Berat   140
2. Pengaruh Dzikir Syar’i Terhadap Umat   142
A. Pengaruh Dzikir Syar’i Terhadap Masyarakat Muslim   142
B. Pengaruh Dzikir Syar’i Terhadap Umat Secara Individual, Baik Secara Umum Maupun Secara Khusus   147
C. Pengaruh Dzikir Syar’i dalam Kehidupan di Dunia dan Akhirat   152
a. Pengaruh Dzikir bagi Kehidupan Kaum Muslimin di Dunia   153
• Kehidupan Bahagia yang Hakiki   153
• Kekuatan Jasmani dalam Mengemban Beban Kehidupan Dunia dan Jihad   157
• Kelembutan dan Ketentraman Hati   159
b. Pengaruh Dzikir bagi Kehidupan Akhirat Seorang Muslim   161
• Selamat dari Adzab Allah   161
• Mereka yang Berdzikir Berada pada Barisan Terdepan pada Hari Kiamat   162
• Dzikir Menjadi Sebab untuk Mendapatkan Naungan pada Hari Dikumpulkannya Seluruh Makhluk   163
• Dzikir Merupakan Sebab Mendapatkan Banyak Saksi pada Hari Kiamat   163
• Dzikir Menyebabkan Wajah Berseri-seri di Dunia dan Bercahaya di Akhirat   163
• Bagi Orang yang Berdzikir Dibangunkan Rumah Istana di Surga   164
3. Pengaruh Dzikir Syar’i Terhadap Risalah   164
Dari Sisi Dzikir yang Harus Dilakukan Sesuai dengan Dalil yang Telah Menjelaskannya   164

IV. Sumber-sumber Dzikir Syar’i dengan Pembahasan Lengkap   167

1. Definisi dan Penyajian Sumber-sumber Syari’at   167
Pengertian Mashdar (Sumber)   167
Pengertian Mashdar Menurut Istilah   168

Sumber-sumber Syari’at   168

Sumber Pertama Hukum Islam: Al-Qur’an Al-Karim   169

Sumber Kedua Syariat Islam: Sunnah Nabawiyah   172

Sumber Ketiga Syariat Islam: Ijma’   174

Sumber Keempat Syariat Islam: Qiyas   176

2. Sumber Dzikir Syar’i   180
A. Penjelasan tentang Dua Sumber Asasi   180
B. Ijma’ dan Qiyas sebagai Sumber Dzikir   192
a. Ijma’   192
Apakah Ijma’ dapat dijadikan landasan hukum dalam dzikir dan doa?   193
b. Qiyas (analogi)   196

BAB II: Dzikir Bid’ah dan Pengaruhnya   199

I. Ulasan tentang Dzikir Bid’ah   199

1. Bagaimana Dzikir Bisa Menjadi Bid’ah   199
Dzikir adalah Ibadah   199
2. Ibadah Tauqifiyah   200
Sikap Ibnu Mas’ud dan Atsar Ubay bin Ka’ab r.a.   203
3. Tingkatan dan Hukum Bid’ah   204
4. Dzikir-dzikir Bid’ah   205
a. Dzikir yang Mengandung Syirik dan Kekufuran Kepada Allah   207
b. Dzikir yang Memudharatkan Agama   208
Pengertian Dzikir Menurut Ahli Bid’ah   215
A. Kedudukan dan Pemahaman Mereka Terhadap Dzikir   216
B. Ahli Bid’ah Tidak Menganggap Majelis Ilmu Sebagai Majelis Dzikir dan Sedikitnya Mereka Menimba Ilmu   221
C. Nilai dan Manfaat Dzikir Menurut Mereka adalah Jalan untuk Menyingkap Hijab dan Gerbang Menuju Alam Ghaib   224
D. Tujuan Akhir dari Dzikir adalah Mencapai Derajat Fana   227
E. Kasyaf (Penyingkapan), Ta’tsir (Pengaruh) dan Keramat   233
F. Kekeliruan dalam Memilih Sarana dan Objek   237
G. Permasalahan dan Pertanyaan   240
Beberapa Hak yang Sepatutnya Tidak Dilewatkan   256
H. Etika Berdzikir Menurut Ahli Bid’ah   259
Etika dan Syarat Dzikir Paling Utama dan Penting Menurut Kaum Sufi   259

Adab Sebelum Berdzikir   263

Adab Ketika Sedang Berdzikir   264

Adab Setelah Berdzikir   264

II. Awal Mula Munculnya Dzikir Bid’ah dan Perkembangannya   265

1. Masa Sebelum Ada, Awal Kemunculan Hingga Sedikit Menghilang   265
Seratus Tahun {ertama Hijriyah, Kurun Waktu Terbaik, Selamat dari Bid’ah   265
2. Fase Pertama: Abad Kedua Hingga Akhir Abad Ketiga, 101 H – 300 H   272
Tahap Pertumbuhan Dzikir Bid’ah, Majelis-majelis Simak Umum dan Dzikir-dzikir Khusus   272
Gambaran Ringkas Seputar Fase dan Perkembangan Simak   274
Kesimpulan   279
3. Fase Kedua: Tahun 300 H – 500 H (Masa Stagnan dan Sedikit Menghilang)   281
Tegaknya Tasawuf dalam Lahan Kecenderungan Tertentu   281
Rangkuman Tahapan Perkembangan Tasawuf   285
4. Fase Perkembangan dan Pertumbuhan dengan Urut   286
A. Fase Ketga: Tahun 500 H – 800 H   286
Fase Perkembangan Dzkir Bid’ah dan Munculnya Tarekat-Tarekat yang Terorganisir   286
Tarekat-tarekat Sufi Pertama yang Muncul pada Tahapan Ini   289
1. Qadariyyah   290
2. Rifa’iyyah   292
3. Syadziliyyah   301
Catatan Penting Seputar Hizibb-hizib Syadzili   303
4. Naqsyabandiyyah   304
5. Badawiyyah   309
Kesimpulan   311
B. Fase Keempat: Tahun 800 H hingga Abad-abad Terakhir   313
Fase Pemisahan dan Taklid Buta   313
6. At-Tijaniyyah   316
Faktor Penyebab Keragaman dan Bertambahnya Aliran Tasawuf   317

III. Contoh Dzikir Bid’ah Disertai dengan Studi Kritis Tentangnya   319

1. Contoh Dzikir-dzikir Sufi dan Kritikannya   319
2. Contoh Dzikir Kaum Rafidhah dan Studi K ritis Terhadapnya   327
3. Contoh Dzikir Bid’ah yang Tidak Disebutkan dan Bantahannya   333
Perayaan Maulid Nabi Muhammad s.a.w., Pendahuluan dan Sejarah Munculnya Perayaan Tersebut   333
Sejarah Munculnya Perayaan Maulid Nabi s.a.w   334
Sejenak Bersama Mereka yang Berpendapat Mengenai Maulid Nabi s.a.w.   335
Kesimpulan Akhir Mengenai Hukum Perayaan Maulid   337

IV. Pengaruh Dzikir Bid’ah   339

1. Pengaruh Dzikir Bid’ah pada Hak Allah   339
A. Pengaruh Dzikir pada Hak Allah Berupa Tauhid Ilmi Khabari dan yang Berkaitan dengan Dzat dan Sifat-Nya   339
B. Kontradiksi Dzikir Bid’ah Terhadap Pengesaan Allah dengan Ibadah   342
2. Pengaruh Dzikir Bid’ah Terhadap Hak Rasulullah s.a.w. dan Risalah Kenabian   343
A. Pengaruh Dzikir Bid’ah Terhadap Hak Rasulullah s.a.w.   343
B. Pengaruh Dzikir Bid’ah Terhadap Hak Risalah   346
• Kesempurnaan Risalah   346
• Tidak Berubah-ubah   347
• Kesatuan Sumber Ketuhanan   347

3. Pengaruh Dzikir Bid’ah Terhadap Umat   348
A. Pengaruh Dzikir Bid’ah dari Segi Perbuatan Bid’ahnya. Hal itu dapat dilihat dari beberapa sisi   348
B. Pengaruh Dzikir Bid’ah dari Segi Bentuk dan Syarat   348
C. Pengaruh Dzikir Bid’ah dari Sisi Kandungannya   349

V. Sumber Dzikir Bi’dah, Pembahasan dan Bantahannya   350

Pembukaan   350

1. Definisi dan Beberapa Bahasan Penting tentang Kasyaf   354
A. Definisi dan Beberapa Bahasan tentang Kasyaf   354
Kasyaf secara etimologi   354
Kasyaf secara terminologi   354
B. Ilham   356
C. Al-Hawatif   358

2. Mengambil (ilmu) Langsung dari Allah Tanpa Perantaraan Nabi s.a.w.   359
A. Pemahaman Sebagian Sufi tentang Mengambil Langsung dari Allah   359
B. Beberapa Contoh Dzikir yang Mereka Ambil Langsung dari Allah Menurut Pendapat Mereka   362

3. Sejenak Mengoreksi Sumber Pengambilan Kasyaf   363
A. Adanya Ilham Tidak Bisa Dipungkiri dan Dalilnya   363
B. Beberapa Macam Perkara yang Disampaikan Allah pada Manusia Secara Langsung dan Jenis yang Mungkin Terjadi pada Selain para Nabi   365
C. Bisakah Ilham yang Diberikan kepada Selain para Nabi Menjadi Dalil yang Berdiri Sendiri?   367
D. Faktor Penghalang Berdalil dengan Ilham Selain Ilham para Nabi   370
E. Hukum Orang yang Mencukupkan Diri dengan Ilham dan Meninggalkan Dalil Syar’i   372

4. Mengambil Ilmu dari Nabi s.a.w. dengan Cara Kasyaf   375

Pembukaan   375
A. Melihat Nabi s.a.w. pada Saat Terjaga dan Pemahaman Mengambil Ilmu dari Beliau Menurut Kaum Sufi   376
Dalil Mereka Bahwa Nabi s.a.w. Dapat Dilihat Setelah Wafat  378
B. Bantahan Terhadap Dalil Mereka   379
C. Beberapa Contoh Dzikir yang Mereka Pelajari dari Nabi s.a.w. Menurut Prasangka Mereka   381
D. Tujuan Mereka Mengarang Mitos Kasyaf dan Mengambil Ilmu Secara Langsung Lewat Kasyaf   383

5. Mengambil Ilmu dari Selain Allah dan Nabi-Nya dengan Jalan Kasyaf   387

Pembukaan   387
Luasnya Sistem Pengambilan Ilmu Dengan Cara Kasyaf   387
A. Khidhr a.s., Nama dan Nasab Beliau   388
B. Khidhr a.s., Nabi atau Wali?   388
C. Khidhr a.s., Masih Hidup atau Sudah Wafat?   390
D. Beberapa Contoh Dzikir yang Mereka Pelajari dari Khidhr Menurut Prasangka Mereka   394
E. Apa yang Kaum Sufi Inginkan dari (Keberadaan) Khidhr   394
Penutup   397
Daftar Pustaka   399

***

Review Buku Dzikir bersama Nabi – Abdurrahman Mahmud Khalifah – Penerbit At Tazkia


Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

466 Total Views 1 Views Today
Print Friendly, PDF & Email
About Wisata Buku

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.