Amanah Di Pundak Ayah – Tri Asmoro – Penerbit Pustaka Arafah

Amanah Di Pundak Ayah - Tri Asmoro - Penerbit Pustaka ArafahNama Buku : Amanah Di Pundak Ayah

Ukuran/Hal : 15 x 23 cm /   halaman

Berat: 300 gram

Penulis: Tri Asmoro

Penerbit: Penerbit Pustaka Arafah

Harga : Rp 38.000 ,- –> Rp 35.000

Anda Hemat: Rp 3.000,-

Pesan via Whatsapp: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan via SMS: 0858 6766 8777 <- Cukup Klik
Pesan Via Line: Line Wisatabuku <- Cukup Klik

Sinopsis Buku Amanah Di Pundak Ayah – Tri Asmoro – Penerbit Pustaka Arafah

Saya lebih suka menyebutnya amanah agar jiwa merasa ringan. Menghindari kata “beban” yang terkesan berat ,sulit “ memaksa, dan tidak memberi pilihan lain. Sedang bagi saya , amanah mengindikasikan kesadaran , tanggung jawab, dan proses pembelajaran. Yang produk turunannya adalah kata harus, sehingga bagaimana pun berat keadaannya , ia tetaplah kewajiban yang harus di pikul. Dan amanah itu kewajiban kita menafkahi keluarga, istri dan anak2….!!!!

Meski kata “kepala rumah tangga” kita pahami dengan baik sekalipun , belum tentu kita dapat memaknainya dengan bener2…, pagi saat kita berangkat kerja langkah2 kaki terasa berat mengayun. Padahal jalanan beraspal mulus, dan kita, kemudian, mengendarai sepeda motor atau bahkan menyetir mobil…. Matahari pagi juga menyengat cerah menghangatkan bumi…Sebenarnya bukanlah kaki yang berat melangkah .., sebab kaki kita toh juga masih sehat2 saja.. namun gemuruh di dada belum benar2 mereda, meski kepala kita mengangguk pelan saat laporan harian selesai di sampaikan oleh sang istri… “ seolah anggukan kita adalah persetujuan ..”. Istri melaporkan beras yang udah menipis, susu si kecil yang udah habis , beli buku dan bayar SPP yang masih menunggak ,angsuran bank yang belum juga terbayar, sedang si bungsu membawa sepatu dan tasnya yang usang di makan jaman … ohhhhh…..Dalam banyak keadaan “anggukan” itulah satu2-nya pilihan ., seraya mengucap Insya Allah….””” . mudah2 an Allah Subhanahu wa ta ala  melimpahkan rizkinya hari ini..” Padahal otak kita belum juga selesai berpikir mencari solusi .. untuk kesemua itu. Darimana uang bisa kita dapatkan untuk kesemua itu..? apalagi untuk kita yang bergaji bulanan , pilihan terdekat sering kali adalah menggali lubang yang mungkin juga udah dalam…” cari pinjaman siapa lagi ….??. jujur saja hal-hal seperti itu nyaris kita dengar setiap saat..

Sebuah ekspresi kejujuran untuk mencukupi kehidupan mereka yang kita harus cukupi.., dan karena kita adalah pemimpin bagi mereka .. maka hal itu adalah wajar sebenarnya, walau tidak sedikit seorang suami menganggap itu adalah keluhan2 yang tidak berkesudahan .. “ ” Ya Allah berikanlah kesabaran dan kemudahan jalan hidup mereka..”

Kemudian banyak orang kadang mengambil jalan pintas untuk mencukupi semua kebutuhan mereka , diantara mereka gelap mata berfikir picik ,berdada sempit. Laporan istri dianggap menjadi tuntutan yang membebani. Bersamaan dengan terusiknya sensitivitas kepemimpinan yang di gugat. Hanya ada satu jawaban untuk dianggap berhasil dalam penilaian orang2 sekitar , mereka memberikan jawaban pada sekitar dengan jalan2 yang tidak semestinya.., nah bila sampe terjadi seperti ini orang akan semaunya sendiri karena untuk mencukupi semua itu…, dengan perolehan harta2 yang tidak jelas korupsi mungkin, merampok mengambil hak2 orang lain bahkan sampai menggadaikan iman .. naudzubilahimindzalik….( semoga tidak pada kita) Faktanya , banyak diantara kita yang gagal total memikul beban beban itu . persaingan hidup yang ketat , standart kelayakan minimal yang meningkat semakin berat, minimnya ilmu agama, hingga kesabaran yang tidak terlatih membuat semuanya jadi kacau balau…

“ Bukankah pecinta dunia ibarat peminum air asin yang semakin banyak di minum akan semakin membuat haus….?? ”Saya berharap , kita semua bisa tetap tegar menjalani peran ini . sebuah proses pendewasaan yang luar biasa yang akan mencetak pribadi berkualitas tinggi. Tidak tergoda menempuh jalan yang haram, sebab bagaimanapun , perilaku menyimpang tidak akan pernah bisa menukar jatah rejeki yang menjadi hak kita .“maka tugas kita lah untuk mendidik keluarga agar narimo ing pandum…” merasa qonaah dengan apa yang telah Allah Anugerahkan pada kita. “Membangun komunikasi yang baik dan kebanggaan iman , hingga kita bias tetep jujur dalam kondisi sesulit apapun. Dan kita percaya bahwa anak dan istri adalah buah kepemimpinan kita sendiri. Kalopun masih terasa sangat berat insyaallah semua akan ada imbalannya secara sebanding disisi Allah . Kita bisa berpanjang-panjang bermunajat pada allah , mengeluhkan ketidak berdayaan kita, sebab Dialah sebaik-baik penolong. Termasuk menolong hati kita agar tetap sabar dan istiqomah…..

Marilah kita tetep tersenyum kepada anak2 serta istri kita. Mereka memiliki amanahnya sendiri ,yang tidak kalah beratnya dengan amanah yang kita emban. Yang justru dengan itulah kita saling melengkapi, menguatkan, serta memberi penghiburan dan harapan. Agar kita ringan melangkah, dengan dada yang membuncah karena dukungan sang istri dan anak2 yang sholih .Lalu mengusap air mata kita yang menetes tanpa mereka tahu, bersyukur atas semua nikmat ini. Sungguh kita tidak ingin mengkhianati kesetiaan mereka yang menunggu, serta mengharap kehadiran kita setiap saat….

“ Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, Dia akan mengujinya dengan musibah, maka barang siapa ridha , maka Allah ridha kepadanya, dan barang siapa marah, maka Allahpun marah padanya…. ( HR.Tirmidzi )

Daftar Isi Buku Amanah Di Pundak Ayah – Tri Asmoro – Penerbit Pustaka Arafah

Daftar Isi

Pengantar Penerbit   5
Daftar Isi   7
Pengantar Penulis   10
Ucapan Terima Kasih   13

BUNGA RAMPAI   15

Bukan Sansak Tinju   16
Kemilau Kesederhanaan   20
Panah Beracun   24
Gadis Pengumpul Beras   28
Dermawan Tanpa Beban   33
Anak Penyejuk Jiwa   37
Doa untuk Istri   41
Maut Tinggal Serumah   46
Ketika “Surga” Berubah Rasa   51
Sesal Seorang Ibu   55

TENTANG KITA   59

Amanah di Pundak Ayah   60
Tentang Kita   64
Cinta tak Kunjung Datang   68
Monster Ramadhan   73
Menawan Dalam Penampilan   78
Kendaraan Iman   82
Bukan Pesantren Pilihan   86
Serpihan Kaca Retak   91
Jangan Tawarkan Manis Gula   95
Suami Peduli   99
Bila Tidak Tahajud   104
Masjid Anak Kita   108
Kapan Memberi Uang Saku?   112
Jangan Mempersulit Diri   116
Bermula dari Gaji Pertama   120
Bukan Kejantanan Sebenarnya   124

SUAMI-ISTRI   129

Rahasia yang Tersibak   130
Tidak Semua Akhwat Kampus   134
Aroma Surga   138
Bukan Rumah Sendiri   143
Keintiman yang Indah   147
Indahnya Berbagi Peran   151
Manajemen Keseimbangan   155
Bukan Diam Dalam Bisu   159
Karena Keluarga Adalah Surga Dunia   163
Biarkan Maksiat Pergi   167
Jangan Asyik Sendiri   171
Koki Setengah Jadi   175
Mencoba untuk Setia   179
Sibuk Dengan Diri Sendiri   183
Tarbiah yang Gagal   187
Bersikap Menyambut Ramadhan   191
Tak Tekor di Akhir Bulan   195
Tidak Selalu Dengan Cinta   199
Guntur di Atas Kasur   203
Mengapa Harus Takut?   207
Tidak Harus Selalu Jujur   211

KITA DAN ANAK-ANAK KITA   215

Menjalani Peran Baru   216
Selalu Ada Cinta   220
Bukan Pemeran Pembantu   225
Bangga Menjadi Ayah   229
Bacalah Nak, Abi Ingin Mendengar…!   234
Bukan Dia yang Kuminta   238
Bukan Makhluk Angkasa Luar   243
Karena Bukan Hanya Kita   246
Tentang Penulis   250

Review Buku Amanah Di Pundak Ayah – Tri Asmoro – Penerbit Pustaka Arafah


Author: Google+ by Toko Buku Islam Online Terpercaya

Kunjungi channel kami di Wisata Buku Online

baca referensi lain di id.wikipedia

957 Total Views 1 Views Today
Print Friendly, PDF & Email
About Wisata Buku

Speak Your Mind

*

error: Content is protected !!
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.